Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Aku bukan pria baik


__ADS_3

"Jangan di ulangi lagi!" ucap Ryan dengan datar kepada Safira.


Safira tergugu dan menatap Kakak iparnya dengan tatapan terkejut, karena ia belum menjawab pertanyaan Kakak iparnya, akan tetapi Ryan sudah tahu kesalahannya.


"Iya, kak." Safira menjawab dengan lirih.


"Sekarang bubar dan lakukan tugas kalian! Dan kau Aries, jika kecolongan lagi, habis kau ditanganku!" ancam Ryan tidak main-main, sembari mengelus senjata api yang terselip di pinggangnya.


"Baik, Pak!" jawab Aries dengan tegas.


Setelah breifing pagi yang di lakukan oleh Ryan, kini saatnya Safira melakukan tugasnya yaitu menghubungi Jeff agar menjemputnya menuju kampus, sedangkan Aries tetap berada di posisinya yaitu mengawasi Safira dari jauh.


Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya Jeff sudah sampai di depan gerbang rumahnya.


"Jeff, maaf karena selalu merepotkanmu," ucap Safira di selingi senyuman manis, padahal di dalam hatinya, ingin sekali mengumpati Jeff.


"Tidak apa," jawab Jeff membalas senyuman Safira di balik maskernya. Lalu ia keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Safira.


"Oh, terima kasih," ucap Safira dengan raut wajah yang riang bahagia. Kemudian ia segera masuk ke dalam mobil tersebut.


Aktingku harus maksimal, agar dia tidak curiga. Batin Safira, sembari memasang seatbeltnya.


Jeff tersenyum ketika melihat wajah Safira yang terlihat berbeda hari ini. "Kamu berdandan?" tanya Jeff, yang sudah duduk di balik kemudi.


"Apa terlihat mencolok?" Safira pura-pura terkejut, sembari meraba wajah dan bibirnya. "Jelek ya?" tanya Safira lagi.

__ADS_1


"Kamu cantik, tapi lebih cantik jika kamu terlihat natural," jawab Jeff, seraya mengelus pucuk kepala Safira dengan lembut. Kemudian ia segera melajukan mobilnya, menuju Kampus Safira.


Alamak! Kalau begini terus yang ada aku duluan yang baper. Batin Safira.


"Ah, begitu ya. Aku hapus saja make upnya," ucap Safira, lalu mengambil beberapa lembar tissu yang terletak di dasboard mobil tersebut.


"Tidak perlu," jawab Jeff.


"Tapi kamu bilang kalau aku lebih cantik kalau terlihat natural."


Jeff terkekeh dan melirik sekilas gadis yang duduk di sampingnya itu. "Kok sepertinya kamu berdandan untukku, ya?" tanya Jeff, dengan pedenya.


"Kalau iya memangnya kenapa, salah?" Safira balik bertanya, dengan raut wajah yang terlihat menggemaskan di mata Jeff.


Jeff sedikit tercengang. "Benarkah?" tanya Jeff lagi, dan Safira mengangguk dengan pasti.


"Apa perlu alasan? Apa lagi kamu sudah mengambil ciuman pertamaku!" sewot Safira, lalu memalingkan wajah ke kiri, menatap jendela mobil.


"Maaf," jawab Jeff.


"Hanya maaf? Aku pikir kamu melakukannya karena ada rasa kepadaku!" seru Safira dengan keras dan menatap wajah Jeff dari samping. "Apa hanya aku yang terlalu percaya diri," lanjut Safira dengan suara yang melemah dan terdengar sangat menyedihkan.


Jeff tercengang ketika mendengar kalimat terakhir Safira. Kemudian ia menepikan mobilnya, lalu menarik tangan Safira kedalam genggamannya.


"Fir—"

__ADS_1


"Aku pikir kamu berbeda dengan pria lainnya. Ternyata aku salah!" potong Safira seraya menatap Jeff dengan penuh kekecewaan, lalu ia menarik paksa tangannya dari genggaman hangat itu.


"Tidak begitu, kamu salah jika jatuh cinta kepadaku, karena aku bukanlah pria yang baik untukmu," jelas Jeff, menatap lembut gadis yang ada di dekatnya itu.


Safira diam membisu, sedangkan Jeff menghela nafasnya dengan kasar kemudian ia melanjutkan perjalanannya menuju Kampus Safira.


"Aku rasa setelah ini kita tidak perlu bertemu lagi!" tegas Safira, tanpa menatap Jeff.


Jeff menoleh ke arah Safura lalu menepikan mobilnya lagi.


Sedangkan Aries yang mengikuti dari belakang, berdecak dengan kesal. "Apa dia kehabisan bensin? Sejak tadi berhenti terus!"


"Coba katakan lagi!" ucap Jeff.


"Aku bilang, kita tidak perlu bertemu lagi!" jawab Safira dengan lantang dan menatap Jeff dengan nyalang.


Jeff mengeraskan rahangnya, lalu ia membuka membuka maskernya, kemudian menarik tengkuk Safira dan mengecup bibir manis itu dengan cepat hingga membuat Safira tidak sempat menghindar.


CUP


"Emphhh."


Bersambung ah,


Tiba-tiba otakku ngelag😆😆🙈

__ADS_1


Kasih likenya dulu, ntar di sambung lagi 🤭


__ADS_2