
Perubahan sikap Panji kepada Mikha, membuat keluarga pak Bahtiar senang. Hanya saja ada satu hal ganjil yang dirasakan oleh Prisa. Dia merasa heran, kenapa kakaknya tidak pernah mau mengajak Mikha sendiri tanpa Nadin.
Iya, dia tahu Mikha memang dekat dengan Nadin, dan Nadin adalah pengasuh yang menjaga Mikha. Tapi kenapa kakaknya itu tidak merasa risih atau keberatan pergi dengan seorang pengasuh?
Setahu dia, kakaknya itu tidak pernah mau pergi dengan orang lain, apalagi seorang perempuan, dan dia adalah seorang pengasuh. Prisa tidak bermaksud merendahkan Nadin, hanya saja dia merasa sedikit aneh dengan sikap Panji.
Kenapa aku harus merasa aneh? Mungkin saja kak Panji gak mau ribet kalau seandainya Mikha rewel, atau ingin pergi ke toilet. Gak mungkin juga kak Panji mau ny*b*kin Mikha, kalau seandainya dia pengen ke toilet. T**api kan kak Panji bisa minta bantuan art yang ada di rumahnya. Kata Prisa dalam hatinya.
...
Sore itu, Prisa sedang di kamar Mikha, sedangkan Nadin sedang mandi di kamar mandi yang berada di dekat kamar para art. Prisa mengajak Mikha mengobrol. Dia iseng menanyakan apa saja yang dilakukannya bersama Panji selama ini.
Mikha menjawab seperti apa yang dia ingat dalam memorinya. Prisa sangat senang karena kakaknya benar-benar memperlakukan Mikha dengan baik.
"Lalu, apa yang dilakukan kak Nadin di sana?."Tanya Prisa pada Mikha.
"Kak Nadin disana selalu bersih-bersih." Jawab Mikha polos.
"Bersih-bersih?. Bersih-bersih gimana maksud Mikha?."
"Kak Nadin nyapu, ngepel, masak"
"Siapa yang menyuruh kak Nadin bersih-bersih?."
"Om Panji. Om Panji juga sering marahin kak Nadin. Tapi kadang om Panji juga bawa kak Nadin pergi."
"Pergi kemana?."
"Nggak tau." Jawab Mikha sembari menggelengkan kepalanya. Saat Panji mengajak Nadin bicara, Mikha menyangka Panji memarahi Nadin. Walau Nadin sudah meminta Mikha tidak mengatakan apa yang dia lakukan dirumah Panji, Mikha yang polos tetap saja mengatakanya saat ada yang bertanya.
Prisa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Tapi dia juga tahu, Mikha tidak mungkin berbohong. Anak seusia Mikha sangat polos dan pasti mengatakan yang sebenarnya.
Jadi ini sebenarnya alasan kak Panji membawa Nadin ikut ke rumahnya?.Tapi apa iya kak Panji menyuruh Nadin melakukan pekerjaan itu? Kenapa kak Panji melakukannya? Bukankah di rumahnya juga ada art?.
Kalau itu benar, kasihan Nadin. Tugasnya hanya menjaga Mikha, bukan bersih-bersih. Apa aku tanyakan saja langsung pada Nadin? Tapi enggak ah, mending aku cari tahu sendiri kebenaranya. Kata Prisa dalam hati.
***
Hari minggu.
Panji kembali menjemput Mikha dan Nadin, dan membawa ke rumahnya. Sesampainya di sana, Nadin melakukan tugasnya seperti biasa. Walau sebenarnya Panji sudah tidak mempedulikan hal itu lagi, tapi Nadin sepertinya sungguh-sungguh ingin melunasi hutang ganti ruginya pada Panji.
Dalam hatinya sekarang Panji juga merasa tidak tega, dan ingin melarang Nadin melakukan pekerjaan bersih-bersih di rumahnya, tapi dia sendiri bingung alasan apa yang akan dia katakan pada Nadin, agar Nadin tidak melakukan hal itu.
Kalau Panji bilang, dia sudah menganggap lunas semua hutangnya, Panji takut Nadin tidak mau datang lagi ke rumahnya.
Aku harus cari alasan yang bagus. Gumam Panji dalam hati, sambil memperhatikan Nadin yang sedang mengepel ruang tengah, lalu dia berlalu dari sana menuju taman belakang, membawa Mikha.
