Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Lihat diriku ini!


__ADS_3

Safira sudah sampai di Rutan dimana Jeff di tahan disana. Ia melangkah masuk dengan tergesa.


"Maaf, nona waktu kunjung sudah habis," ucap salah satu sipir yang ada di sana, menahan Safira yang akan menemui Jeff.


"Tapi, aku hanya melihat keadaan Jeff!" ucap Safira dengan nada memohon.


"Tidak bisa, Nona. Anda tahu jam berapa ini? Ini sudah malam dan sebaiknya anda datang kesini besok pagi saja!" tegas Sipir tersebut.


"Biarkan dia masuk!" ucap Ryan dengan sangat tegas.


"Tapi, Pak—"


"Aku yang akan menjaminnya!" potong Ryan, menatap sipir tersebut dengan datar.


"Hanya 15 menit saja!" ucap Ryan kepada Safira.


"Terimakasih, Kak," ucap Safira, tersenyum bahagia kemudian memeluk kakak iparnya dengan erat.


"Hei!!! Jangan memelukku sembarangan! Apa kau tidak lihat jika ada cap setempel kepemilikan kakakmu di wajahku!" kesal Ryan, sembari mendorong Safira dengan kasar.


"Maaf, aku terlalu bahagia," ucap Safira.


Ryan hanya mendengus kesal, kemudian ia memerintahkan sipir tersebut untuk membawa Safira bertemu dengan Jeff.


*

__ADS_1


*


*


*


Disinilah sekarang Safira duduk di sebuah ruangan khusus dan ia sedang menunggu ke datangan Jeff.


Dan tidak berselang lama, Jeff datang dengan di kawal dua polisi sangat ketat.


Safira menatap miris karena melihat keadaan Jeff yang memilukan.


"Jeff," panggil Safira, ketika pria itu sudah duduk behadapan dengannya. Kemudian kedua polisi tersebut keluar dari ruangan tersebut dan akan mengawasi di luar ruangan.


"Aku—"


"Sekarang pergilah! Bukankah ke inginanmu sudah tercapai!" ucap Jeff penuh dengan penegasan.


"Aku minta maaf," ucap Safira, menatap sendu Jeff dan matanya berkaca-kaca.


Jeff memalingkan wajahnya ketika ia melihat mata indah yang selalu menatapnya dengan teduh terlihat berkaca-kaca.


"Aku sudah memaafkan mu, jadi sekarang pergilah," tegas Jeff, menahan rasa sakit dan sesak di dalam dadanya.


"Jeff, ada satu hal yang ingin ku katakan kepadamu," ucap Safira, lalu kedua tangannya meraih tangan Jeff dan menggenggamnya dengan erat, menyalurkan kehangatan di sana.

__ADS_1


Jeff tergugu ketika ia melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Safira.


Tanpa terasa Jeff meneteskan air matanya.


"Aku mencintaimu, dan aku bersedia menikah dengan mu," ungkap Safira dengan berlinang air mata.


Jeff tersenyum getir, ketika mendengar ucapan Safira. "Sudah terlambat," ucap Jeff, membuat hati Safira semakin terluka.


"Apa kamu pikir semua ini akan mudah? Lihat diriku, apa kamu tidak malu mempunyai suami narapidana dengan kasus yang sangat berat?" tanya Jeff, menatap wajah sembab Safira, ingin rasanya ia menghapus air mata yang mengalis deras di pipi mulus Safira.


Safira menggeleng pelan. "Aku percaya dengan takdirku, dan aku percaya jika kamu akan berubah menjadi lebih baik lagi. Jeff, anggap saja diriku ini adalah penebus kesalahan Papiku di masa lalu," ucap Safira, membuat Jeff tersenyum sinis.


"Jadi, karena itu kamu menerimaku? Karena kesalahan Ayahmu di masa lalunya? Aku bisa saja melakukannya sejak dulu, merampasmu dari Ayahmu atau juga melukaimu. Akan tetapi aku tidak akan pernah bisa melakukannya, karena aku juga mencintaimu." ucap Jeff, dengan datar.


"Aku menerimamu apa adanya, seburuk apa pun masa lalumu aku akan akan menerimanya. Dan terima kasih karena sudah mencintaiku dengan begitu besar." lanjut Safira dan semakin mengeratkan genggaman tangannya dan menatap Jeff dengan sangat tulus.


"Fir, pergilah dan cari pria yang lebih baik dariku, aku adalah pendosa besar dan tidak pantas untukmu," jawab Jeff, membalas genggaman tangan Safira dan ibu jarinya mengusap lembut cincin berlian yang melingkar di jari manis yang lentik itu.


Safira menitihkan air matanya dan melepas genggaman tangannya.


"Kamu tidak akan pernah tergantikan! Apakah kamu masih meragukan aku?" tanya Safira, yang sudah sesegukan sembari mengusap air matanya dengan kasar.


Di Bab Safira, hati kalian akan bimbang memilih Jeff atau Aries. Emak membuat alurnya memang seperti itu, Jeff terlihat tidak mencintai Safira jika di hadapan orang lain, akan tetapi dalam lubuk hatinya yang terdalam, Jeff sangat mencintai Safira dan itu tidak terbantahkan.


Semoga sampai sini bisa memahami ya, dan terima kasih sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai detik ini, makasih semuanya❤❤😘

__ADS_1


__ADS_2