
"Sayang, jangan menggodaku!" desis Ryan, mendongak seraya memejamkan matanya. Kemudian Ryan menarik tangan Crystal, agar melepaskan tombak saktinya.
"Jangan nakal! Aku tidak ingin menyakiti anak kita," ucap Ryan, mengusap perut Crystal dengan lembut.
Crystal cemberut kesal, karena usahanya menahan suaminya agar tidak bekerja gagal.
Ryan tersenyum tipis, lalu menarik tengkuk istrinya dan mengecup bibir manis itu sekilas. "Ayo mandikan aku," ucap Ryan, dan dengan malas Crystal pun memandikan suaminya.
*
*
*
Selesai mandi bersama tanpa adegan wik-wik, kini keduanya sudah selesai berpakaian. "Jangan cemberut seperti itu. Ini adalah konsekuensinya jika menikah denganku," ucap Ryan, ada rasa kesedihan di dalam dadanya, ketika melihat wajah Crystal cemberut kesal. Karena pekerjaannya, ia harus mengesampingkan urusan pribadi dan juga keluarganya.
Ryan menarik pinggang istrinya, hingga tubuh Crystal menempel padanya tanpa jarak sedikit pun.
"Aku mohon mengertilah," ucap Ryan, mengecup kedua sisi pipi istrinya dan terakhir kecupan itu berlabuh di bibir manis Crystal.
"Iya," lirih Crystal, lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ryan, dan kedua tanganya melingkar di pinggang suaminya. Menahan air matanya yang akan tumpah, entah kenapa dia menjadi manja dengan suaminya, bahkan ia tidak rela berjauhan.
Ryan pun mengerti jika mood ibu hamil pasang surut seperti air laut di sore hari, tapi mau bagaimana lagi ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.
"Boleh aku ikut bersamamu?" tanya Crystal, mendongak menatap suaminya dengan tatapan memohon.
__ADS_1
Ryan tersenyum seraya menggeleng pelan, sebagai jawaban pertanyaan istrinya.
Crystal menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia memejamkan matanya sejenak dan mencoba tersenyum. Karena memang inilah konsekuensi yanga dia terima jika menikah dengan suaminya.
"Maafkan aku." Ryan lalu memeluk Crystal dengan erat.
Crystal mengangguk dan semakin menenggelamkam wajahnya di dada bidang suaminya.
"Cys, bisakah kamu selalu percaya padaku? Dan menjaga identitasku yang sebenarnya?" pinta Ryan, dengan sangat.
"Kamu masih meragukan aku?" Crystal mengurai pelukannya dan menatap sengit suaminya.
"Kita sudah membicarakan hal ini sebelum kita menikah dan aku sanggup dengan segala konsekuensi yang akan aku dapatkan jika menikah denganmu dan juga aku akan menjaga identitasmu sebenarnya sampai akhir hayatku!" lanjut Crystal, penuh penegasan.
Ryan mengangguk tersenyum, tangannya terangakat mengusap lembut pipi istrinya. "Aku percaya padamu."
"Ayo kita turun kebawah." Ryan menggandeng tangan Crystal dengan mesra.
*
*
*
"Kalian lama sekali turunnya, cacing perutku sudah berdemo sejak tadi!" ucap Safira, dengan kesal. Karena sejak tadi ia menunggu pasangan fenomenal itu untuk sarapan bersama.
__ADS_1
"Sengaja! Karena Suamiku menyirami kecambahnya dulu," jawab Crystal tidak berfilter.
Devan dan Raya hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan putrinya yang absurd, sedangkan Ryan mengusap wajahnya dengan kasar, merasa malu dengan ucapan istrinya.
"Memangnya Kakak iparku yang super tampan ini menanam kecambah?" tanya Safira dengan polosnya.
"Iya dong, kecambahnya itu di—"
"Sudah-sudah! Ayo kita sarapan lebih dulu," sela Raya, mulai mengambilkan nasi untuk suaminya.
Jika obrolan mereka berlanjut, bisa-bisa otak polos Safira ternodai dengan kegesrekan Crystal.
"Ryan, kamu mau sarapan apa?" tanya Crystal, menatap suaminya dari samping, lalu beralih menatap banyak makanan yang tersaji diatas meja makan.
"Roti saja," jawab Ryan, singkat. Kemudian Crystal dengan cepat, mengambil beberapa lembar roti dan mengolesi permukaan roti tersebut dengan selai kacang.
"Silahkan di makan sarapannya, sayang," ucap Crysral, menyajikan beberapa lembar roti yang sudah di olesi selai kacang dihadapan Ryan.
"Terimakasih," jawab Ryan tersenyum tipis, lalu mulai mengambil rotinya, namun ia meletakkan roti itu kembali.
"Kenapa?" tanya Crystal, menatap aneh suaminya.
"Kenapa rotinya baunya aneh? Membuatku mual saja!" jawab Ryan, lalu beranjak menuju kamar mandi yang di dekat ruang makan sana.
Senin ya! Vote mana vote??
__ADS_1
Dukung terus karya emak ya sayangku semuanya,,,😘😘😘