
Panji dan bu Ana masih berpelukan, melepaskan rasa rindu yang selama ini mereka rasakan, terutama bu Ana. Sedangkan Nadin berdiri menyaksikan adegan ibu dan anak itu dengan senyum dan rasa haru. Dia ikut merasakan kebahagian yang dirasakan bu Ana dan Panji.
Tak lama kemudian bu Ana melambaikan tangan pada Nadin, memberi kode agar dia mendekat. Nadin pun melangkahkan kakinya mendekati bu Ana dan Panji. Bu Ana tersenyum tulus kepada Nadin, lalu memeluknya dan Panji.
Bu Rika Lusiana atau bu Ana, memang selamat dari kecelakaan yang terjadi sekitar dua puluh tahun lalu. Selama ini dia sengaja menyembunyikan diri dari keluarganya, dan membiarkan orang-orang berfikir kalau dia sudah meninggal.
Kecelakaan yang dialami bu Rika, memang sudah direncanakan oleh bu Soraya. Awalnya bu Rika tidak percaya saat pak Jonathan memperingatkannya, sampai akhirnya kecelakaan itu pun terjadi.
Beruntung orang-orang kepercayaan pak Jonathan bertindak cepat dan membawa bu Rika ke rumah sakit. Sedangkan mobil bu Rika sendiri sengaja mereka ledakkan agar semua orang berfikir bu Rika tewas dalam kecelakaan itu.
Bu Soraya sangat senang mendengar kabar meninggalnya bu Rika, dia lalu menjalankan rencananya untuk mendekati pak Bahtiar, sampai akhirnya mereka pun menikah. Walau sebenarnya bu Soraya sudah mulai menggoda pak Bahtiar sejak dirinya bekerja diperusahaan bu Rika, dan pak Bahtiar juga sepertinya memang merespon sikap bu Soraya.
Pak Jonathan sendiri adalah mantan kekasih bu Rika, mereka adalah pasangan kekasih saat masih kuliah dulu. Hubungan keduanya ditentang oleh orang tua bu Rika, karena keluarga bu Rika dan keluarga pak Jonathan adalah musuh bebuyutan.
Oleh sebab itu orang tua bu Rika segera menikahkannya dengan pak Bahtiar. Dan beberapa tahun kemudian pak Jonathan pun menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Namun pernikahan pak Jonathan tidak berlangsung lama, karena istrinya meninggal, saat melahirkan anak mereka, David. Sejak dia menyandang status duda, pak Jonathan diam-diam menyuruh orang untuk mengawasi kehidupan rumah tangga bu Rika dan pak Bahtiar.
Dari orang suruhanya itulah, pak Jonathan mengetahui kalau bu Soraya ingin merebut pak Bahtiar dari bu Rika. Pak Jonathan sudah berulang kali memperingatkan bu Rika, tapi dia tidak percaya.
Setelah kecelakaan itu, bu Rika mengalami koma selama hampir satu bulan, dan setelah kondisinya sedikit membaik, pak Jonathan membawa bu Rika keluar negeri untuk menjalani serangkaian operasi plastik pada wajahnya akibat kecelakaan itu, tak heran jika kini wajah bu Rika sedikit berubah dari wajah aslinya yang dulu. Namun dia terlihat semakin muda dan cantik.
Beberapa tahun kemudian, bu Rika dan pak Jonathan menikah, dan lahirlah Stefany. Sebelumnya pak Jonathan mengubah identitas bu Rika. Setelah menikah, mereka kembali ke tanah air. Dan sejak saat itu bu Ana selalu menyuruh orang untuk mengawasi keadaan kedua anaknya.
Selain itu, bu Rika juga ingin membalas semua perbuatan bu Soraya. Awalnya dia berniat akan mengungkap kasus kecelakaan dirinya kepada pihak kepolisian, agar bu Soraya bisa dipenjara, namun pak Jonathan melarangnya, dan memilih memikirkan rencana lain.
Dan ide itu pun muncul saat pak Jonathan tahu tentang hubungan Panji dan Nadin yang sangat ditentang oleh bu Soraya.
Kebakaran yang terjadi dirumah Nadin memang skenario yang dibuat pak Jonathan dan bu Rika, untuk menyeret bu Soraya ke dalam penjara. Dan rencana mereka berhasil, bu Soraya akhirnya dipenjara.
__ADS_1
Saat pertama kali bu Rika/ bu Ana mengatakan pada Nadin kalau dia adalah calon menantunya, karena anaknya sangat mencintai dirinya, Nadin menganggap yang dimaksud bu Ana waktu itu adalah David, padahal sebenarnya maksud bu Ana adalah Panji.
Dia memang sengaja tidak mengatakan semuanya di awal, sampai akhirnya bu Ana mengatakan segalanya saat malam resepsi pernikahan David.
