Panji & Nadin

Panji & Nadin
Suster pengganti


__ADS_3

Malam hari dikamar Nadin.


Seperti halnya Panji, malam ini Nadin masih memikirkan kejadian tadi siang. Nadin benar-benar merasa senang saat melihat wajah laki-laki, yang dia jumpai tadi di mall.


Laki-laki itu adalah Feri mantan pacarnya saat masih sekolah dulu. Dia adalah laki-laki pertama yang dicintai Nadin.


Nadin sangat mencintai Feri saat itu, namun sayang ternyata Feri tidak benar-benar mencintai Nadin. Dia hanya ingin mempermainkanya saja. Nadin dijadikan bahan taruhan oleh Feri dan teman-temanya. Sejak saat itu, rasa cintanya kepada Feri berubah menjadi rasa benci.


Seiring berjalannya waktu, cinta palsu Feri berubah menjadi cinta yang sesungguhnya, namun sayangnya Nadin tidak percaya dan tidak mau menerima Feri lagi. Apalagi saat itu, Nadin sudah menjalin hubungan dengan kakak kelasnya yang bernama Bily.


Saat itu Nadin masih kelas dua dan Bily kelas tiga. Bily sangat mencintai Nadin, memperlakukanya dengan baik dan sangat lembut. Hubungan cinta mereka terus berlanjut, walau Bily sudah keluar dari sekolah, dan mulai masuk kuliah.


Dia selalu menyempatkan diri menemui Nadin, gadis cantik dan manis yang sangat dicintainya. Bily mengatakan kalau dia benar-benar mencintai Nadin dan ingin menikahinya suatu hari nanti.


Menikah? Oh tidak...bagaimana Bily bisa berfikir sejauh itu, sedangkan Nadin saja masih duduk di bangku smu, dan dia sendiri baru kuliah semester pertama.


Selain itu, bagi Nadin hubunganya dan Bily adalah suatu hal yang mustahil. Nadin adalah gadis sederhana yang hidup pas-pasan, dan tinggal disebuah rumah kecil, di gang sempit.


Sedangkan Bily, dia adalah anak orang kaya dan terpandang, walau memang dia tidak sekaya keluarga Panji, tapi tetap saja perbedaan kasta diantara mereka sangat jauh.


Bily tidak mempermasalahkan semua itu, baginya Nadin adalah segalanya dan jauh lebih penting dari apapun yang dia miliki. Nadin tersentuh dengan sikap Bily, dan sejak saat itu dia mulai melupakan perbedaan status sosial diantara mereka.


Namun kenyataan tak seindah mimpi mereka. Orang tua Bily, terutama sang ibu sangat menentang hubungan mereka, alasanya tentu saja karena status sosial. Tidak hanya itu, ibunda bily bahkan menghina dan menuduh Nadin sebagai gadis matre yang mengincar harta kekayaan keluarga mereka.


Dari awal Nadin memang sudah menduga semua ini pasti akan terjadi, tapi dia tidak menyangka, keluarga Bily akan sampai hati menghinanya dan keluarganya habis-habisan.


Nadin memutuskan hubungannya dengan Bily, walau mereka masih saling mencintai. Walaupun miskin, dia tidak mau harga dirinya diinjak-injak orang lain.


Mendengar Nadin dan Bily putus,Feri kembali berusaha mendekati Nadin, tapi Nadin tidak menghiraukannya. Dia tidak mau direndahkan dan dihina lagi, oleh orang-orang seperti ibunya Bily, dan Feri.


Feri sudah mempermainkanya, Nadin tidak mau jatuh dilubang yang sama untuk kedua kalinya. Sekalipun Feri bersumpah, kalau dia benar-benar mencintai Nadin, Nadin tetap menolaknya. Nadin berbohong dengan mengatakan, kalau dia sudah mempunyai pacar yang jauh lebih tampan dan kaya dari Andre.


Dan sangat kebetulan, tadi siang mereka bertemu, saat Nadin sedang bersama Panji. Nadin yakin, Feri pasti menyangka Panji adalah pacar yang Nadin maksud, setahun yang lalu.


Nadin senang bisa memanas-manasi Feri yang dulu sudah mempermainkannya.

__ADS_1


***


Satu minggu kemudian


Hari ini bi Sum, meminta Irma membantunya memasak dirumah keluarga pak Bahtiar, karena hari ini akan diadakan acara pengajian dan sukuran sebelum pak Bahtiar dan bu Soraya pergi ke tanah suci.


Irma menolak mentah-mentah permintaan ibunya, dan sebagai gantinya, Nadin lah yang ikut membantu bi Sum, setelah dia susah payah meminta ijin pada Panji, untuk tidak bekerja dirumahnya hari minggu ini.


Nadin tidak mengatakan alasan sebenarnya, kalau dia akan membantu memasak dirumah keluarga pak Bahtiar, karena dia tidak ingin cari masalah dengan Panji. Nadin takut Panji akan membuatnya susah, seandainya Panji tahu dia akan membantu bi Sum.


Acara sukuran itu dimulai ba'da dzuhur. Tamu yang datang memang tidak terlalu banyak, tapi tidak bisa dibilang sedikit kalau menurut Nadin.


