Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Dasar Narsis


__ADS_3

Klek


Ryan membuka pintu dengan cepat lalu menodongkan senjata apinya ke arah orang yang ada di balik pintu tersebut.


"Hei ... Hei .. turunkan senjatamu!" Walau begitu orang tersebut mengangkat tangannya dan wajahnya tampak panik.


Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Papi?" Kemudian ia menurunkan senjata apinya dan mempersilahkan Devan masuk.


"Kau membuatku jantungan ya!" kesal Devan, melangkah masuk kedalam apartemen tersebut. "Dimana anak gadisku? Apa kamu sudah menjelaskan semuanya?" tanya Devan, mengendarkan matanya di setiap sudut apartemen mewah itu.


"Belum, sesuai dengan permintaan Papi," jawab Ryan, masih berdiri di dekat pintu yang terbuka, sembari menatap punggung Devan.


"Bagus, biar aku yang menjelaskannya, karena saat ini dia pasti sangat membenciku," ucap Devan, menghela nafasnya dengan kasar.


"Aku pun di benci olehnya," sahut Ryan, sedikit kesal.


"Nanti aku akan membantumu untuk menjelaskan kepadanya," jelas Devan, tersenyum menatap Ryan.

__ADS_1


"Ya, dia ada di kamar," ucap Ryan, menunjuk salah satu kamar yang ada disana. Devan mengangguk dan melangkah kearah kamar tersebut.


Ryan tersenyum tipis dan ia akan menutup pintu apartemennya, namun niatnya di urungkan saat melihat seorang nenek tua yang berdandan nyentrik berdiri di luar pintu.


"Jadi ini tempat tinggal Crystal?" tanya nenek tua itu, sembari mengetuk-ngetukkan ujung tongkat ajaibnya ke atas lantai.


Bibir Ryan berkedut, saat melihat penampilan nenek tua yang super nyentrik itu, memakai dress seksih berwarna navy dan bergaya layaknya model papan triplek, dan jangan lupakan kaca mata fenomenal yang nangkring di hidung mancungnya. Dan yang membuat Ryan melongo lagi adalah, tongkat ajaib yang di pegang Nenek tua itu belapis berlian asli.



"Em, maaf, Nenek kenal dengn Crystal?" tanya Ryan dengan sopan, lalu membekap mulutnya dengan telapak tangannya karena ia tidak tahan untuk tertawa.


"Hah?" Ryan tampak bingung.


Cucu Gesrek? Apakah beliau ini nenek Crystal? Batin Ryan bertanya, karena ia tidak pernah bertemu dengan Oma Airin sebelumnya.


Sedangkan Devan yang baru akan berbicara dengan Crystal, tersentak keget saat mendengar keributan diluar sana.

__ADS_1


Mati aku! Aku melupakan Malin! Devan mengumpati dirinya sendiri, dan segera keluar dari kamar tersebut. Crystal menatap Ayahnya dengan kening bekerut, namun ia mengikuti Ayahnya menuju ruang tamu.


Oma Airin menatap kesal Devan yang berjalan menundukan kepalanya. "Dasar cucu menantu luknut! Mau di pecat jadi menantu Xander Clark ya!" kesal Oma Airin kepada Devan. "Apa kau tidak tahu! Kakiku rasanya mau patah karena berjalan sejauh ini!"


"Maaf," cicit Devan, masih menundukan kepalanya. Membuat Ryan semakin heran, karena Tuan Fadaei yang terkenal tegas dan juga arogan menjadi menciut seperti kerupuk yang di siram air saat berhadapan dengan Oma Airin.


Heh, kenapa Papi jadi mlempem begitu? Batin Ryan bertanya, memperhatikan Devan dan Oma Airin bergantian.


"Malin?" panggil Crystal, Oma Airin mengalihkan pandangannya kearah Crystal.


"Crys? Cucuku yang paling gesrek tapi cantik dan kecantikannya menurun dari Airin Clark," ucap Oma Airin sangat narsis, ketika melihat cucunya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.


"Ih, dasar nenek narsis." Batin Devan, hanya berani berucap dalam hati.


Jangan lupa dukung karya Emak ya, kasih like, vote, komentar, dan gift semampunya aja, makasih semua😘😘


Btw, Emak besok mau ijin ndak up ya, karena Emak mau mudik😁😁

__ADS_1


Tapi, kalau sempat ngetik di pejalanan, emak akan usahakan untuk Up... ❤❤❤


__ADS_2