
"Hoek." Pagi-pagi sekali Ryan sudah terbangun dari tidurnya karena merasakan perutnya yang bergejolak. Ia menatap jam yang ada di atas nakas.
"Baru jam 5 pagi," gumamnya, lalu melepaskan pelukan istrinya dan beranjak menuju kamar mandi, karena perutnya bergejolak kembali.
Saat sudah di kamar mandi, ia langsung menundukan kepalanya di wastafel untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Kenapa aku menjadi lemah begini," gumamnya, sembari membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dari keran wastafel itu. Tubuh Ryan, mendadak menjadi sangat lemas dan kepalanya terasa pusing.
Sementara itu, diatas tempat tidur Crystal menggeliat dan tangannya meraba di sisi sebelahnya.
Kosong? Batin Crystal masih memejamkan mata, saat tidak menemukan suaminya. Ia merasa kehilangan guling hidupnya yang hangat dan sangat nyaman itu.
Crystal membuka kedua matanya dan segera mendudukan diri seraya menggaruk ketiaknya yang terasa gatal. "Kemana dia?" gumam Crystal, menoleh ke samping kiri.
"Hoek." Samar-samar Crystal mendengar suara orang yang sedang muntah di kamar mandi. Tidak berfikir lama, Crystal langsung menuju kamar mandi dengan keadaan tubuh yang masih polos.
"Sayang." Crystal terlihat panik saat melihat suaminya sedang mengalami morning sicknees.
Crystal segera menghampiri suaminya itu, dan berniat untuk memijat leher Ryan.
"Jangan mendekat nanti kamu ikut mual," cegah Ryan, sembari mengangkat salah satu tangannya bertanda jika Crystal harus menghentikan langkahnya.
Sontak saja Crystal langsung menghentikan langkahnya. "Tapi, kamu—"
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa," ucap Ryan, sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar dan lalu membasuh wajahnya lagi dengan air.
"Sayang, kamu begini juga karena aku, bukan?" Crystal berjalan mendekat lagi, kemudian ia memeluk suaminya dari belakang.
"Aku tidak apa-apa," ucap Ryan lagi, lalu membalikkan badannya dan menangkup wajah Crystal dengan kedua tangannya.
Wajah Ryan tampak memerah dan matanya juga sama merahnya, mungkin efek ia muntah tadi. Akan tetapi wajah Ryan yang seperti itu malah menambah kesan seksih di mata Crystal, bahkan miliknya menjadi berkedut tidak karuan.
Ah, mikir apa aku. Batin Crystal, segera menepis pikiran mesum dari kepalanya.
"Kamu itu tidak kreatif! Kata-kata yang kamu ucapkan itu-itu terus! Dasar kanebo kering!" gerutu Crystal dan menatap kesal suaminya.
Ryan terkekeh ketika istrinya menggerutu kepadanya. "Aku 'kan bukan tipe orang yang pandai merangkai kata-kata, akan tetapi aku pandai dalam segal hal termasuk membuatmu lemas di atas ranjang," jawab Ryan, membela diri.
"Tentu saja aku mesum, apa lagi jika suguhkan pemandangan yang seperti ini." Ryan tidak melanjutkan ucapannya, melainkan langsung membelai lembah yang di tumbuhi rumput halus dan berwarna hitam itu.
"CK!" Crystal berdecak kesal, sembari menepis tangannya yang merabat masuk kedalam pintu lembahnya.
"Jangan membual! Kamu ini romantisnya cuma diatas ranjang doang!" kesal Crystal, lalu berjalan keluar dari kamar mandi itu.
Plak
Ryan dengan sengaja menepak pantat Crystal yang terlihat bulat dan menggoda di depan matanya.
__ADS_1
"Ryan!" kesal Crystal, menoleh dan menatap tajam suaminya.
"Aku tidak sengaja melakukannya," ucap Ryan tidak merasa bersalah, lalu segera mendahului istrinya.
"Awas saja kau!"
*
*
*
"Sayang! Cepat sedikit!" teriak Crystal, kepada suaminya yang sedang membuatkan telor ceplok untuknya.
"Huh!" Ryan mendengus kesal, sembari menggoreng telur diatas teflon.
Bagaimana tidak kesal, jika istrinya itu meminta telur ceplok yang tidak lazim, ingin telur ceplok tapi bentuknya harus sama dengan miliknya sendiri.
Gila bukan? Sepertinya istrinya itu sengaja mengerjainya.🤣
"Bisa tidak sih!" teriak Crystal lagi dari ruang tamu.
"Banyak bacot!" maki Ryan.
__ADS_1
Jangan lupa dengan cara like komentar, like, vote dan gift semampunya😘😘