
WARNING AJA!!
Udah pahamkan? Kalau ada kata keramat di tulis segede itu? Jadi jangan nyinyir! Oke!
Sampai di rumah, Ryan meletakkan Aksa di atas tempat tidurnya sendiri. Ya, Aksa sudah mempunyai kamar sendiri di sebelah kamar kedua orang tuanya. Kamar yang dulu di tempati Ryan, saat masih menjadi bodyguard Crystal, kini di sulap menjadi kamar Aksa.
"Tidur yang nyenyak ya, Boy! Papa dan Mama akan membuatkan adik untukmu," ucap Ryan, pelan lalu mengecup pipi Aksa dengan pelan juga.
Setelah memastikan Aksa tidur dengan nyaman dan nyenyak, Ryan keluar dari kamar putranya dan memasuki kamarnya sendiri.
"Aksa sudah tidur?" tanya Crystal, berjalan mendekati suaminya yang baru memasuki kamar.
"Heum." Ryan hanya berdehem saja, sambil menatap istrinya yang sudah mengenakan lingerie seksoy berwarna putih transparan sangat kontras dengan kulit Crystal yang putih, bersih, lembut selembut sutra dan memperlihatkan dada montok, juga bagian inti istrinya yang terlihat jelas dari balik kain tipis itu.
Crystal tersenyum lalu tangannya terangkat membuka satu persatu kancing kemeja milik Ryan dengan gerakan sensual. Sesekali tangannya nakal mengelus tombak sakti milik suaminya yang sudah menegang.
__ADS_1
"Ternyata sudah menegang ya? Uh, gede banget sih," ucap Crystal, dengan nada di buat seperti mendesah.
Ryan menjadi geram karena istrinya terlalu berani mempermain benda keramatnya.
"Kamu ingin merasakannya?" desis Ryan, lalu membalikkan tubuh Crystal menjadi membelakanginya, dan meremat buah pir milik istrinya bergantian dengan gerakan yang cukup kuat.
"Yeah, sangat ingin," jawab Crystal, lalu membalikkan badannya lagi dan secepat mungkin ia menurunkan celana panjang berikut boxer suaminya dan tersembul lah tombak sakti yang sudah menegang tinggi, sangat besar, panjang dan berurat, membuatnya tidak sabar untuk merasakan keperkasaan suaminya.
"Oke! Sebentar lagi kamu akan merasakannya, aku akan membuatmu terus mendesaah tiada henti," bisik Ryan, lalu menarik tengkuk Crystal dan melumaat rakus bibir yang sudah menjadi candunya itu. Ryan melepaskan kemejanya dan membuangnya asal di atas lantai, dengan bibir yang masih bertaut.
Ryan tersenyum miring, lalu ia mulai merangkak naik dan mengungkung tubuh molek Istrinya.
SRAK
Lagi-lagi Ryan tidak sabar dan merobek lingerie milik istrinya dengan sekali tarikan.
__ADS_1
"Ryan! Kenapa di robek lagi? Itu baru beli kemarin! Dan harganya dua juta!" omel Crystal. Tapi, tidak di dengarkan oleh suaminya.
"Ryan, ah." Crystal memejamkan matanya erat dan mengerang saat suaminya menyesap pucuk dadanya bergantian. Dan salah satu tangan kekar itu merambat turun menuju lembah yang sudah terasa lembab.
"Sudah basah?" Ryan tersenyum mesum, lalu menarik jarinya dari sana dan ia mulai memposisikan dirinya di sela paha Crystal.
"Ahh, Ryan, emphhh." Crystal mendesaah ketika tombak sakti yang super jumbo itu melesak masuk ke dalam bagian intinya.
"Oh Yeah." Ryan mengerang sambil mendongakkan sedikit kepalanya dan memejamkan matanya, menikmati kenikmatan yang sangat luar biasa yang di berikan oleh istrinya. Ia memaju mundurkan pinggulnya dengan kecepatan sedang, hingga membuat istrinya terus mendesaah kuat.
Percintaan panas dan panjang itu pun baru di mulai dan Ryan membuktikan ucapannya jika dirinya akan membuat istrinya lemas tidak berdaya di bawah kungkungannya.
"Aku lelah, Ryan!" rengek Crystal, tapi dia masih menikmati hujaman yang di berikan oleh suaminya.
"Sebentar lagi! Bertahanlah sayang. Sebentar lagi. Arggghhhhh!" Ryan mengerang panjang dan menghentakkan tombak saktinya sampai ke titik yang paling dalam, bersamaan ia menyemburkan cairan injeksi ke dalam rahim istrinya.
__ADS_1