Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Dendam masa lalu


__ADS_3

"Sudah masuk peragkap!" Ryan berbicara melalui HT. Sembari mengawasi istrinya dari kejauhan, dadanya terasa panas saat melihat istrinya di dekati pria lain.


"Pak, anda baik-baik saja?" tanya anggotanya yang menyamar menjadi tamu undangan juga.


"Aku baik, dan menjauhlah! Kau membuatku mual!" kesal Ryan, sembari menutupi hidungnya namun matanya tetap mengamati istrinya yang sedang duduk berhadapan dengan pria tersebut.


"Pak, jika tidak tahan lebih baik kita sergap sekarang."


"Jalankan sesuai rencana kita, jangan pedulikan perasaanku!" tegas Ryan, menatap tajam anggotanya.


"Siap!"


*


*


*


Crystal tersenyum canggung, sembari mengendarkan matanya. Ia berharap suaminya cepat kembali.


Kemana kanebo kering itu? Apa dia sengaja meninggalkan aku? Batin Crystal menggerutu kesal, sembari meremat kedua tangannya yang ada di atas pangkuannya.


"Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Pria itu, tersenyum manis. Namun bagi Crystal senyuman itu nampak mengerikan.


"Iya," jawab Crystal singkat.


"Perkenalkan namaku Jeff." Pria itu mengulurkan tangannya.


Crystal menyambut uluran tangan itu. "Crystal."


"Nama yang cantik, secantik orangnya," ucap Jeff, tersenyum mempesona, lalu ia sedikit menarik tangan Crystal dan....


Cup

__ADS_1


Jeff, mengecup punggung tangan dengan mesra.


"Jangan melebihi batas anda, Tuan!" sentak Crystal, sembari menarik tangannya dengan kasar.


Di sudut lain, Ryan mengetatkan rahangnya dengan kuat. Ia emosi saat melihat tangan istrinya di sentuh oleh pria lain.


Crystal beranjak dari duduknya, dan dengan kasar ia mengambil tasnya yang tergeletak diatas meja.


"Sial! Kemana dia!" maki Crystal.


"Kamu mencari suamimu? Aaron Ryan? Kamu pikir dia akan kembali bersamamu? Dia hanya memanfaatkanmu saja!" ucap Jeff dengan santai, ia menoleh kebelakang dan menatap punggung Crystal.


Deg


Jantung Crystal berdetak tidak beraturan, saat mendengar penuturan pria tersebut. Ia memejamkan matanya sejenak, sembari meremat kedua tangannya dengan kuat.


"Kamu berada disini karena sudah di umpankan kepadaku," ucap Jeff, tersenyum puas saat melihat pundak Crystal naik turun, bertanda jika gadis itu tengah menahan emosi.


Ryan menggeram kesal karena Jeff sudah mengetahui rencananya, ia mendengar semua percakapan Jeff dan Crystal, karena dirinya memasang penyadap suara di gaun istrinya yang ia sambungkan di headset yang menempel di telinganya.


"Kita harus bergerak pak!!" salah satu anggotanya, sudah tampak berang.


"Jangan gegabah!" Ryan menahan anggotanya itu.


"Pak!! Anda sudah gila! Mengorbankan istri sendiri!"


Namun Ryan tidak mendengarkan umpatan anggotanya itu, ia fokus memantau Crystal dan mendengarkan ucapan Jeff selanjutnya.


*


*


Jantung Crystal semakin berdetak tidak karuan, dan juga ketakutan saat mendengar ucapan pria gila yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Apa maumu!"


"Mauku ingin membalas perbuatan Ayahmu yang sudah membuat ibuku menderita selama ini!" ungkap Jeff.


"Aku pikir, kau itu sudah gila!" umpat Crystal, dan tidak percaya dengan ucapan pria tersebut, lalu ia memberanikan diri menatap wajah Jeff yang sangat mengerikan.


Dengan cepat Jeff, mengaitkan tangannya ke leher Crystal. Jeff terlihat seperti sedang memeluk Crystal dengan mesra dari belakang.


"22 tahun yang lalu, Ayahmu membuang ibuku dan aku ke negara terpencil, disaat usiaku masih berusia 10 tahun! Kami hidup terlunta-lunta disana, seperti binatang dan tidak ada siapapun yang kami kenal disana, bahkan untuk makan saja kami kesulitan! Tapi, kalian hidup bahagia disini tanpa beban!" Jeff, mengucapkannya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia mengingat mendiang ibunya yang menderita tiada akhir hingga sampai ajal menjemput, saat Jeff berusianya 20 tahun, dan dari sanalah ia mulai menanamkan dendam di hatinya dan akan membalas perbuatan keji yang telah dilakukan Devan Fadaei.


Crystal tergugu saat mendengar ucapan Jeff yang menyayat hati. Air matanya mengalir deras tanpa diminta, bagaimana Ayahnya bisa berbuat keji seperti itu? Antara rasa sedih, marah dan kecewa bercampur menjadi satu di dalam rongga dadanya.


"Aku dengar kau adalah anak kesayanganya bukan? Lihat apa yang akan aku lakukan kepada anak kesayangan, Devan Fadaei." Jeff menyeringai licik, lalu mengeluarkan pisau kecil dari saku jasnya.


Pesta pernikahan itu masih berjalan lancar dan tidak ada yang menyadari jika disana ada seorang gadis yang ketakutan. Mungkin karena tamu udangan yang terlalu banyak dan juga suara musik yang sangat keras membuat semua orang yang ada disana tidak menyadari.


Jeff tersenyum sinis, lalu mulai mengangkat tangannya yang menggenggam pisau kecil dan mengarahkannya ke leher Crystal.


Mata Crystal membola dan menatap takut pisau yang mengarah kelehernya. "Jangan,, pleasee!!!!" Mohon Crystal, menangis meraung ketakutan. Jeff mulai menggores leher Crystal dan sedikit mengeluarkan darah.


Ryan, Papi! Kalian memang bajingan! Aku membenci kalian!! Batin Crystal, mengumpati kedua orang itu.


Jeff, semakin menekan pisaunya dan .....


DOR


DOR


"Arghhh!!"


Jangan lupa beri dukungan untuk emak gesrek yang otaknya lagi lempeng ini,🤣🤣


Bikin naskahnya tegang mulu dari kemarin,🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2