
Adam mengatakan kalau dia belum bisa mengatur pertemuannya dengan Salsa, karena jadwal Salsa yang sangat padat. Panji berdecak kesal mendengar hal itu. Lalu Adam menyerahkan sebuah berkas berisi alamat dan informasi lainya tentang Salsa.
Panji membacanya dengan teliti dan seksama. Dia tersentak saat tahu kalau Salsa ternyata adalah tunangan David, manajer kafe dimana Nadin bekerja dulu.
Panji menatap Adam, dan Adam mengerti arti tatapan Panji. Mereka memikirkan hal yang sama saat ini tentang David. Adam lalu memperlihatkan berkas lainya yang berisi informasi tentang David.
Richard David adalah nama lengkapnya, anak pertama pak Jonathan dan bu Ana. Dia memiliki adik perempuan bernama Stefany yang baru masuk bangku SMA, sedangkan David sendiri sudah lama menggeluti dunia bisnis sama seperti ayahnya.
David bukanlah manajer kafe, melainkan pemilik kafe itu, juga beberapa kafe lainya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Usianya juga sebaya dengan Panji.
Menurut informasi yang Adam dapat dari anak buahnya, David dan Salsa baru satu bulan bertunangan, setelah dua tahun lamanya berpacaran. Mereka berdua sama-sama berasal dari kota Surabaya. Ayah Salsa adalah sahabat baik pak Jonathan. Setidaknya itulah informasi yang didapatkan Adam dari anak buahnya.
Panji merasa ragu dengan informasi yang di dengarnya. Entah kenapa dia semakin yakin kalau Salsa itu benar-benar Nadin. Panji mulai berfikir kalau orang yang terus mengikuti Nadin waktu itu, mungkin saja orang suruhan David.
Mengingat David adalah seorang yang sangat kaya, Panji tidak ragu kalau dia mampu membayar intel yang sangat profesional dan mahal untuk mengikuti Nadin, tanpa bisa dilacak oleh anak buahnya sendiri.
Panji juga berfikir kalau orang yang dulu mengirimkan video padanya, mungkin saja David atau anak buahnya. Dan apa mungkin kebakaran itu adalah rekayasa yang dilakukan David?.
Tapi kenapa dia harus melakukan itu?. Apa karena cinta?. Apa benar karena David mencintai Nadin, hingga dia nekat melakukan hal itu. Panji ingat saat dia merasa cemburu pada sikap David yang sepertinya begitu perhatian pada Nadin, sekarang dia mengerti.
"Lo cari tahu lebih banyak tentang keluarga Salsa."
"Gue udah lakuin itu Ji, dan menurut anak buah kita, mereka tidak bisa menemukan atau melacak nama Arifin Nasrul." Terang Adam.
"Lo tahu Dam, gue semakin ngerasa yakin, kalau Salsa itu adalah Nadin. Dia masih hidup. Gue yakin." Ujar Panji.
"Gue juga sempet mikir kayak gitu Ji, tapi gue belum benar-benar yakin."
"Kita harus buktikan secepatnya." Kata Panji.
__ADS_1
Adam mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan keluarga Nadin. Menurut perkiraan Panji dan Adam, mungkin saja selama ini David telah mengurung atau menyekap mereka disuatu tempat. Dan bisa jadi dia mengancam Nadin untuk melakukan apa yang dia mau. Itulah yang difikirkan mereka.
Anak buah Panji mencari mereka di Jakarta dan Surabaya. Mereka juga mengawasi bi Sum dan Irma, karena mungkin saja Nadin mengunjungi mereka.
Malam ini Panji dan Adam mengunjungi kafe David, berharap dia bisa bertemu atau melihat Salsa disana, sayangnya dia tidak ada disana.
Setiap pulang kerja Panji juga selalu melewati jalan dimana kafe David berada. Dan malam ini sepertinya usaha Panji sedikit membuahkan hasil. Dia melihat mobil audi merah keluar dari area parkir kafe. Panji dan Adam tahu mobil itu milik David, lalu mereka mengikutinya, tanpa membuat sang pengendara mobil curiga.
Mobil merah itu berhenti tepat di depan mall Panji. Pintu mobil belakang sebelah kiri terbuka, bersamaan dengan seorang lelaki turun dari mobil itu.