Walau kini Nadin mengetahui kalau ada dua orang art di rumah Panji, Nadin tetap mengerjakan apa yang biasa dia kerjakan di rumah Panji, sebagai bentuk pertangungjawabanya, sesuai kesepakatan dia dan Panji. Apalagi sekarang setiap hari minggu Panji memberi jatah libur pada art nya, secara bergiliran.
Setiap Panji menatap Nadin, ada perasaan aneh yang dia rasakan. Dia juga sangat senang melihat Nadin ada di rumahnya. Panji ingin selalu melihat Nadin. Apa mungkin dia sudah jatuh cinta padanya? Entahlah dia sendiri tidak yakin.
Bel rumah Panji berbunyi, tanda ada tamu yang datang. Salah satu art Panji, segera membukakan pintu, ternyata Prisa yang datang.
"Eh non Prisa. Silahkan masuk non."
"Makasih bi. Oh ya bi dimana kakak saya?."
__ADS_1
"Ko Panji ada di belakang non. Bibi akan memberi tahukan, kalau non Prisa datang."
"Nggak usah bi, biar nanti saya aja yang kesana. Ngomong-ngomong Mikha dan Nadin dimana?."
"Non Mikha ada ditaman bersama ko Panji. Kalo Nadin lagi ngepel."
"Ngepel?."
"Iya non."
"Dimana?."
"Diruang tengah."
Prisa menanyakan pada art itu, apa benar Nadin selalu melakukan apa yang dikatakan Mikha, dan dia membenarkan. Saat Prisa bertanya kenapa, art itu menjawab kalau itu memang perintah Panji.
Dia juga mengatakan Panji memang selalu menyuruh art nya libur di hari minggu, karena ada yang akan menggantikan tugas mereka, yaitu Nadin.
"Kemaren-kemaren bibi sama bi Lasmi gantian libur setiap hari minggu."
"Ohh gitu ya bi?"
"Iya non."
"Kalo gitu makasih ya bi, saya mau nyamperin Mikha dulu."
"Silahkan non."
Sebelum menghampiri Mikha, Prisa menghampiri Nadin yang sedang mengepel di ruang tengah. Nadin terkejut melihat Prisa ada disana.
"Eh non Prisa!! Kapan datang?."
"Baru aja. Kamu belum jawab pertanyaanku. Kenapa kamu ngepel?.Mikha mana?. Dan sudah aku bilang, jangan panggil aku non, kita seumuran, dan kita teman satu sekolah."
"Non Mikha sama ko Panji di taman belakang. Saya cuman bersihin lantai kok. Tadi non Mikha gak sengaja numpahin minuman disini." Jawab Nadin berbohong.
Duuh jadi ngeboong kan. Batin Nadin.
"Ohh gitu. Kamu gak bohong kan?." Selidik Prisa.
"Enggak non."
Aku tahu kamu bohong Nadin. Sebenernya ada apa sih ini? Kenapa Nadin harus bekerja di rumah kak Panji? Kenapa kak Panji tega nyuruh Nadin kerja di rumahnya?. Aku harus cari tahu.
Prisa yang penasaran, menanyakannya langsung pada Nadin. Awalnya Nadin mengatakan kalau itu keinginan Nadin sendiri, daripada dia bengong dan tidak melakukan apa-apa selama menunggui Mikha di rumah Panji. Tapi Prisa mendesaknya dan sudah tahu semuanya dari Mikha dan bi Ita.
Walau malu, akhirnya Nadin menceritakan semuanya, alasan kenapa dia melakukan itu. Dia menceritakan kalau semua dia lakukan sebagai bentuk pertanggung jawabannya pada Panji, karena dia telah melempar mobil Panji dengan batu, beberapa waktu lalu.
Dia tidak punya uang untuk mengganti ongkos perbaikan mobil Panji, makanya setiap hari minggu dia bekerja di rumah Panji. Dan itu sudah berlangsung sebelum Nadin menjadi pengasuh Mikha.
"Non Prisa jangan ceritakan masalah ini kepada bibi saya dan ibu sepuh ya!! Saya sangat malu, kalau mereka sampai tahu semua ini."
"Kamu tenang aja Nadin, saya tidak akan menceritakan semua ini pada siapa pun. Tapi saya harus bicarakan ini sama kak Panji."
"Jangan non!! " Sahut Nadin sedikit teriak.
"Saya mohon non Prisa jangan bicarakan semua ini sama ko Panji."
__ADS_1
"Kenapa?. Kamu takut kakak saya marah?."Tanya Prisa.
"Iya." Jawab Nadin.
