Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Touch me!


__ADS_3

Jomblo menepi!!! Area dewasa!!!


Sudah di Warning! Tapi kalau masih nyinyir mending skip aja!!! Dari pada nanti berkomentar pedas dan bikin Author down!


Malam hari telah tiba, masih di kediaman keluarga Fadaei.


Crystal memanyunkan bibirnya dengan kesal, karena suaminya tidak kunjung menyentuhnya.


Padahal dirinya sudah memakai lingerie yang super seksoy untuk menarik perhatian dan gairah suaminya, akan tetapi Ryan terlihat sangat cuek dan seolah tidak memperdulikannya.


"Apa kamu menjadi punya kelainan? Setelah aku melahirkan?" celetuk Crystal, kepada suaminya yang sedang duduk bersandar di headboard tempat tidur sembari memainkan game di ponselnya.


Ryan menoleh dan menatap istrinya dengan tajam seraya meletakkan ponselnya di atas tempat tidur dengan kasar.


Kenapa istrinya berpikiran seperti itu? Tidak tahukan istrinya, jika dirinya menahan hasratnya sekuat tenaga? Pikir Ryan.


"Aku tidak menyentuhmu, bukan berarti aku punya kelainan!" sahut Ryan, masih menatap tajam istrinya.


Crystal memutar kedua matanya dengan malas, ia merasa jengah dengan Ryan yang pasti akan melontarkan alasan yang sama.


"Ya, sudah! Jika kamu tidak mau menyentuhku. Aku akan mencari pria lain!" balas Crystal dengan santai, seraya beranjak dari duduknya.


Ryan membulatkan matanya dengan lebar lalu ia mendekati istrinya, dan menyeret Crystal menuju tempat tidur dan menghempaskannya kesana.

__ADS_1


Pria itu mengeraskan rahangnya dengan kuat, dia marah dan tidak terima ketika mendengar ucapan Istrinya yang akan mencari pria lain.


"Hei!!!!" teriak Crystal memberontak, ketika Ryan menatapnya sangat tajam dan mulai mengungkung tubuhnya.


"Jika kamu berani mencari pria lain, bersiaplah kehilangan kedua kakimu!" geram Ryan lalu menundukkan kepalanya dan mencium bibir istrinya dengan sangat rakus.


"Empph!" Crystal berusaha untuk melepaskan ciuman kasar itu dan akhirnya berhasil. "Hah ... Hah ... ." Crystal meraup udara sebanyak mungkin ketika ciuman itu terlepas.


"Aku juga tidak akan mau dengan pria lain! Jika di rumah sudah ada yang panjang dan besar," ucap Crystal dengan nada menggoda, lalu tangannya merambat turun kebawah dan menyentuh tombak sakti mandra guna yang sudah menegang keras dan menganggukkan kepala seolah minta segera di puaskan.


Ryan menatap sayu istrinya dan mendesis nikmat ketika tombak saktinya di urut secara perlahan di bawah sana.


"Touch Me, My Hubby." Crystal berucap dengan suara seksoy dan menggoda, salah satu tangannya masih mengurut tombak sakti suaminya dan tangan lainnya mengambil tangan Ryan lalu di letakkannya di area dadanya.


"Bagaimana, apa kamu masih tidak mau menyentuhku?" tanya Crystal yang sudah terbakar gairah.


"Aku sangat ingin menyentuhmu, tapi aku takut jika akan melukaimu," ucap Ryan dengan parau, bertanda jika dirinya sudah sangat bergairah namun pria itu menahannya.


"No! Kamu tidak akan menyakitiku," ucap Crystal lalu mengarahkan tangan Ryan menuju pintu lembahnya yang sudah tidak tertutup oleh kain.


Nafas Ryan semakin memburu ketika melihat penampakan lembah milik istrinya yang terlihat semakin tembem, kemudian ia membelai lembut pintu lembah yang terlihat merekah dan berwarna Pink itu.


"Sshhh, ah." Crystal menggelinjang pelan, ketika merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Sebuah sentuhan hangat dari suaminya yang sudah lama tidak ia rasakan.

__ADS_1


"Masukan, sayang," mohon Crystal, karena dirinya sudah tidak tahan lagi. Lembahnya berkedut hebat seolah ingin segera melahap beda panjang, besar dan berurat milik suaminya.


"Aku sangat menikmati sentuhanmu, aku tidak terluka percayalah." Crystal meyakinkan suaminya yang masih terlihat ragu untuk memulai penyatuannya.


"Baiklah, sayang," ucap Ryan pada akhirnya, lalu ia menegakkan tubuhnya seraya melepaskan kaos dan boxernya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang.


"Jika sakit katakanlah." Ryan membuka kedua kaki istrinya dengan sangat lebar, kemudian ia mulai memposisikan dirinya.


Kemudian Ryan mulai menghujamkan tombak saktinya ke dalam lembah kenikmatannya dengan sangat pelan.


Crystal mencengkram sprei yang ada di bawah tangannya, saat tombak sakti mandra guna itu mulai melesak masuk kedalam intinya. Rasanya sangat sakit sama seperti saat Ryan mengambil keperawanannya.


Crystal sekuat tenaga menahan agar dirinya tidak memekik sakit dan tidak menangis, agar suaminya tidak menghentikan kegiatan yang mengenakan itu.


"****!!" umpat Ryan, ketika merasa sangat kesulitan untuk menembus pertahanan istrinya, namun sekali lagi dia mencoba dengan sekali hentakkan, tombak saktinya sudah tertanam sempurna di dalam milik istrinya.


Rasanya sangat legit dan berkedut-kedut pelan, membuat Ryan merem-melek ke enakan.


"Apa sakit sayang?" tanya Ryan, menatap wajah istrinya yang terlihat memerah.


"Tidak, sayang. Bergerak lah, aku sangat merindukan percintaan panas kita," jawab Crystal, lalu menarik tengkuk Ryan, dan mencium bibir Ryan dengan sangat lembut.


Percintaan panas itu pun di mulai. Keduanya menyalurkan rasa cinta, kasih sayang, hasrat dan gairah yang melebur menjadi satu kenikmatan yang tidak terbantahkan. Dessahan dan lenguhan menjadi musik pengiring kegiatan panas mereka, hingga keduanya mencapai pelepasan bersama.

__ADS_1


Hot jeletot!!!🔥🥵


__ADS_2