Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Menjalankan Missi


__ADS_3

Selepas Devan dan Ryan berangkat bekerja, Raya menghampiri putrinya yang saat ini sedang menyusui Aksa di ruang keluarga.


"Ya ampun, kenapa anakmu sangat tampan sekali," puji Raya, ketika sudah duduk di samping Crystal sembari mengusap pipi gembul cucunya.


Crystal hanya tersenyum saja, menanggapi ucapan ibunya.


"Crys, apa kamu tidak membantu suamimu?" Raya mulai pembicaraan yang serius.


Crystal mengerutkan alisnya, bingung dengan pertanyaan ibunya yang ambigu.


"Maksud Mami membantu bagaimana?"


"Ya, membantu mengeluarkan cairan injeksi suamimu," jawab Raya, absurd.


Crystal menghela nafas panjang, dan kini mengerti arah pembicaraan ibunya. "Aku sudah sering kali menawarkan bantuan, tapi Ryan selalu menolak padahal dia sudah tidak menyentuhku sudah hampir tiga bulan," jelas Crystal dengan jujur dan kepolosannya.


"Hah?! Hampir tiga bulan? Bisa begitu ya?" Raya terkejut, mendengar penjelasan putrinya.


"Heum, Ryan itu pria yang berbeda. Makanya aku juga heran, bagaimana bisa dia menahan hasratnya selama itu," lanjut Crystal, tersenyum geli mengingat suaminya yang sedang merajuk karena tidak kasih susu cap botol gantung.


"Patut di acungi jempol! Tidak seperti Papi mu yang selalu tidak betah kalau menahannya terlalu lama."

__ADS_1


Crystal terkekeh geli, mendengar ucapan Ibunya.


"Sampai sekarang pun begitu, padahal sudah tua tapi jatah jungkat-jungkitnya tidak pernah absen," gerutu Raya, sambil mengingat tingkah suaminya yang menyebalkan.


"Berarti aku termasuk wanita yang beruntung karena mendapat suami seperti Ryan, yang tidak mementingkan nafssu semata," ucap Crystal, ada rasa bangga di dalam hatinya karena mendapat suami seperti Ryan yang sangat pengertian.


"Ya, pria seperti Ryan sangat langka dan kamu harus bisa menjaganya dengan ekstra! Apalagi jaman sekarang banyak uget-uget gatel yang bertebaran di mana saja." Raya mengingatkan putrinya.


Crystal mengangguk pelan, ingatannya kembali ke beberapa bulan yang lalu di mana suaminya di goda oleh Polwan. Tiba-tiba perasaannya menjadi gelisah, ia takut jika suaminya tergoda wanita di luar sana. Walaupun Ryan bukanlah tipe pria seperti itu, akan tetapi hal dia takutkan itu bisa saja terjadi, bukan?.


*


*


*


Ceklek


Terdengar suara kamar mandi terbuka dan keluarlah Ryan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya menutupi Tombak saktinya yang bobok ganteng di dalam sana dan memperlihatkan tubuh kekarnya yang sangat menggoda.


Crystal beranjak dan menghampiri suaminya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi, sembari mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.

__ADS_1


"Sayang." Crystal memanggil suaminya dengan suara yang menggoda.


Ryan menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengusak rambutnya kemudian ia menoleh dan mengernyit heran ketika melihat istrinya memakai lingerie seksih.


"Kamu mau apa?" tanya Ryan dengan penuh keheranan dan terdengar datar.


Crystal yang tadinya bersemangat untuk menjalankan missinya kini menjadi lesu, ketika mendengar pertanyaan suaminya yang datar.


Dasar kanebo kering! Tidak peka! Kesal Crystal dalam hati, menatap sebal suaminya.


"Kamu mau menggodaku?" tanya Ryan lagi.


"Tidak! Aku hanya gerah!" jawab Crystal dengan ketus lalu berbalik arah menuju tempat tidur dan merebahkan diri disana.


Ryan terkekeh pelan lalu menghampiri istrinya dan memeluk istrinya dari belakang. "Kalau gerah jangan pakai baju," ucap Ryan, dan tanpa di sangka ia merobek lingirie itu hingga terbelah menjadi dua bagian.


"Ryan!" pekik Crystal, sembari membalikkan badannya menghadap suaminya, seraya menutupi botol gantungnya yang gondal-gandul di dadanya.


"Apa?! Singkirkan tanganmu!" titah Ryan, menatap dua botol gantung yang begitu menggiurkan di mata Ryan.


Bonus Visual Abang Ryan🥵

__ADS_1


Bayar pakai like dan Vote ya!



__ADS_2