
"Aku mencintaimu Crys! Seperti apa yang sudah aku katakan sebelumnya jika aku sangat mencintaimu! Bukankah sudah aku katakan jika kamu hanya perlu percaya kepadaku apa pun yang terjadi nantinya, dan tetap berdiri di tempatmu." Ryan membuka suara, menatap Crystal dengan lembut.
"Aku minta maaf," lanjut Ryan, dengan perasaan bersalahnya.
Crystal mengusap air matanya dengan kasar, dan tanpa membalas ucapan Ryan, ia langsung pergi meninggalkan Ballroom Hotel tersebut.
Tanpa memperdulikan suaminya yang berdiri kaku menatapnya.
Apa kamu pikir mudah, menjadi diriku? Yang harus selalu mengerti posisimu? Bahkan kamu tidak pernah bertanya kepadaku tentang perasaanku yang sesungguhnya. Dan lebih parahnya lagi, kamu mengorbankan aku demi mencapai missi mu! Hatiku sakit, hancur berkeping-keping! Batin Crystal, teriris perih.
Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu ia mengikuti istrinya, keluar dari Ballroom hotel tersebut.
"Kita pulang," ucap Ryan, menarik tangan Crystal menuju mobilnya.
Crystal diam tidak bersuara, ia pun tidak menolak saat Ryan menarik tangannya.
Di dalam mobil tersebut hanya ada keheningan. Baik Crystal maupun Ryan tidak ada yang bersuara, keduanya itu larut dalam pikiranya masing-masing. Hingga tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sampai di basment apartemen Ryan.
__ADS_1
"Biarkan aku sendiri," ucap Crystal, membuat Ryan menelan ludahnya dengan kasar dan terdiam kaku.
"Crys, maaf karena melukai dan menyakitimu. Tapi, percayalah jika aku sangat mencintaimu." Ryan, mencoba untuk meyakinkan istrinya, agar tidak pergi meninggalkannya.
"Aku percaya," jawab Crystal dengan lirih. "Kamu adalah ayah dari anakku, tapi untuk saat ini biarkan aku sendiri. Dan biarkan luka ini sembuh dengan sendirinya," lanjut Crystal, mencoba untuk tetap tenang.
Crystal memalingkan wajahnya, seraya mengusap air matanya dengan kasar.
"Crys, bukankah itu terlalu egois?" Ryan tidak setuju dengan ucapan istrinya.
"Apa kamu tidak sadar jika kamu lah yang paling egois disini! Mengorbankan istrimu demi Missimu, apa itu tidak keterlaluan namanya?!" sentak Crystal dengan kuat. "Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Bagaimana sakitnya hatiku? Bahkan pria itu menjilat pipiku saja, kamu diam saja!!" lanjut Crystal penuh emosi.
Namun satu hal yang tidak bisa ia ungkapkan kepada istrinya adalah kebenaran jika Jeff mengincar nyawa Crystal. Biarkan semua begitu adanya. Yang terpenting saat ini, istrinya sudah aman.
Entah apa yang ada di pikiran Ryan saat ini, hingga ia menutupi sebuah kebenaran itu.
"Maaf, karena melukaimu terlalu dalam." Ryan menatap wajah istrinya yang terlihat sembab, ia meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat. "Aku yang membuatmu terluka, harusnya aku juga yang menyembuhkannya," lanjut Ryan, kemudian salah satu tangannya lagi mengusap pipi Crystal dengan lembut.
__ADS_1
Crystal menatap wajah suaminya dengan datar. "Apa kamu yakin bisa menyembuhkannya? Hatiku sudah hancur menjadi serpihan kayu yang akan sulit untuk kamu rangakai kembali!"
"Aku yakin bisa!" Ryan begitu meyakinkan. Namun Crystal menggeleng dengan pelan.
"Beri aku waktu untuk sendiri!" ucap Crystal.
Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu ia memajukan badannya, kemudian mengecup pipi Crystal berulang kali. "I Love you," bisik Ryan, dengan lembut.
Bibir Crystal terasa kelu, air matanya menetes kembali membasahi pipinya. Crystal hanya mengangguk sebagai jawaban ungkapan perasaan Ryan.
Lagi-lagi Ryan menghela nafasnya, lalu tangannya terangkat untuk mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut.
"Berapa waktu lama yang kamu butuhkan?" tanya Ryan, dengan berat hati.
"Tidak tahu," lirih Crystal.
Siapa sih yang ngirisin bawang disini? Pedes nih mataðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan ya dengan cara like, komentar, vote, dan kasih Gift semampu kalian aja🥰🥰
Love you all😘