Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Ungkapan sebuah perasaan


__ADS_3

Ryan tersenyum lalu mengecup bibir istrinya dan menghujamkan tombak saktinya ke dalam lembah istrinya hingga mencapai ke titik yang terdalam ketika ia menyemburkan susu kental manisnya.


"Terima kasih, Sayang," ucap Ryan, lalu mencabut penyatuannya dan mendudukan diri di sofa dengan posisi bersender di sofa tersebut. Nafasnya terengah dan ia memejamkan matanya sesaat, lalu menghirup udara sebanyak mungkin.


Sedangkan Crystal pun melakukan hal yang sama seperti Ryan.


"Kamu menyebalkan!" gerutu Crystal, karena Ryan sangat tahu kelemahannya.


Ryan tersenyum lalu mencondongkan tubuhnya dan mengecup bibir istrinya lagi dengan mesra.


"Aku memang tidak pandai merayu, yang aku bisa adalah membuatmu mendesaah di bawah kungkungan ku," ucap Ryan, tergelak lalu mengusap paha istrinya dengan sensual.


"Ish!" Crystal menepis kasar tangan suaminya.


"Masih marah? Atau mau nambah lagi? Aku masih bisa melakukannya satu ronde lagi," ucap Ryan, menaik turunkan alisnya.


Crystal menatap tombak suaminya yang terkulai lemas di bawah sana. Tombak sakti yang seperti terong rebus tampak keriput namun masih terlihat besar.


Lagi bobok ganteng aja gede benget kayak gitu. Batin Crystal, bergidik ngeri membayangkan keperkasaan suaminya yang selalu membuatnya lemas tidak berdaya.


"Bisa pingsan aku, kalau kamu melakukannya lagi," ucap Crystal, seraya menggeleng pelan karena suaminya itu selalu kuat dan long time.

__ADS_1


"Tapi kamu suka 'kan? Bukankah yang besar dan kuat itu yang di cari setiap wanita?" tanya Ryan, di iringi dengan gelak tawa.


"Apaan sih!" sungut Crystal, wajahnya sudah bersemu merah karena perkataan suaminya ada benarnya. Dia sangat menyukai milik suaminya yang sangat besar, kuat dan panjang.


Crystal tidak munafik akan hal itu.🤭


"Ayo kita mandi lagi," ajak Ryan, beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Crystal sembari mengulurkan tangannya kepada istrinya.


Crystal tidak menyambut uluran tangan suaminya, akan tetapi tangannya terulur untuk menyentuh si tombak sakti yang gondal-gandul di depan matanya, terlihat besar dan sangat menggemaskan.


"Sayang!" Ryan memundurkan badannya ketika tangan Crystal menyentuh kepala botak si tombak sakti.


"Ih, pelit! Aku mau pengang dikit doang! Lagian itu punyamu kenapa tetap besar walau lagi bobok ganteng?" tanya Crystal dengan penasaran.


"Sudah besar dari pabriknya!" sahut Ryan asal, lalu menggendong tubuh polos istrinya menuju kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan panas mereka.


Crystal langsung sigap melingkarkan ke dua tanganya di leher kokoh suaminya, saat tubuhnya di gendong suaminya ala bridal style.


"Kamu romantis banget kalau di dalam kamar, jadi pengen kekepin kamu terus," ucap Crystal, sembari mengecup leher suaminya.


"Crys!" Ryan merinding ketika lehernya di cium oleh istrinya, dan ia tidak suka itu.

__ADS_1


"He hee, sorry. Habisnya mau cium bibir kamu tidak sampai sih," ucap Crystal, sembari memonyongkan bibirnya.


Cup


Ryan mengecup bibir istrinya sekilas, lalu ia menurunkan tubuh istrinta di bawah guyuran shower.


"Hanya mandi saja, Oke!" Crystal mengingatkan suaminya, ketika Ryan akan menyabuni kulitnya.


"Oke, baby," jawab Ryan, dan menundukkan kepalanya untuk mengecup perut istrinya yang telihat buncit itu dengan mesra.


*


*


Disisi lain tepatnya di sebuah Cafe yang tidak jauh dari kampus Safira.


Safira tercengang saat mendengar pengakuan perasaan Aries kepadanya.


"Ries! Kamu tidak sedang bohongkan?" tanya Safira dengan wajah terkejutnya, karena ia tidak habis pikir dengan pria yang duduk di hadapannya itu bisa mencintainya sedalam itu.


"Aku mengatakan yang sejujurnya, sudah lama aku memendam perasaan ini kepadamu, Fir," jelas Aries, menatap wajah Safira dengan lembut.

__ADS_1


Hayohh, Safira pilih yang mana nih?


Jangan lupa dukung karya Emak ya, dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift semampu kali


__ADS_2