Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Tiga pria yang sama


__ADS_3

Ryan melangkah keluar dari ruangan pribadi Devan dengan menggandeng tangan istrinya dengan sangat lembut.


Ceklek


Ryan membuka pintu ruangan tersebut dengan kasar.


Gedabruk!!


Raya dan Jeje terjungkal di atas lantai, tepat di bawah kaki Ryan. "Mami, Mommy?!" pekik Ryan dan Crystal bersamaan. Lalu Ryan memundurkan langkahnya.


"Kalian sedang apa?" tanya Crystal, dengan kening yang berkerut.


Sedangkan Jeje dan Raya segera berdiri dari atas marmer yang dingin itu. Rasa malu dan juga canggung menghinggapi perasaan kedua wanita berusia 42 tahun itu.


"He he hee." Jeje dan Raya hanya tersenyum meringis, menanggapi pertanyaan Crystal.


"Kalian itu sedang menguping ya?" tanya Xander, menghampiri anak dan istrinya.


"Tidak, Dad." Jeje menggeleng cepat, lalu memeluk lengan kekar suaminya dengan mesra. "Kita tadi hanya ingin mengetuk pintu, karena kalian sudah terlalu lama berada di dalam sana," kilah Jeje, lalu mengecup pipi Xander dengan mesra, agar suaminya itu tidak curiga jika dirinya dan Raya baru saja menguping pembicaraan mereka.


"Alasan!" Xander, menatap istrinya dengan intens.


"Tidak percaya dengan ku?" Jeje memanyunkan bibirnya.


"Oh! Ya ampun," keluh Xander, saat melihat bibir istrinya mengerucut sebal, terlihat sangat menggemaskan di mata Xander, membuat dirinya tidak tahan untuk mengecup bibir manis itu.


Kemudian Xander, membawa istrinya menuju kamar tamu yang ada di rumah tersebut.

__ADS_1


"Astaga!! Daddy!! Ingat masih siang, jangan lama-lama nanti encoknya kambuh!" Raya meneriaki Ayahnya, lalu tertawa terbahak.


"Dasar anak kurang garam!" umpat Xander kepada Raya, sembari menarik paksa istrinya memasuki kamar tamu itu.


BLAM


Xander menutup pintu kamar tamu itu dengan keras.


"Tua-tua keladi!" gumam Crystal, lalu menarik tangannya yang di genggam erat oleh suaminya.


"Jangan harap kamu bisa lolos dari hukumanmu!" tegas Ryan, lalu menarik istrinya dari ruangan itu.


"Mami, help me." Crystal menatap ibunya dengan tatapan memohon, akan tetapi Raya malah melambaikan tangannya dan tersenyum bahagia.


"Menantuku yang tampan, mainnya jangan kasar-kasar ya! Ingat ada kecambahmu di dalam perut istrimu," ucap Raya, sedikit berteriak kepada Ryan, yang akan memasuk lift menuju lantai tiga dimana kamar mereka berada.


Dasar Mami Raya. 😆


"Mami! I hate you!!" teriak Crystal.


*


*


*


"Kamu juga ingin di hukum?" tanya Devan, menghampiri istrinya.

__ADS_1


"Tidak!! Justru kamu yang masih dalam masa hukuman! Tidak ada jungkat-jungkit selama satu minggu!" Raya mengingatkan, membuat Devan berdecak kesal, lalu memanggul tubuh istrinya di pundaknya layaknya karung beras.


"Pi!!" teriak Raya, sembari memukul punggung suaminya berulang kali, akan tetapi Devan tidak memperdulikan istrinya. Dan ia tetap melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Dan pada siang hari yang terik itu, ke tiga pria yang mempunyai sifat yang hampir sama itu, memberikan ke nikmatan surga dunia kepada istrinya masing-masing.


Sedangkan Safira yang tertinggal sendiri di ruangan itu, menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia merogoh ponselnya untuk menghubungi Jeff, ia harus secepatnya menjalankan rencananya.


"Ya, Safira?" jawab Jeff, di ujung telepon sana.


"Apakah hari ini kamu sibuk?" tanya Safira.


Untuk sejenak tidak ada jawaban dari seberang sana, mungkin Jeff sedang berfikir. 😆


"Jeff?" panggil Safira.


"Ya, aku hari ini free. Ada apa?"


"Mau menemiku ke toko buku?" tanya Safira, sembari menggigit kuku jarinya.


Ah, kenapa harus ketoko buku sih? Harusnya kamu mengajaknya ke bioskop nonton film romantis! Eh. Tapi, aku 'kan tidak berkencan dengannya. Pilihanmu sudah tepat Safira! gumam gadis itu di dalam hati.


"Ke toko buku? Kedengarannya tidak menarik," jawab Jeff, tergelak di seberang sana.


"Jeff!!" rengek Safira manja.


"Oke, Oke!" jawab Jeff, pada akhirnya.

__ADS_1


Gagal kalian bertraveling🤣🤣🙏


Jangan lupa kasih like dan komentar, dan kasih gift semampu kalian saja❤


__ADS_2