
Crystal melumaat bibir suaminya dengan sangat lembut. Ryan tersenyum penuh kemenangan di sela ciumannya itu, ke dua tangan yang tadinya berada di pinggang istrinya kini merambat naik hingga sampai ke tengkuk istrinya dan menekan tengkuk itu untuk memperdalam ciumannya. Ryan menyesap bibir Crystal atas bawah bergantian dan penuh lembutan.
Dan salah satu tangannya meremat dua buah pir bergantian, membuat sang pemiliknya melenguh manja.
"Sayang." Crystal melepas tautannya, ketika ia merasa kehabisan nafas. Dia menatap suaminya dengan sayu, bertanda jika ia sudah di selimuti gairah yang membara.
"Heum?" Ryan berdehem, lalu menarik tengkuk istrinya lagi dan mencium bibir manis itu dengan sangat rakus dan menuntut.
"Shh." Crystal berdesiis seperti ular, ketika ciuman itu berpindah kelehernya.
"Aku sudahh tidak bisa menahannya," bisik Ryan, dengan suara beratnya. Kemudian ia menggendong Crystal menuju salah satu kamar yang ada disana.
Ryan merebahkan Crystal dengan perlahan di atas tempat tidur yang tidak terlalu besar itu, namun cukup untuk dua orang.
Satu persatu pakaian yag melekat di tubuh ke duanya mulai terhempas ke atas lantai yag dingin itu.
Ryan tersenyum sembari menatap tubuh istrinya yang molek, putih dan putih mulus, tanpa cela. Buah pir kembar yang terlihat menantang di depan matanya, membuat Ryan semakin tidak sabar untuk mencicipinya.
"Jangan menatapku seperti itu." Crystal tersenyum malu, lalu memalingkan wajahnya ketika ia di tatap dengan intens oleh suaminya.
"Kenapa malu?" Ryan menundukan kepalanya, dan menyesap pucuk buah pir yang berwarna pink kemerahan itu dengan lembut dan bergantian.
"Ah." Crystal melenguh ketika, lidah Ryan menyapu pucuk buah pirnya. Terasa hangat, geli, dan enak bercampur menjadi satu, menjadi kenikmatan yang tidak terbantahkan lagi.
__ADS_1
Tangan Crystal pun tidak tinggal diam, dengan meraih tombak sakti yang sudah menganggukkan kepalanya itu dan mengurutnya dengan lembut.
"Ugh," racau Ryan ketika, ia merakan urutan lembut yang di berikan oleh istrinya, membuatnya sudah tidak tahan lagi.
Pluk
Ryan melepaskan pucuk buah pir itu dengan cepat, lalu menarik tangan istrinya yang masih mengurut tombak saktinya.
"Aku ingin segera memasuki mu," ucap Ryan, lalu membuka kedua paha istrinya dengan lebar dan ia pun segera memposisikan dirinya, sambil menuntun tombak sakti itu menuju lembah milik istrinya yang selalu membuatnya candu.
Crystal menggigit bibir bawahnya, ketika merasakan ketombak sakti itu mulai melesak masuk kedalam intinya.
"Sayang," racau Crystal, sembari mencengkram kedua lengan suaminya dengan kuat, saat tombak sakti super jumbo itu sudah tertanam sempurna di dalam intinya.
"Sakit?" tanya Ryan, lalu menncium bibir istrinya dengan penuh kelembutan, sambil memajukan pinggulnya maju mundur dengam tempo yang sangat pelan.
Sungguh nikmat!
Teramat sangat nikmat sekali!
"Eughh." Crystal melenguh tertahan, saat ia merasakan hujaman yang di berikan oleh suaminya semakin cepat. Tangan dan bibir Ryan pun tiada hentinya menyentuh setiap inci kulit istrinya yang sangat lembut itu.
"Oughh," desaah Ryan, ketika merasakan kenikmatan di bawah sana.
__ADS_1
Sial! Ini sangat nikmat sekali. Batin Ryan, lalu ia menambah tempo kecepatannya. Hingga membuat Crystal tidak berhenti mendesah dan akhirnya keduanya itu mencapai pelepasan bersama.
*
*
"Sayang, satu hari ini kamu sudah menggempurku dua kali, apa tidak apa-apa untuk kandunganku?" tanya Crystal, dengan nafas yang masih terengah sembari mengusap rahang tegas suaminya yang masih berada di atas tubuhnya.
"Anak kita kuat seperti, Papanya," jawab Ryan, lalu menundukan kepalanya dan mencium bibir manis istrinya yang sudah terlihat bengkak karena ulahnya.
"I love you," ucap Ryan, ketika ia melepaskan tautan bibirnya, lalu ia menggulingkan badannya ke samping Crystal, kemudian menarik tubuh polos Crystal kedalam dekapannya.
"Love you, too," balas Crystal, tersenyum lembut lalu mengecupi dada bidang kekar yang di tumbuhi banyak bulu-bulu kasar itu berulang kali.
"Crys, jangan membuatnya ON lagi! Sekarang tidurlah, pasti kamu sangat lelah bukan!"
"Ya!" jawab Crystal, dan mulai memejamkan matanya.
Panas nggak sih? 😁
Jangan lupa dukung karya emak.
Likenya jangan lupa, pembacanya udah banyak tapi likenya dikit banget😭
__ADS_1
Sembari nunggu ini up, yuk mampir ke karya emak yang lainnya, yang nggak kalah hot jeletottt🔥🔥