
Tidak terasa mobil yang di tumpangi Ryan dan Crystal sudah sampai di depan pintu gerbang Universitas XX, di mana Crystal menimba ilmu disana.
"Langsung ke kantor?" tanya Crystal, ketika suaminya sudah mematikan mesin mobil.
Ryan menoleh ke arah istrinya seraya mengangguk dan tersenyum tipis. "Nanti aku akan menjemputmu," ucap Ryan, sembari melepaskan seatbeltnya lalu mencondongkan tubuhnya ke arah istrinya dan mengecup pipi Crystal dengan mesra.
Cup
Crystal menoleh dan menatap kesal suaminya, seraya mengusap pipinya yang baru saja di kecup oleh Ryan.
Ryan mendengus kesal, kemudian ia mengecup pipi Crystal lagi dan Crystal pun melakukan hal yang sama, mengusap pipinya kembali.
"CK! Kenapa kamu mengusap pipimu?" tanya Ryan dengan nada yang penuh kekesalan.
"Seharusnya kamu menciumku di sini," ucap Crystal, seraya memonyongkan bibirnya ke arah Ryan.
Ryan tersenyum kecil, lalu dengan cepat ia menarik tengkuk istrinya dan mencium bibir berwarna pink itu dengan penuh kelembutan dan menyesapnya atas bawah bergantian.
Crystal memejamkan matanya menikmati ciuman itu, dan juga ia turut membalas setiap pagutan yang di berikan oleh suaminya.
Ciuman yang berlangsung hampir lima menit itu oun berakhir, keduanya saling melemparkan senyuman dan tatapan penuh cinta.
Rasa kesal yang singgah di hati Crystal meluap entah kemana, saat mendapat perlakuan manis dari suaminya.
"Aku mencintaimu," bisik Ryan, lalu mengecup bibir istrinya sesaat.
Ah, manisnya. Andai saja dia semanis ini setiap hari. Batin Crystal, bahagia.
Crystal tersenyum malu, lalu memeluk tubuh suaminya. "Aku juga sangat mencintaimu," balas Crystal penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Hem, aku tahu. Sekarang cepatlah keluar dari dalam mobil!" titah Ryan, mode datar dan cuek lagi, seraya menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Ish!" Crystal mendengus kesal, lalu melepaskan pelukannya dan segera keluar dari dalam mobil tersebut dengan perasaan yang teramat kesal kepada suaminya.
Dasar kanebo kering!! Tadi romantis dan sekarang datar dan sangat menyebalkan!! Umpat Crystal di dalam hati.
Blam
Crystal menutup pintu mobil dengan kuat.
"Dasar menyebalkan!!!" teriak Crystal kepada suaminya, sembari menghentakkan kakinya dengan kesal, saat mobil yang di kendarai suaminya langsung melenggang pergi begitu saja.
"Aku pastikan nanti malam kamu tidak akan mendapatkan jatahmu!!" geram Crystal.
Tapi apa aku bisa menolak pesonanya sang sangat hot itu? Di senyumin saja sudah membuat jantungku ingin lepas dari tempatnya. Batin Crystal, sembari membayangkan suaminya yang sedang mengungkungnya sambil mendesaah nikmat.
Sial! Kenapa malah membayangkan keperkasaannya! Kesal Crystal, di dalam hati, seraya mengetuk kepalanya berulang kali.
*
*
*
"Aku akan segera sampai di Rutan!" ucap Ryan, dengan salah satu anggotanya melalui sambungan telepon.
Ryan langsung mematikan teleponnya begitu saja, dan menambah laju kecepatan mobilnya.
Tidak berselang lama, ia sampai di Rutan dimana Jeff di tahan disana.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dia bisa kabur!!!" tanya Ryan dengan nada penuh penegasan, kepada para Sipir yang ada di disana.
Suasana di ruangan tersebut sangat mencekam, semua orang yang ada di sana tidak ada yang berani bersuara dan tidak ada yang berani menatap atasannya yang tengah murka.
"Maaf, Pak, kami kecolongan," jawab salah satu sipir yang ada disana.
"Kecolongan? Apa kerja kalian tidur!" tanya Ryan, menatap tajam sipir tersebut.
"Maaf, Pak." Menjawab sembari menundukan kepalanya.
"Tegakkan kepalamu!" titah Ryan, kepada sipir tersebut.
Sipir tersebut mengangkat kepalanya dan menatap atasannya dengan perasaan ketakutan.
Rahang Ryan mengeras, saat menatap wajah dan sorot mata Sipir tersebut.
"Segera introgasi dia, karena aku yakin jika dia yang membantu Jeff kabur dari tahanan!" titah Ryan dengan tegas, kepada anggotanya yang ada di sana.
Makasih semuanya, sudah dukung karya emak gesrek, love you all.
Bonus Visual
Abang Ryan
Uh, bibirnya seksoy jadi pengenšš
Crystal cantik bangetā¤
__ADS_1