
"Salsa?." Ujar Adam.
"Iya, Salsa. Cantik bukan?. Tak hanya wajahnya saja yang cantik, tapi suaranya juga." Puji sang klien, sambil menatap gadis itu.
Menurut klien Panji, gadis itu adalah calon menantu pak Jonathan, klien baru Panji di kota pahlawan.
Pak Jonathan adalah seorang pengusaha yang memiliki beberapa hotel mewah dan juga mall di tanah air. Dia adalah konglomerat di kota pahlawan.
Tak heran kalau waktu itu Panji melihat gadis yang dia tahu bernama Salsa itu di hotel, karena memang hotel tempat Panji menginap adalah salah satu hotel milik pak Jonathan.
Panji masih setia menatap gadis itu. Semakin dia menatapnya, wajah dan senyumnya semakin mengingatkanya pada Nadin, sampai-sampai dia berfikir kalau gadis itu benar-benar Nadin.
Panji mengajak Adam kembali ke hotel, karena dia merasa tidak nyaman berada disana. Wajah gadis itu benar- benar menyiksanya.
Secara fisik, wajah mereka memang sangat mirip, tapi dilihat dari etitutnya gadis itu memang terlihat jauh lebih sopan dan anggun. Dilihat dari segi manapun sepertinya dia memang gadis yang berasal dari kalangan atas.
Panji yang penasaran dengan gadis yang bernama Salsa itu, tidak sabar menunggu kabar dari Adam tentang asal usulnya.
"Namanya Salsabila Nasrul. Anak tunggal seorang pengusaha kuliner, bernama Arifin Nasrul. Hobi nyanyi dan hobi masak. Satu bulan yang lalu dia resmi bertunangan. Dan saat ini pak Jonathan sedang mengorbitkanya menjadi seorang penyanyi.
Sudahlah Panji, apa yang lo harapkan?. Gadis itu jelas bukan Nadin. Lo jangan menyiksa diri lo sendiri dengan harapan konyol, dan membayangkan kalau gadis itu benar- benar Nadin.
Panji akan menyelesaikan urusanya di Surabaya, karena dia ingin secepatnya kembali ke Jakarta. Dia tidak mau lagi bertemu atau melihat gadis itu.
Singkat cerita Panji dan Adam pun sudah kembali ke Jakarta. Kini dia fokus pada pembangunan mall nya. Dia ingin pembangunan mall nya segera selesai.
Di sela-sela kesibukanya, tiba-tiba Panji teringat pada gadis bernama Salsa itu. Walau dia tidak mau mengingatnya, tapi wajah dan senyumannya selalu saja menghantui Panji.
Panji mengusap kasar wajahnya, karena tidak bisa konsentrasi. Lalu dia memutuskan pergi ke makam Nadin. "Aku sangat merindukanmu Nad." Kata Panji sambil memegangi dan menatap pilu batu nisan bertuliskan nama kekasihnya.
.....
Waktu yang terus berjalan tidak membuat Panji melupakan Nadin. Sebaliknya, dia malah semakin merindukannya. Sudah sembilan bulan berlalu, tapi rasanya dia masih belum sepenuhnya merelakan kepergian Nadin. Air matanya menetes begitu saja tanpa bisa dia tahan, saat teringat pada Nadin.
Siang itu Panji dan Adam baru saja keluar dari restoran dan akan kembali menuju kantornya. Di lampu merah saat semua mobil berhenti, tak sengaja Panji melihat mobil mewah yang berhenti tepat disampingnya.
Mobil putih itu, adalah mobil yang dia lihat saat dia di Surabaya. Iya benar, itu mobil yang sama. Panji melihat plat nomor mobil ltu memang plat kota Surabaya.
Apa mungkin gadis itu ada disini sekarang?.Tanya Panji dalam hatinya.
"Ikuti mobil itu Dam." Titah Panji refleks.Tanpa banyak bertanya, Adam pun mengikuti mobil toyota Alphard putih itu, yang ternyata menuju ke gedung salah satu stasiun televisi.
Panji dan Adam memperhatikan mobil itu dari jarak beberapa meter, menunggu sang penumpang mobil keluar.
__ADS_1
Jantung Panji rasanya akan lepas dari tubuhnya saat melihat penumpang mobil keluar. Ternyata benar, gadis itu ada di Jakarta. Panji tak mengerti kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar kencang tak karuan, saat melihatnya.
"Apa kita juga akan masuk ke sana Ji?." Tanya Adam saat melihat gadis itu masuk ke dalam gedung bersama dua orang pengawal dan juga dua orang wanita yang Adam kira mungkin asistennya.
"Tidak. Kita ke kantor." Sahut Panji.
