
"Aku mencintaimu!" teriak Safira histeris dan seketika itu tubuhnya merosot ke lantai, kemudian ia memakai cicin berlian itu ke jari manisnya dan ternyata sangat pas dan sangat indah melingkar disana, lalu ia menciumi cincin itu berulang kali dengan penuh kasih sayang.
Aries yang masih berada di sana, dan menatap Safira dengan tatapan yang sulit di artikan. "Fir, sudah waktunya kita pergi," ucap Aries mendekat, dan berjongkok di dekat Safira.
"Semua berakhir sangat menyakitkan!" ucap Safira dengan sangat lirih. "Kenapa, hah?" teriak Safira dengan lantang, dan air matanya terus membasahi pipinya.
"Bukankah sudah aku katakan sebelumnya, jika jangan menangkapnya!" ucap Safira.
"Fir! Hukum tetap berlaku bagi siapa saja yang melakukan kejahatan," jawab Aries, dengan nada yang sangat tegas.
"Kenapa hatimu menjadi goyah?!" tanya Aries, menatap sendu Safira.
"Aku baru menyadarinya, jika aku benar-benar mencintainya," jawab Safira, dengan suara seraknya.
"Sekarang katakan! Apakah salah jika aku mencintainya?!" Safira kembali terisak perih.
"Kamu tidak salah, akan tetapi takdir kalian lah yang membawa kalian ke situasi seperti ini," jawab Aries, berlapang dada.
"Bukan takdir!! Tapi kalian! Kalian semua yang membuat ku seperti ini!" sentak Safira dan menatap Aries penuh kebencian.
__ADS_1
"Fir—"
"Tapi bagaimana jika aku melawan takdir yang sudah tercipta ini?" tanya Safira, beranjak dari atas lantai sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menatap setiap sudut ruangan itu, mengingat kenangan manis dan pahit dengan Jeff yang baru beberapa saat yang lalu tercipta bersama.
Kenangan manis saat Jeff mengungkapkan perasaan cintanya dengan sangat tulus dan di saat bersamaan, Safira baru menyadari perasaannya sendiri jika dirinya juga mencintai Jeff.
Dan kenangan pahit, ketika Ryan menghubunginya disaat Jeff berada di kamar untuk mencari cincin berlian yang saat ini melingkar di jari manisnya.
Ryan, memutuskan untuk menangkap Jeff saat itu juga, akan tetapi Safira memohon dengan sangat kepada kakak iparnya itu agar tidak menangkap Jeff.
Namun permohonan Safira tidak di dengarkan oleh Ryan.
*
*
*
Disisi lain Jeff yang sudah berada di mobil tahanan.
__ADS_1
Jeff menatap kedua tangannya yang terborgol. Ia menghela nafasnya dengan berat. Di samping kanan dan kirinya ada dua polisi bersenjata api yang mengawalnya.
Pertama kali melihatmu, aku sudah sangat tertarik kepadamu. Kamu gadis pertama yang mampu mencuri hatiku dan mengalihkan duniaku. Sehingga aku melupakan tujuan awalku! untuk balas dendam kepada Ayahmu!
Tapi, tidak aku kira. Disaat hatiku sudah penuh dengan namamu, semuanya hanya semu. Aku pikir, kamu juga mencintaiku, tapi ternyata aku salah.
Safira, aku benar-benar mencintaimu. Hanya kamu yang mampu menumbuhkan rasa cinta di dalam hati ini, akan tetapi kamu juga yang menghancurkan semua rasa ini. Batin Jeff, sangat perih.
Ryan yang duduk di jok mobil yang berhadapan dengan Jeff hanya menghela nafasnya dengan pelan.
"Terlalu mendramatisir tidak baik untuk perasaanmu!" ucap Ryan, datar namun mengandung sindiran.
Akan tetapi Jeff hanya diam, tidak menanggapi ucapan Ryan.
"Berdoa saja, semoga kau tidak di hukum mati!" lanjut Ryan.
"Aku bukan pria yang lemah yang takut dengan kematian!" jawab Jeff dengan tegas, menatap Ryan dengan penuh permusuhan.
Ah, embuh lah😭😭
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya, like dan vote!!!