
Dua minggu setelah Crystal melahirkan putra pertamanya. Kondisi Crystal sudah membaik dan sudah beraktfitas seperti sediakala. Dan ia juga menjadi ibu siaga untuk putranya. Ia benar-benar belajar untuk menjadi ibu dan istri yang baik untuk anak dan suaminya. Begitu pula dengan Ryan, melakukan hal yang sama. Keduanya itu saling membantu dan bekerja sama untuk merawat putra mereka.
Seperti malam itu, Aksa terus menangis dan hanya diam jika berada di dekapan sang Ayah. Dengan penuh kesabaran, Ryan menimang putranya sampai tertidur.
"Sayang, sini gantian aku yang menjaga Aksa," ucap Crystal mendekati suaminya. Ia sangat tidak tega melihat Ryan yang seharian sudah lelah bekerja, dan kini suaminya itu tidak bisa istrirahat di malam hari karena harus menjaga putranya yang rewel.
"Aksa sudah tidur, sayang," ucap Ryan, lalu berjalan menuju tempat tidur bayi yang letaknya berada di samping tempat tidur mereka. Ryan berjalan dan merebahkan putranya yang sudah tertidur itu dengan perlahan.
"Ah, syukurlah," ucap Crystal merasa lega.
Ryan tersenyum lalu merenggangkan kedua tangannya yang terasa pegal karena hampir satu jam dirinya menimang putranya.
"Saatnya kita yang tidur." Ryan memeluk bahu istrinya, lalu mengecup pipi istrinya dengan mesra. "Kamu harus banyak istirahat, lihatlah lingkaran matamu sudah terlihat," ucap Ryan, seraya mengusap pipi Crystal dengan lembut.
Ya, setelah mempunyai seorang bayi, kualitas tidur Crystal menjadi tidak teratur. Aksa sering bangun tengah malam dan akan tidur lagi menjelang subuh.
__ADS_1
Crystal mengangguk lalu menarik tangan suaminya ke ranjang besar mereka.
*
*
Keduanya kini merebahkan diri diatas ranjang sambil berpelukan mesra. "Aku merindukan saat seperti ini," gumam Ryan, memejamkan mata seraya menenggelamkan wajahnya di dada istrinya yang empuk itu. Karena semenjak kehadiran baby Aksa, keduanya itu hampir tidak pernah bermesraan lagi.
"Sama, aku juga sangat merindukan Momen seperti ini," ucap Crystal, seraya menyisir rambut lebat suaminya dengan jari-jari tangannya.
"Kamu kuat banget menahannya?" tanya Crystal. Ia sudah sering menawarkan diri ke Ryan, untuk melayani hasrat suaminya dengan cara lain, akan tetapi Ryan selalu menolaknya.
"Heum, kamu tahu aku seperti apa? Aku tidak akan pernah puas hanya dengan senam lima jari atau yang lainnya. Lebih baik aku menahannya," ucap Ryan, dan Crystal mengangguk mengerti.
Ya, menurut Crystal alasan suaminya itu masuk akal, karena saat bermain di atas ranjang saja suaminya sangat kuat dan long time dan tidak akan puas jika belum membuat istrinya lemas tidak berdaya di bawah kungkungannya.
__ADS_1
Jadi tidak heran, kalau Ryan menolak senam lima jari atau memasukkan tombak saktinya kedalam goa bergerigi.π
Bisa kebas tangan dan mulut Crystal, jika hal itu terjadi.π
Otak emak jadi traveling, astaga!π€£
"Tapi, kamu nggak jajan 'kan diluar sana?" tanya Crystal penuh selidik.
Ryan mengangkat kepalanya dan menatap istrinya dengan kesal. "Aku tidak suka jajan dodol basi di luar sana!" jawab Ryan, dengan ketus.
"Hah? Dodol basi?" beo Crystal, berpikir keras.
Hayoo! Dodol basi itu apa ya?π€£
Kasih like dan vote ya gaessππ
__ADS_1