
Part Safira sama Jeff, mohon jangan emosi ya.😆
Jika Crystal dan Ryan sedang asik memadu kasih dan berbagi peluh di kamar mandi. Disisi lain Safira sadang berada di Rutan untuk menemui Jeff.
Safira berada di salah satu ruangan khusus untuk bertemu dengan nara pidana di rutan tersebut. Gadis itu terlihat menghela nafasnya berulang kali dan jantung berdetak dengan cepat karena ini pertemuannya dengan Jeff setelah beberapa bulan mereka tidak bertemu.
"Aku gugup," gumam Safira, sembari meremat kedua tangannya, dan ia sangat tidak sabar bertemu dengan Jeff.
Tidak berselang lama Jeff datang menghampirinya dan di kawal oleh dua polisi di samping kanan dan kirinya.
Safira mendongak dan menatap Jeff penuh dengan kerinduan.
"Jeff," gumam Safira dan matanya berkaca-kaca, terharu karena Jeff mau menemuinya lagi.
"Fir," ucap Jeff, tersenyum tipis lalu mendudukan diri di kursi yang sudah di sediakan disana. Dia duduk tepat di hadapan Safira.
Untuk sesaat Jeff dan Safira saling menatap dengan dalam, ingin sekali mereka memeluk satu sama lain untuk melepas kerinduan yang terpendam.
__ADS_1
"Apa kabarmu?" tanya Safira dengan lirih, dan tatapan matanya tidak berpaling dari wajah Jeff yang tampan.
Sama halnya dengan Jeff yang tidak mampu mengalihkan pandanganya dari wajah cantik Safira yang selama ini sangat dia rindukan dan selalu hadir didalam mimpinya.
Anggap saja pakai baju warna orange,😁
"Aku baik, kamu?" jawab Jeff sekaligus bertanya.
"Seperti yang kamu lihat dan seperti yang kamu minta jika aku akan selalu baik-baik saja," jawab Safira, menahan air matanya agar tidak jatuh kepipinya.
"Aku berharap jika kamu pergi meninggalkan pria sepertiku, aku tidak ingin jika kamu terlalu berharap dengan hubungan ini, Fir," ucap Jeff dengan terpaksa.
Air mata Safira yang sejak tadi di tahan akhirnya luruh juga tanpa di minta. Ia tidak menyangka jika Jeff berkata seperti itu. "Jadi ini alasanmu selama ini tidak ingin bertemu denganku?" tanya Safira terisak perih.
"Maaf, aku hanya ingin kamu melupakan aku secara perlahan," jawab Jeff tertunduk sedih.
__ADS_1
"Tapi kenyataannya? Aku tidak bisa melupakanmu bukan? Kita berdua tersiksa karena sebuah kerinduan yang mendalam," jawab Safira semakin terisak. "Bisakah kita berjuang bersama? Dan bisakah kamu tidak pesimis dengan hubungan ini," ucap Safira lagi, menatap Jeff penuh kesakitan.
Jeff terdiam ketika mendengar ucapan Safira. Sejujurnya ia pesimis dengan hubungan yang sedang mereka jalani. Bukan tanpa sebab, ia merasa kasihan dengan Safira yang harus menunggunya selama 8 tahun lamanya, dan waktu itu tidaklah cepat.
"Jeff, aku mohon," ucap Safira lagi, lalu meraih tangan Jeff yang ada diatas meja.
"Fir, apa kamu yakin dengan keputusanmu? 8 tahun bukanlah waktu yang cepat," ucap Jeff, membalas genggaman tangan Safira.
"Aku sangat yakin. Aku akan menunggumu sampai kapan pun itu," jawab Safira yakin, dan menatap Jeff dengan dalam dan penuh cinta.
"Tapi, saat aku keluar dari penjara, usiaku 43 tahun, apa kamu tidak malu berhubungan dengan pria tua ini?" tanya Jeff lagi.
"Kalau pria tuanya seperti kamu aku tidak akan malu, karena kamu sangat tampan," jawab Safira terkekeh.
"Tapi, aku bukan pria yang baik, Fir," balas Jeff, mengingatkan Safira.
"Aku pun sama, aku bukan wanita yang baik. Kita sama-sama manusia yang pernah melakukan dosa bukan? Jika begitu mari kita perbaiki diri bersama," ucap Safira, semakin mengeratkan genggaman tangannya di tangan kekar itu
__ADS_1
Bila berkenan mampir dan ramaikan karya baru Emak yang berjudul My Hot ART, kisah Four j. kasih dukungan sebanyak-banyaknya karena akan ada give away disana.❤❤❤❤