Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Tawaran dari Ryan


__ADS_3

Ryan menatap pria tampan yang duduk di hadapannya itu.


"Bagaimana dengan tawaran yang sudah aku berikan kepadamu? Apa kamu berminat??" tanya Ryan, menatap pria yang ada di hadapannya itu dengan lekat.


"Aku masih memikirkannya," jawabnya, seraya tersenyum tipis.


"Kamu terlalu banyak berfikir! Ini adalah tawaran besar untukmu dan anggap saja kamu menerima ini juga untuk memperbaiki diri menjadi pria yang lebih baik lagi," jelas Ryan.


Pria itu terlihat menganggukkan kepalanya berulang kali, sepertinya dia masih mempertimbangkan tawaran Ryan dengan matang.


"Pikirkanlah sekali lagi, ini demi kebaikanmu dan juga masa depanmu." Ryan berucap sembari menepuk tangan pria tersebut berulang kali.


"Iya baiklah, aku menerimanya," jawabnya dengan mantap, seraya menganggukkan kepalanya.


Benar yang dikatakan oleh Ryan, jika ini adalah kesempatan besar untuknya.


Ryan tersenyum puas lalu beranjak dari duduknya. "Aku tunggu kebebasanmu." Setelah itu, ia berlalu dari sana, dan segera pulang kerumah karena hari sudah malam.

__ADS_1


*


*


Sampai di rumah, Ryan di sambut hangat oleh istri cantiknya. Segala rasa lelah setelah seharian bekerja langsung sirna seketika, saat melihat senyuman cerah istrinya.


"Sudah makan malam?" tanya Ryan, merengkuh pinggang ramping Crystal, lalu mengecup kening dan bibir istrinya.


"Belum, kan nungguin kamu," jawab Crystal seraya tersenyum manis.


"Aksa kemana?" tanya Ryan lagi, seraya melepaskan belitan tangannya dari pinggang istrinya dan melangkah bersama menuju lift.


Sampai di dalam kamar, Ryan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Crystal menyiapkan pakaian suaminya.


Tidak berselang lama, Ryan keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Crystal masih saja terpesona dengan bentuk tubuh suaminya yang sangat kekar dan berotot itu.


Tubuh kekar yang selalu mengungkungnya setiap malam dan memberikannya kenikmatan yang tidak terkira.

__ADS_1


Ah, dirinya malah membayangkan percintaan panas mereka dan membuat bagian intinya berkedut-kedut.


"Kenapa?" tanya Ryan, saat melihat Crystal menatapnya tidak berkedip.


"Tidak apa-apa," jawab Crystal malu, lalu menyerahkan pakaiannya kepada suaminya. Ryan dengan cepat memakai pakaiannya di depan Crystal tanpa malu.


"Malu ih!" Crystal menutup wajahnya sendiri ketika melihat tombak sakti yang mengkerut dan bergelantungan di bawah sana.


Pantas saja, kalau bangun sangat besar sekali. Lagi bobok ganteng saja sudah sebasar itu. Batin Crystal sambil mengintip dari sela jarinya.


Ryan terkekeh geli saat melihat tingkah istrinya yang seperti anak perawan. "Dasar mesum!" Ryan menyentil kening istrinya pelan.


"Ih! Siapa yang mesum?" Elak Crystal sembari mengusap keningnya.


Ryan menyerahkan handuk kepada istrinya, karena ia sudah selesai berpakaian. Dengan sigap Crystal menerima handuk tersebut dan menjemurnya di rak handuk yang ada di dalam kamar mandi.


Sedangkan Ryan berjalan menuju tempat tidur kecil putranya. ia melihat putranya yang tertidur pulas di dalam tempat tidur sana. Ryan menundukkan kepalanya dan mencium pipi gembul Aksa dengan sangat lembut agar putranya itu tidak terganggu.

__ADS_1


"Tidur yang nyenyak ya, Boy," ucap Ryan, lalu membetulkan selimut putranya yang sedikit berantakan.


Crystal menatap suaminya dari kejauhan, ada rasa hangat yang menjalar kehatinya saat melihat kasih sayang Ryan kepada Aksa.


__ADS_2