Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Sakit perut


__ADS_3

Lagi-lagi waktu bergulir dengan cepat, usia kandungan Crystal sudah memasuki usia 9 bukan. Dan dirinya pun sudah selesai mengerjakan skripsinya tepat waktu.


"Akhirnya kita sebentar lagi akan lulus," ucap Crystal kepada dua temannya.


Saat ini mereka sedang berada di kantin kampus, untuk mengisi perut mereka yang keroncongan.


"Iya. Apa rencana kalian setelah lulus kuliah?" Cindy balik bertanya kepada dua temannya.


"Kalau gue sudah pasti menjadi penerus di perusahaan daddy, dan juga melanjutkan impian gue, menjadi model terkenal," jawab Caramel, dengan pasti.


"Bukannya, daddy lo nggak setuju kalau lo jadi model?" tanya Crystal, menaikan salah satu alisnya menatap temannya tidka percaya.


"Lo kayak nggak tahu sifatnya dia yang pembangkang, Lek," sela Cindy, terkekeh pelan sembari menatap Caramel yang mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"Dah lah, kalau gue mau jadi ibu rumah tangga saja," ucap Crystal, sembari mengusap perutnya yang bucit itu. Dan di angguki kedua temannya.


"Kalau gue mau ngejar cintanya Abang Aries saja deh," ucap Cindy langsung mendapat toyoran dari ke dua temannya itu.


"Dasar dodol! Emangnya Aries mau sama modelan kayal lo!" ucap Caramel, membuat Cindy cemberut kesal.

__ADS_1


"Ya, namanya juga usaha!" jawab Cindy ketus, dan mencebikkan bibirnya dengan kesal.


Crystal menggeleng pelan melihat tingkah sahabatnya yang mulai menjadi budak cinta.


Crystal mengerutkan keningnya sambari mengusap perutnya yang terasa keram. "Aduh!" Crystal memekik sakit, sambil menggigit bibir bawahnya.


Mendengar temannya mengaduh kesakitan, Cindy dan Caramel yang sedang berdebat pun menoleh dan wajah mereka berubah panik ketika melihat Crystal kesakitan.


Cindy beranjak dari duduknya dan menghampiri Crystal yang duduk berseberangan dengannya, sedangkan Caramel mengusap peluh yang membanjiri kening Crystal.


"Lek, jangan bikin kita panik!" ucap Caramel.


"Aduh perut aku sakit banget," ucap Crystal, mengusap perutnya yang semakin mengencang.


"Bisa diam tidak!" sentak Caramel. "Kayaknya Bulek mau lahiran deh," lanjut Caramel, sembari mengelus perut Crystal yang terasa kencang.


Mendengar perkataan temannya, Cindy menjadi sangat panik dan heboh.


"Eh! Aduh tolongin dong! Temen kita mau mbrojol nih!" teriak Cindy, kepada orang-orang yang ada disana.

__ADS_1


"Aduhh!! Perut gue sakit banget!! Huhhhh hahhhhhh. Hubungi laki gue!" ucap Crystal sembari menghembuskan nafasnya berulang kali dan mencengkram tangan Caramel dengan kuat.


"Sakit Crystal!" pekik Caramel ketika kuku-kuku panjang Crystal menembus kulitnya.


Beberapa mahawasiswa mengerumini Crystal, untuk melihat keadaan wanita hamil itu.


"Biar gue bantu angkat, kalian bawa mobil 'kan?" tanya seorang mahasiswa tampan yang ada disana, tidak tega melihat Crystal kesakitan.


"Iya, pakai mobil gue saja," usul Caramel. Kemudian pemuda itu mengangkat tubuh Crystal menuju tempat parkir dimana mobil Caramel ada disana.


"Bawa kerumah sakit terdekat saja!" ucap Caramel kepada pemuda itu yang sudah duduk di balik kemudi dan Crystal sudah berada di jok belakang bersama dua sahabatnya.


"Oke!" jawabnya lalu melajukan mobil tersebut dengan kecepatan penuh.


"Aduhh sakit banget perut gue!! Huh huh huhh." Crystal merasa sangat kesakitan dan mengehembuskan nafasnya berulang kali. Sedangkan kedua temannya berusaha memberi kekuatan kepadan Crystal, dengan cara mengusap perut dan punggung Crystal.


"Lebih sakitan mana, waktu di perawanin sama Pak Ryan?" celetuk Cindy tidak berfilter.


Crystal yang sedang merasa kesakitan menjadi sangat kesal dengan temannya itu dan langsung menarik rambut Cindy dengan kuat. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini, temannya itu melontarkan pertanyaan yang sangat absurd.

__ADS_1


Bentar lagi babynya launching, kira-kira cewek apa cowok ya??


Senin votenya mana? Nggak kasih vote eike cubit kalena atu-atu! 🤣


__ADS_2