Perasaan Panji tak menentu sekarang, setelah kembali melihat gadis yang sangat mirip dengan Nadin. Dia bertanya dalam hati, kenapa gadis itu ada di Jakarta, dan kenapa juga dia harus melihat dan mengikutinya?.
Panji tidak tahu, kalau saat ini gadis itu sudah menjadi penyanyi pendatang baru yang mulai terkenal. Baru beberapa bulan pak Jonathan mengorbitkannya, nama Salsa langsung terkenal dikalangan pecinta musik, khususnya di akun-akun media sosial.
Lagu yang dia cover populer disalah satu akun sosmed yang saat ini sedang banyak digandrungi oleh semua kalangan. Lagu itu menjadi sound terpopuler di akun medsos tersebut, dan dalam sekejap namanya dikenal oleh lapisan masyarakat tanah air.
Panji tentu tidak tahu tentang hal itu, karena dia terlalu sibuk bekerja. Sedangkan Adam, dia tahu semuanya, karena anak buahnya masih terus memantau gadis itu.
Adam juga merasa penasaran dengan kemiripan Nadin dan Salsa. Adam sempat berfikir kalau mungkin saja Salsa itu adalah Nadin. Oleh karena itu dia meminta anak buahnya, terus mengawasi dan mencari tahu berita tentang Salsa.
Panji juga belum mengetahui, kalau Salsa adalah salah satu penyanyi yang akan mengisi acara pembukaan dan peresmian mall nya malam minggu ini. Adam menceritakan semuanya pada Panji. Dia terkejut sekaligus senang mengetahui hal itu. Rasanya dia tidak sabar menunggu malam minggu.
.....
Malam minggu yang Panji nantikan pun tiba. Dia sudah tidak sabar menyaksikan penampilan Salsa diacara peresmian mall-nya.
Salsa naik ke panggung megah yang ada dilantai dasar mall, karena memang acara peresmian itu diadakan dilantai dasar.
Musik mengalun, Salsa mulai menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan. Suara merdu berpadu dengan lirik lagu yang sangat menyentuh hati, membuat semua orang ikut menikmati dan terhanyut ke dalam lagu yang dibawakan Salsa, tak terkecuali Panji.
Hatinya bergetar dan sakit mendengar setiap baris syair dalam lagu yang dibawakan Salsa. Entah apa yang menyebabkan Panji merasakan hal itu. Dia tidak pernah semelow dan sebaper ini hanya karena sebuah lagu.
Dan kenapa Panji merasa lagu yang dinyanyikan Salsa adalah lagu untuknya. Ahh tidak, kenapa dia bisa berfikir seperti itu.
Semakin lama Panji mendengarkan lagu itu, dia semakin merasa lagu itu benar-benar ditujukan untuknya. Setiap lirik lagu itu begitu mengena dihatinya. Berulang kali dia mengingatkan hatinya, kalau ini hanya sebuah lagu, bukanlah kisah cintanya.
Sebenarnya aku ingin dekatmu
Namun kusadari, ku tak bisa
Tak boleh ku di sini
Bahaya, ku makin cinta
Ku tak ingin jauh, tak ingin berpisah
Mengapa semua selalu indah
__ADS_1
Saat denganmu?
Sayang untuk diakhiri
Andai engkau bisa mengerti
Betapa beratnya aku
Harus aku tetap tersenyum
Padahal hatiku terluka
Adakah arti cinta ini
Bila ku tak jadi denganmu?
Jika memang ku harus pergi
Yakinlah, hatiku kamu
Bukankah semesta yang pertemukan kita?
Haruskah kusampaikan pada bintang?
Mengapa bukan kamu
Yang memiliki aku?.
Saat melihat gadis itu bernyanyi, rasanya dia seperti sedang melihat kekasihnya. Atau gadis itu, memang benar-benar dia?. Mana mungkin ada orang yang begitu mirip di dunia ini.
Panji ingat kalau Nadin juga memiliki suara yang merdu, dan dia hobi menyanyi, sekalipun Panji tidak pernah melihat Nadin secara langsung saat bernyanyi di kafe. Dia hanya melihat rekaman dari anak buahnya.
Untuk meyakinkan dirinya, Panji harus menemui dan berbicara langsung dengan dia. Dengan begitu, Panji bisa tahu apakah gadis itu benar-benar Nadin atau orang lain.
Panji meminta Adam mengatur jadwalnya agar dia bisa bertemu langsung dengan Salsa secara pribadi. Walau sebenarnya Panji ingin melakukanya sekarang juga, tapi itu tidak mungkin, karena sekarang Salsa sudah meninggalkan mall nya.
.
.
Bersambung ☘️☘️☘️☘️
Ayo jangan lupa like,komen , komen dan favoritnya ya🤗.
__ADS_1