Adam dan Panji tak percaya melihat siapa lelaki yang turun dari mobil David. Dia adalah Doni, sahabat Nadin. Adam dan Panji saling pandang. Mereka baru menyadari sesuatu. Iya benar, kenapa mereka tidak ingat dengan siluman belut itu
Kemungkinan bahwa Salsa adalah Nadin semakin kuat dirasakan Panji, setelah dia melihat Doni turun dari mobil David.
..
Sejak malam itu satu anak buah Panji ditugaskan untuk mengawasi Doni. Karena kalau benar Salsa dan Nadin adalah orang yang sama, pasti Nadin akan menemui sahabatnya itu.
Mereka masuk kedalam mobil toyota alphard putih lalu mobil meninggalkan butik menuju suatu tempat entah kemana, karena anak buah Panji kehilangan jejak saat mengikuti mereka.
Dia menunggu Doni di dekat mall Panji, tapi hari itu Doni tidak juga kelihatan. Sepertinya mereka tahu ada yang mengikuti Doni. Panji semakin yakin dan curiga pada David.
Hatinya megatakan David lah dalang dari semua yang terjadi. Dan kalau benar Salsa adalah Nadin, artinya sekarang Nadin dan keluarganya dalam bahaya.
Malam itu Panji dan Adam menunggu Doni di dekat gang. Hampir dua jam lamanya mereka disana, sampai akhirnya mereka melihat Doni turun dari sebuah taksi online.
"Doni !! Don....Doni.!! Panggil Panji, tapi Doni melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam gang, tanpa mempedulikan siapa orang yang memanggilnya. Bahkan dia tidak berani menoleh kebelakang.
"Doni!! Donita.!! Tunggu." Panggil Adam seraya
__ADS_1
mempercepat langkahnya hingga dia bisa menyusul Doni.
Duhh mau ngapain lagi ini cowok cakrabirawa.
"Eh mas Adam sama koko Panji, maaf ya!! Ekeu kira sapose tadi." Ujar Doni.
Tanpa basa-basi Panji langsung menanyakan kenapa dia bisa dekat dengan Salsa.
"Ohh itu...anu emmmh. Jadi gini ko, bu Ana itu kan pemilik butik tempat ekeu kerja. Jadi beliau cuman minta ekeu milihin baju yang pas dan cocok buat calon menantunya." Jelas Doni.
Panji diam, seraya menatap Doni membuat Doni salting.
" Ya sudah, kamu boleh pergi." Titah Adam, lalu Doni pun pergi menuju rumahnya.
Panji dan Adam tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Doni. Mereka tahu Doni sepertinya hanya membuat alasan untuk menutupi sesuatu.
Mungkinkah apa yang dirasakan hatinya benar, Salsa itu adalah Nadin?. Panji akan terus mencari tahu dan membuktikan kecurigaanya.
Dia nekat mendatangi rumah Salsa untuk bertemu secara langsung, karena selama ini dia belum punya kesempatan untuk itu. Bahkan undangan yang Panji berikan pada Salsa untuk kembali mengisi acara di mall-nya, ditolak oleh pihak management Salsa, membuat Panji semakin curiga.
Sepertinya mereka memang sengaja tidak ingin Panji bertemu langsung dengan Salsa. Sampai akhirnya kesempatan itu datang pada Panji. Suatu hari, Panji menghadiri acara pernikahan salah satu artis ternama ibu kota.
Kebetulan Salsa menjadi salah satu penyanyi yang mengisi acara disana. Panji nekat menghampiri Salsa yang baru saja turun dari atas panggung, hanya untuk sekedar memandang Salsa dari dekat.
Dia tertegun beberapa saat, melihat wajah Salsa yang benar-benar mirip dengan Nadin. Setelah menatapnya dari dekat, Panji sangat yakin kalau gadis didepannya ini memang Nadin, kekasihnya. Mata yang sama, hidung yang sama, alis bahkan bibir mereka pun sama.
Walau manik mata Salsa berwarna hitam, sedangkan manik mata Nadin berwarna coklat, tapi Panji tetap yakin dia benar-benar Nadin, karena gadis didepanya ini yang mengaku bernama Salsa ini memakai softlens. Pandangan mereka bertemu beberapa detik, membuat jantung Panji berdegup kencang seketika. Iya, dia Nadin. Aku yakin.Tidak pernah ada gadis yang bisa membuat jantungku berdegup kencang seperti ini, selain dia.
.
__ADS_1
.
Bersambung