
"Hah? Dodol basi?" beo Crystal, berpikir keras. Menatap suaminya dengan kening yang berkerut.
"Iya dodol basi! Kalau dodolmu 'kan legit dan fress bikin nagih lagi!" jawab Ryan tidak berfilter.
Crystal memukul pundak suaminya dengan keras. "Kamu ini keterlaluan sekali!!"
Yang benar saja, miliknya di samakan dengan dodol legit! Pikir Crystal.
Sepertinya suaminya itu sudah tertular virus gesrek Oma Airin.
"Memang punyamu legit dan menggigit! Makanya aku betah berlama-lama kalau menusukmu!" jawab Ryan, membuat istrinya menggeleng-geleng kepala.
"Astaga! Kenapa mulutmu jadi tidak punya filter begitu sih?!" Crystal tidak habis pikir dengan suaminya itu.
"Apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab Ryan, cuek. Lalu menyibakkan dress istrinya ke atas hingga sebatas leher.
"Ya!! Ryan! Itu milik anakmu!" pekik Crystal ketika suaminya itu membuka pengait botol gantungnya.
"Diamlah!! Aku hanya merindukan mereka berdua! Lagi pula ini masih milikku, Aksa hanya mengontrak selama dua tahun," jawab Ryan, menatap botol gantung itu dengan mata yang berbinar dan air liurnya menetes dari sudut bibirnya.
Astaga! Sepertinya otak suamiku sedang konslet. Batin Crystal.
Ryab meremat lembut botol gantung itu dengan sangat lembut, dan memilin pucuknya yang berwarna pink itu dengan lembut juga.
"Ryan," dessah Crystal, meremat rambut suaminya. Sentuhan yang sudah lama tidak ia rasakan, dan membuatnya sangat bergairah, hingga bagian bawahnya berkedut dengan cepat.
"Heum." Ryan hanya berdehem, sambil terus melanjutkan aktifitasnya. "Sayang boleh aku menyesapnya?" tanya Ryan, menatap pucuk botol gantung itu dengan nafssu.
__ADS_1
"Jangan! Nanti ASInya keluar," jawab Crystal, memejamkan matanya, menikmati pilinan lembut yang di berikan oleh Ryan.
"Heum, baiklah!" jawab Ryan, lalu menutup dress istrinya dengan asal, lalu membelakangi istrinya.
Sepertinya Ayah satu anak itu sedang merajuk, karena tidak di beri jatah menyusu.
"Sayang, kamu marah?" tanya Crystal, membenarkan pakaiannya yang berantakan.
"Tidak!" jawab Ryan singkat, padat dan jelas.
Crystal menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tahu jika suaminya itu sedang marah kepadanya. "Maafkan aku, kamu harusnya mengerti jika ini adalah milik anakmu," ucap Crystal, sembari menyentuh dadanya.
"Sudah malam tidur!" ucap Ryan.
"Tapi, kelonin," pinta Crystal dengan manja, sembari menusuk-nusuk punggung suaminya dengan jari telunjuknya.
"Huh! Ya sudah!" jawab Crystal ketus, lalu menarik selimut untuk menghangatkan tubuhnya, dan membelakangi suaminya.
*
*
*
Pagi harinya di rumah keluarga Fadaei.
Seluruh penghuni rumah tersebut berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. Tidak terkecuali Crystal yang duduk di samping suaminya samblil memngku Aksa.
__ADS_1
Devan dan Raya menatap anak dan menantunya bergantian.
"Kalian ini kenapa? Sejak tadi saling diam, tidak seperti biasanya," tegur Devan.
Ya, karena biasanya keluarga kecil itu akan tampak harmonis dan juga mesra, tapi pagi itu Ryan dan Crystal terlihat saling diam tidak bersuara.
"Tidak apa-apa, Pi," jawab Ryan, mengambil nasi dan menuangkannya ke atas piringnya sendiri.
"Tidak apa-apa bagaimana? Bukankah kamu sedang marah kepadaku?" sahut Crystal menatap suaminya jengah.
Ryan terdiam sambil terus memakan sarapannya, tanpa memperdulikan ocehan istrinya.
"Hei! Kalian sedang bertengkar ya? Maaf bukannya ikut campur tapi ada baiknya masalah kalian segera di atasi dan jangan sampai berlarut-larut." Raya memberi nasehat kepada anak dan menantunya tersebut.
"Kami tidak bertengkar, Mam. Hanya saja dia marah karena tidak boleh menyusu!" jawab Crystal apa adanya, sambil menunjuk suaminya dengan dagunya.
Uhuk ... Uhuk ...
Devan dan Ryan yang sedang memakan sarapannya pun sampai tersedak ketika mendengar jawaban Crystal.
"Crys!" tegur Ryan.
"Apa?! Memang benar 'kan kalau kamu marah karena tidak aku ijinkan untuk— emphhh," belum selesai berbicara mulutnya di sumpal suaminya dengan tahu goreng.
"Diam dan nikmati sarapanmu!" ucap Ryan dengan datar.
Devan dan Raya saling pandang kemudian mereka terkekeh geli sendiri, karena mereka sekarang tahu masalah apa yang di hadapi anak dan menantunya itu.
__ADS_1
Likenya jangan lupa ya, satu like dari kalian sangat berarti untuk emak❤❤❤