Nadin tidak tahu kalau selama ini David sudah memiliki seorang kekasih bernama Salsa, bahkan mereka sudah melakukan akad nikah di Surabaya. Dia sangat terkejut sekaligus bahagia, saat tahu mempelai wanita David ternyata bukan dirinya.
Dan satu hal yang tidak bisa dia percaya dan mengerti bahwa bu Ana adalah ibu kandung Panji, sampai bu Ana menjelaskan semuanya.
Panji sangat geram mengetahui kalau bu Soraya adalah orang yang telah mencelakai ibu kandungnya, hingga membuat mereka kehilangan waktu bersama selama dua puluh tahun lebih. Bu Ana menenangkanya, dan mengatakan kalau sekarang bu Soraya sudah mendapatkan balasan yang setimpal.
Bahkan selama ini bu Ana sendiri sering datang ke penjara menemui bu Soraya. Bu Ana dan semua yang ada dipenjara sudah bekerja sama, untuk menakut-nakuti bu Soraya. Mereka berakting seolah-olah tidak melihat bu Ana, dan mengatakan bu Soraya sudah gila, karena dia bicara dan berteriak sendiri, seolah-olah dia melihat hantu bu Ana. Tidak ada yang percaya padanya termasuk pak Bahtiar, suaminya. Dia yakin istrinya itu hanya berhalusinasi.
"Lalu kenapa mama tidak pernah menemui kami selama ini mah?. Kenapa baru sekarang mama menemuiku?." Tanya Panji.
"Mama juga ingin menemui kamu sejak lama, tapi mama gak bisa Panji. Dan maafkan mama, karena melakukan semua ini. Mama tidak bermaksud memisahkan kamu dan Nadin." Sahut bu Rika penuh penyesalan.
Tak lama berselang, Wily dan istrinya datang ke vila Panji, karena Panji sudah memintanya datang. Kejadian mengharukan kembali terulang, saat Wily tahu kalau ibunya ternyata masih hidup.
Dia dan bu Ana saling berpelukan sambil menangis bahagia. Seperti halnya Panji, awalnya Wily pun tak percaya kalau ibunya masih hidup. Setelah bu Ana menjelaskan segalanya diapun percaya dan langsung memeluknya.
Hari itu mereka berkumpul bersama dengan penuh suka cita di vila Panji. Nadin ikut bahagia melihat kekasihnya bahagia. Dia selalu mencuri pandang ke arah Panji, karena merasa bangga dan bahagia bisa menyaksikan momen mengharukan itu. Nadin bisa melihat aura kebahagian diwajah Panji, membuat wajahnya semakin tampan saja dimata Nadin.
Panji membawa Nadin ke taman belakang, dan mereka mengobrol berdua disana, sedangkan yang lainya sedang beristirahat.
"Kamu tahu Nad, aku sangat bahagia sekali hari ini. Kejutan yang kamu kasih ke aku adalah kejutan yang paling indah selama hidupku. Makasih ya sayang." Ucap Panji seraya menggenggam tangan Nadin.
"Aku juga ikut bahagia ko, tapi bukan aku yang ngasih kejutan ini. Ini semua ide bu Ana, mamanya koko." Sahut Nadin
__ADS_1
"Oh ya sayang, kamu udah siap kan?."
"Udah siap apa?."
"Pernikahan kita."
"Apaa?."
"Kamu kenapa kok kaget gitu sih?. Jangan bilang kamu belum siap apalagi gak mau ya. Karena aku akan tetep maksa kamu. Kamu tau sendiri kan aku tidak mau dibantah apalagi ditolak."
"Siapa juga yang bilang gak mau?. Aku tuh cuma agak kaget aja, koko bahas tentang ini, tentang pernikahan kita. Koko baru aja ketemu lagi sama mamanya, jadi apa gak kecepetan gitu kalau kita nikah sekarang?. Emang koko gak mau kangen-kangenan dulu sama mamanya?."
"Aku pengen cepet-cepet nikah sama kamu dan gak mau nunda-nunda pernikahan kita. Kamu tahu Nad, selama ini hidupku terasa sangat kesepian dan hampa tanpa kamu. Saat rumah kamu kebakaran dan kata mereka kamu tak tertolong, rasanya hatiku juga ikut terbakar. Aku gak sanggup hidup tanpa kami Nad."
"Alah boong banget sih. Buktinya itu koko masih hidup sampe sekarang."
"Aku serius Nad. Ragaku memang masih hidup, tapi jiwaku rasanya mati."
"Aiihhh, gak nyangka ko Panji sekarang jadi puitis gini. Gemess deh."
"Gara-gara kamu kan, aku jadi lebay gini." Sahut Panji sembari mencubit pelan hidung Nadin.
Nadin hanya tersenyum manis mendengar apa yang dikatakan Panji.
.
.
__ADS_1
Bersambung🌄