Dia membantu disana dari hari sabtu, sepulang kerja, sampai acara selesai hari minggu sore.


Nadin menginap malam minggu kemarin. Mikha sangat senang, saat dia tahu Nadin menginap dirumah besar itu, walau dia tidur bersama bi Sum, di rumah khusus untuk para art, dan pekerja lainya.


Nadin fikir, Panji tidak mengetahui yang dia lakukan, tapi dia salah, Panji tahu semuanya, dari anak buah Adam yang ditugaskan untuk mengawasinya. Walau Panji memang tidak bertemu dengan Nadin saat itu, karena Nadin sibuk di dapur bersama bi sum, dan para art lainya.


Semenjak kembalinya Wily dari Belanda, Panji tidak pernah datang lagi ke konveksi, membuat Nadin dan karyawan lainya merasa lega. Seperti biasanya, saat jam istirahat Nadin dan Mikha bertemu di taman belakang bersama suster Wati.


Hari itu, suster Wati mengajak Nadin mengobrol. Suster Wati mengatakan kalau satu minggu lagi dia akan pulang kampung, karena dia akan melangsungkan acara pernikahanya disana.


"Makasih Nadin."


"Oh iya, kalau suster Wati pulang kampung, terus Mikha sama siapa?."


"Saya juga belum tahu, pak Bahtiar sedang mencari suster pengganti saya."


"Ohh gitu."


Percakapan mereka pun berakhir, Nadin kembali bekerja, suster Wati kembali ke rumah bersama Mikha.


Satu jam kemudian, pak Bahtiar datang ke konveksi menemui Nadin di ruangan Sambaru.


Dia meminta Nadin untuk menjadi suster pengganti sementara untuk Mikha. Pak Bahtiar tidak punya banyak waktu, karena sebentar lagi dia akan berangkat menunaikan ibadah haji.

__ADS_1


Selain karena saat ini keluarga pak Bahtiar belum menemukan pengganti yang cocok, Mikha juga sangat dekat Nadin, dan pak Bahtiar merasa Nadin adalah orang yang tepat.


Dia mengatakan, kalau Nadin masih bisa bekerja di konveksinya, saat mereka sudah menemukan suster pengganti untuk Mikha.


Nadin meminta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut, pak Bahtiar mengerti dan memberinya waktu satu hari untuk berfikir.


Sebenarnya Nadin tak keberatan menerima tawaran pak Bahtiar, hanya saja dia memikirkan neneknya, dan Panji.


Bagaimana bisa dia membantu neneknya berjualan, kalau dia harus tinggal di rumah pak Bahtiar. Dan bagaimana dia bisa datang ke rumah Panji, untuk mencicil hutangnya, karena Nadin yakin, dia tidak akan diijinkan keluar rumah oleh keluarga itu, karena harus selalu menjaga Mikha. Tapi hati kecilnya, dia ingin sekali bisa menjaga dan menemani Mikha. Arrghhhh..... dia pusing sendiri memikirkannya.


Nadin mengirim pesan pada Panji, menanyakan apa dia bisa membayar hutangnya dengan cara lain, tapi Panji menjawab tidak bisa.


Nadin berjanji akan membayar hutangnya, dalam waktu dekat, tapi Panji tidak mau terima.


Dia tetap ingin Nadin datang setiap minggu ke rumahnya. Karena sebenarnya Panji tidak butuh uang Nadin, dia hanya ingin Nadin datang kerumahnya, itu saja.


Panji merasakan sesuatu yang lain dihatinya, saat ada Nadin dirumahnya. Jiwa dan hatinya terasa menghangat saat melihat dan mendengar suara tawa ataupun wajah Nadin saat sedang menggerutu kesal.


"Saya mohon ko, saya tidak bisa datang lagi kerumah ko Panji, karena saya harus bekerja ditempat lain."


"Itu urusan kamu, aku gak mau tau."


Nadin terus memohon pada Panji, membuat Panji penasaran dan bertanya padanya, dimana sebenarnya dia akan bekerja. Nadin mengatakan semuanya, tentang permintaan pak Bahtiar yang ingin Nadin menjadi suster pengganti untuk Mikha.


"Kamu boleh menerima tawaran itu, tapi kamu tetep harus datang kesini. Ngerti?."


"Tapi bagaimana mungkin saya bisa datang ko?. Saya gak mungkin bisa keluar rumah, saya harus menemani non Mikha."


"itu bukan alasan."


Panji mengakhiri chat-nya, dia tidak lagi membalas semua pesan yang dikirimkan Nadin.


"Dasar panci bocor, gimana mungkin aku bisa datang kerumahnya. Huuh gak ngerti posisiku apa? Bilang aja dia gak bolehin aku ngejaga Mikha." Nadin menggerutu.


*T*ing...Satu pesan masuk, dan pesan itu dari Panji.

__ADS_1


"Kamu boleh terima tawaran itu, dan kamu tetap bisa datang kerumahku. Jangan jadikan pekerjaan baru kamu sebagai alasan untuk tidak membayar hutang kamu. Aku akan menjemput kamu kesana hari minggu, ngerti?."


"Apa katanya? Dia mau jemput kesini?." Gumam Nadin.


__ADS_2