
Hari minggu di kediaman keluarga Fadaei.
Sesuai dengan janjinya kepada Ayahnya. Selama satu minggu itu Safira tidak pernah menemui Jeff lagi.
Menahan kerinduan yang mendalam, begitu menyiksa batin Safira, akan tetapi sebisa mungkin ia mencoba untuk menahan dan menepis segala rasa yang mencuat di dalam dadanya.
"Fir!" teriak Crystal ketika melihat adiknya mengepel lantai rumah mereka.
Mendengar suara teriakan Nona mudanya, membuat para Maid yang sedang sibuk dengan pekerjaannya langsung berlari mendekati Crystal, dan bersiap menerima omelan, karena membiarkan Safira mengerjakan pekerjaan rumah.
"Apa?" sahut Safira datar, tanpa menoleh dan tangannya masih sibuk memegang gagang alat pel itu.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Crystal dengan penuh keheranan, matanya mengendar manatap satu persatu para maid yang berdiri tidak jauh dari sana.
"Dan kalian, kenapa membiarkan adikku mengerjakan pekerjaan ini!!!" tanya Crystal dengan lantang, berjalan mendekati adiknya dan merampas alat pel tersebut dengan kasar.
"Kak!!!" protes Safira.
"Diam kamu!!"
"Maafkan kami, Nona. Kami sudah melarang Nona Safira, tapi—"
"Kak! Jangan memarahi mereka! Aku yang memaksakan mereka!" potong Safira, lalu merebut alat pel itu lagi dari tangan Kakaknya.
__ADS_1
Crystal menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap adiknya dengan kesal. Kemudian ia mengibaskan tangannya ke arah para Maid, bertanda jika mereka segera membubarkan diri dan melanjutkan pekerjaannya.
"Apa ini salah satu caramu untuk melupakan Jeff?" tanya Crystal, dan Safira menganggukan kepalanya.
Crystal menggelengkan kepalanya berulang kali, ketika melihat respon adiknya. "Memangnya tidak ada cara lain? Kau 'kan bisa mengerjakan tugas kampus dan juga belajar biar otakmu itu menjadi lebih pintar!" ucap Crystal penuh sindiran.
"Diamlah! Bukan urusanmu! Lagian kamu mana tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini! Kamu mana pernah patah hati! Percintaanmu itu lurus seperti jalan toll!" sahut Safira, meluapkan kekesalannya, membuat Crystal langsung bungkam.
Mendengar perkataan Adiknya, Crystal langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju kamarnya, dimana suaminya masih tertidur di sana.
Brak
Crystal memasuki kamar dan menuntup pintu kamar itu dengan sangat keras.
"Tidak!" jawab Crystal, lalu berjalan menghampiri suaminya dan duduk di hadapan Ryan.
"Lalu kenapa wajahmu itu cemberut?" tanya Ryan, sembari mengusap perutnya, karena rasa mual terus datang menghampirinya hingga membuat tubuhnya menjadi sangat lemas.
"Apakah penyelidikan tentang kasus Jeff sudah ada hasilnya?" Crystal balik bertanya, kepada suaminya.
Ya, beberapa hari yang lalu, pemerintah melakukan penyidikan Kasus Jeff.
"Sudah!" jawab Ryan, merebahkan dirinya lagi lalu menepuk sisi sebelahnya yang kosong.
__ADS_1
Crystal tersenyum manis, lalu merebahkan dirinya di samping Ryan dan memeluk tubuh kekar suaminya yang masih bertelanjang dada itu.
"Benarkah sudah ada hasil? Lalu apakah Jeff terbukti seorang bandar atau bukan?" tanya Crystal, sembari menusuk-nusuk dada bidang Ryan yang di tumbuhi banyak bulu itu.
"Nanti kamu akan tahu, jika dia terbukti seorang bandar maka dia akan di jerat hukuman seumur hidup dan jika dia bukan seorang bandar maka dia akan mendapat keringanan hukuman," jelas Ryan, lalu merengkuh tubuh istrinya.
"Ish! Masih pagi!" Crystal menepis tangan suaminya yang mulai merambat masuk kedalam dress yang di kenakannya.
"Memang kenapa kalau masih pagi?" tanya Ryan cuek, tangannya sudah menangkup buah pir yang tidak terbungkus kain.
"Apa tadi malam kurang?" tanya Crystal, menggigit bibir bawahnya ketika Ryan memilin biji kacang yang tumbuh di pucuk buah pir itu.
"Kurang," jawab Ryan, dengan suara paraunya.
"Uhhh," desaah Crystal.
Bersambung ahh🤣🤣
Authornya mulai losss dolll lagi🤣🤣
Terimakasih sudah mendukung karya emak, mampir juga ke karya baru emak yang berjudul MY HOT ART, yang super hot jeletot level 100🤣
Emak juga ucapan mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua, para kesayanganku. Jika ada salah-salah kata dari emak. Emak ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya❤❤
__ADS_1