
Ryan mendesah frustasi sembari menatap istrinya yang terlihat serius belajar. Sudah hampir satu minggu istrinya itu mendiamkannya dan tidak memberikannya jatah si lontong. Crystal benar-benar marah kepadanya.
Bagi Ryan lebih baik menakhlukkan penjahat dari pada menakhlukkan istrinya yang sedang merajuk.
Ryan yang kaku dan tidak pandai menggombal seperti pria pada umumnya menjadi pusing sendiri, karena sudah berbagai cara ia lakukan untuk membujuk istrinya, akan tetapi Crystal tidak kunjung memaafkannya.
Apa yang harus aku lalukan, biar dia tidak marah lagi. Batin Ryan bertanya.
Ryan menatap istrinya dengan dagu yang bertumpu di salah satu tangannya. Ia sedang memikirkan cara untuk meluluhkan istrinya, dan tiba-tiba ada ide yang melintas di kepalanya. Ia menyeringai licik
"Sayang," panggil Ryan.
"Heum," jawab Crystal hanya berdehem saja tanpa menoleh.
"Semangat belajarnya ya," ucap Ryan pada akhirnya, karena bingung harus berkata apa lagi.
"Iya," jawab Crystal singkat.
Ryan menatap istrinya dengan dagu yang bertumpu di salah satu tangannya. Ia sedang memikirkan cara untuk meluluhkan istrinya, dan tiba-tiba ada ide yang melintas di kepalanya. Ryan menyeringai licik lalu menghampiri istrinya yang masih duduk di dekat meja belajar, kemudian ia memeluk istrinya itu dari belakang.
__ADS_1
Bawaan pengen bobokkan kalau lihat visualnya abang Ryan 🤣🤣🤣🙏
"Ck! Minggir!" Crystal melepaskan tangan Ryan yang melingkar di perut buncitnya itu.
"Tidak mau!" jawab Ryan, semakin mengeratkan pelukannya. "Aku merindukan anakku," ucap Ryan dengan manja, sembari mengusap lembut perut Crystal, lalu bibirnya mengecupi leher jenjang istrinya yang putih mulus tanpa cela itu.
"Tapi anakku tidak merindukan Papanya yang menyebalkan!" jawab Crystal ketus dan masih berusaha untuk melepas tangan Ryan.
"Benarkah?" tanya Ryan, ia menegakkan badannya dan dengan cepat ia mengangkat tubuh istrinya menuju ranjang.
"Ya!" pekik Crystal terkejut ketika tubuhnya di angkat suaminya begitu saja dan di rebahkan di atas ranjang yang besar itu.
"Aaron Ryan! Apa yang kau lakukan! Aku masih marah denganmu ya!" kesal Crystal memberontak di bawah kungkungan Suaminya.
"Tentu saja ingin menghilangkan rasa kesalmu itu," jawab Ryan, lalu mengungkung tubuh istrinya dan langsung menyambar bibir istrinya itu dengan sangat menuntut.
"Empphhh." Crystal masih berusaha untuk memberotak, namun beberapa saat kemudian ia menjadi terbuai dan membalas setiap pagutan yang yang di berikan suaminya.
Ryan tersenyum penuh kemenangan di sela ciumannya itu. Melihat istrinya yang sudah terbuai, Ryan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung melucuti seluruh kain yang menempel di tubuhnya dan juga di tubuh istrinya hingga keduanya polos tanpa sehelai benang.
Ryan menatap kagum tubuh istrinya yang terlihat semakin sexy dan menggoda di matanya.
__ADS_1
"Ryan," racau Crystal, ketika salah satu tangan Suaminya itu mengelus pintu lembahnya dengan gerakan sensual, dan jari-jari itu perlahan mulai masuk kedalam lembahnya dan bergerak maju mundur dengan gerakan yang beraturan.
Melihat istrinya terus mendesah dan menggeliat keenakan, membuat Ryan tidak bisa menahan dirinya lagi.
Di cabutnya jarinya dari lembah yang sudah basah itu kemudian ia membuka kedua kaki istrinya dengan lebar, selebar pinggangnya. Lalu ia mulai memposisikan dirinya dan mengarahkan tombak saktinya menuju lembah yang terlihat basah dan merekah itu.
Dengan sekali hentakkan yang lembut, Ryan berhasil melesakkan tombaknya itu kedalam lembah kenikmatan istrinya.
"Argghhh," desaah keduanya ketika tombak sakti itu sudah tertanam sempurna di sana.
Ryan mulai memaju mundurkan pinggulnya.
Crystal memejamkan matanya dan meremat kedua lengan suaminya, ketika kenikmatan itu mulai ia rasakan. Sungguh nikmat dan begitu sangat nikmat yang ia rasakan saat ini, hingga membuat rasa kesal dan emosinya meluap entah kemana.
"Sayang, ahh ah," desaah Crystal ketika Ryan terus menghujamnya dengan penuh kelembutan. Bibir Ryan menciumnya dan beralih menyesap pucuk buah pir itu bergantian, membuat Crystal tidak berhenti mendesah.
"I love You, sayang," racau Ryan, menatap sayu istirnya, salah satu tangannya meremat buah pir istrinya dengan gerakan sensual.
"Me too, ahh Ryan fasterr!" pekik Crystal ketika ia akan mencapai pelepasan.
"Bersama sayang," ucap Ryan, semakin mempercepat gerakannya, hingga keduanya itu mencapai pelepasan bersama.
__ADS_1
Masih pagi kenapa gerah banget ya? 🤣