"Oke kalo gitu. Aku tidak akan mengatakannya, asal kamu jangan panggil aku non lagi."
"Tapi kan non Prisa itu majikan saya. Saya gak enak, dan takut dibilang gak sopan."
"Baiklah terserah kamu."
Apa mungkin alasan kak Panji membawa Mikha kesini itu sebenernya karena Nadin?. Dia hanya ingin Nadin datang untuk membersihkan rumah ini, dan dia tidak benar-benar ingin membawa Mikha? Ah tapi aku lihat sikap kak Panji emang bener-bener udah berubah ke Mikha.
Aku harus bicarakan masalah ini sama kak Panji. Aku tahu Nadin salah sudah melempar mobil kak Panji. Tapi aku juga kasihan kalau Nadin harus kerja disini. Apa aku minta sama oma aja, jangan ijinin Mikha sama Nadin ke sini?. Biar aja kak Panji yang datang ke rumah, dan main di rumah kami, kalau memang bener dia mau ketemu sama Mikha. Tapi, kalau oma nanya kenapa, aku harus jawab apa. Batin Prisa.
Saat ini Nadin sedang membantu bi Lasmi menyiapkan makan siang, sedangkan Prisa ada di taman belakang bersama Panji dan Mikha. Dia ingin membicarakan masalah Nadin, tapi dia ragu, dan sedikit takut mengingat bagaimana sifat dan sikap kakaknya selama ini.
Tapi melihat air muka dan sikap Panji yang tidak sedingin biasanya, membuat Prisa akhirnya berani menanyakannya.
"Kak Panji, apa aku boleh menanyakan sesuatu?."
"Apa?."
"Apa benar Nadin itu kerja disini setiap hari minggu?."
Panji sedikit terkejut mendengar pertanyaan adiknya, dia langsung menolehkan kepala menatap adiknya.
Darimana dia tahu?. Tanya Panji dalam hati.
"Siapa yang mengatakan semua itu?. Apa dia sendiri yang mengatakannya?."
"Tidak, tapi aku melihatnya tadi dan kata bi Lasmi, Nadin memang setiap minggu kerja membersihkan rumah ini."
"Kalau iya, emang kenapa? Kamu keberatan?."
"Tapi kan kak, tugas dia hanya mengasuh dan menjaga Mikha, kenapa kakak harus menyuruhnya kerja disini?."
"Kamu tanyakan saja sama dia kenapa dia mau kerja disini."
"Aku sudah tahu semuanya. Dia sudah melempar mobil kakak dengan batu kan?."
"Nah itu kamu sudah tahu, kenapa kamu masih bertanya."
"Udahlah kak, maafkan dia, emang kak Panji gak kasihan sama dia?. Lagipula dia udah bertanggung jawab dengan bekerja disini."
"Kamu kenapa harus ikut campur masalah ini sih Prisa?. Dia sendiri tidak keberatan kerja disini."
"Maaf kak Panji, aku bukannya ikut campur. Dia itu temen sekolah aku, seumuran sama aku. Aku tuh cuma kasihan aja sama dia, udah jadi pengasuh, harus kerja juga disini. Kak Panji tahu kan kalau Nadin itu keponakan bi Sum?.
Dan kak Panji juga tahu sendiri, bi Sum itu sudah sangat dekat dengan keluarga kita. Walau dia cuma tukang masak, tapi papa dan oma menganggap dia sudah seperti keluarga sendiri. Dia juga yang merawat Mikha waktu Mikha belum mendapatkan suster yang merawatnya.
Bagaimanapun keluarga Nadin itu sudah banyak berjasa kepada keluarga kita, jadi aku mohon kak, kakak maaffin Nadin, dan jangan menyuruhnya kerja disini lagi, paling tidak sampai suster Wati kembali."
Panji diam.
"Aku tahu, sebetulnya kakak mempunyai hati yang baik. Nadin memang salah, tapi aku rasa dia sudah cukup membayarnya. Lagi pula kakak itu banyak uang, kalau hanya sekedar ongkos perbaikan mobil saja, aku rasa tidak akan sampai seujung kuku pun uang kakak berkurang. Anggap saja sodaqoh." Pungkas Prisa lalu meninggalkan Panji yang diam membelakanginya."
Aku juga sebenarnya tidak benar-benar ingin Nadin kerja disini. Walau dulu memang aku sangat marah dan sengaja menyuruhnya melakukan semua itu, tapi sekarang....
__ADS_1