Panji & Nadin

Panji & Nadin
Nadin calon istriku


__ADS_3

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka. Nadin terkejut ketika melihat siapa yang datang ke kamar itu. "Bu Ana??." Ucapnya heran. Bu Ana tersenyum lalu menghampirinya.


"Selamat pagi Nadin!! Selamat datang di keluarga kami, calon menantu." Sapa bu Ana.


"Calon menantu?. Maksud ibu?." Tanya Nadin yang tidak mengerti maksud bu Ana.


"Anak saya sangat mencintai kamu dan ingin menikahi kamu, jadi kamu itu calon menantuku ?."


"Tidak bu. Saya bukan calon menantu anda."


"Sudahlah, sebaiknya kamu cepet mandi, dan ganti baju. Setelah itu sarapan. Jam sarapan kamu sudah lewat dua jam yang lalu, jadi cepatlah, saya tidak mau sampai kamu sakit. Lakukan apa yang saya katakan, kalau kamu masih sayang keluarga kamu.


Dan ingat Nadin saya tidak suka dibantah, jadi cepatlah, karena calon ayah mertuamu juga ingin bertemu. Kami akan menunggu kamu dibawah." Ujar bu Ana lembut, tapi dengan nada mengancam. Nadin sama sekali tidak percaya, ternyata bu Ana tidak sebaik yang dia kira.


Apalagi saat dia tahu semua rencana bu Ana dan apa yang dilakukanya selama ini. Kini Nadin sadar kalau dirinya benar-benar telah diculik oleh bu Ana.


Dia ingin menjadikannya sebagai menantu karena menurut dia, anaknya sangat mencintai Nadin dan ingin menikahinya. Itu artinya Nadin harus menikah dengan David, anak sulungnya.


Nadin menolak, tapi bu Ana mengancamnya. Dia memperlihatkan sebuah video yang menampilkan gambar keluarganya yang sedang terkurung disuatu ruangan atau kamar. Nadin tidak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui permintaan bu Ana untuk menuruti apapun yang di perintahkan kepadanya, apalagi dia tahu sekarang dirinya berada di Surabaya.


Hari itu Nadin menangis seharian dikamar. Dia teringat Panji dan pernikahannya yang akan segera dilangsungkan.


Selain itu dia juga tidak tahu dimana keluarganya sekarang. Nadin pun menuruti semua kemauan bu Ana, dia berfikir akan mencari cara untuk bisa pergi dari bu Ana suatu hari nanti.


Selama di Surabaya, bu Ana mengajarkan hal-hal yang baik pada Nadin. Bu Ana juga sengaja mendatangkan seorang guru les kepribadian untuk mengajari Nadin banyak hal seperti sikap tubuh, etika berbicara, etika berbusana, dan etika makan. Bu Ana juga mendaftarkannya kelas vokal dan musik.


Nadin tidak mengerti kenapa bu Ana melakukan semua itu, tapi dia tidak mau memikirkanya. Yang dia fikirkan hanyalah rencananya untuk kabur dari sana, dan akan menemui Panji lalu mencari keluarganya. Itulah target Nadin saat ini.

__ADS_1


Namun sayang, bu Ana ternyata bisa mencium rencana Nadin yang masih ada dalam otaknya. Kini Nadin hanya bisa pasrah. Dia benar-benar menjadi wayang dan bu Ana lah dalang yang memainkannya.


Walau begitu, Nadin bersyukur karena ternyata bu Ana benar-benar memenuhi janjinya untuk mempertemukan dia dengan keluarganya, walau mereka tidak bertemu langsung, dan hanya mengobrol via panggilan video.


Setidaknya Nadin tahu keluarganya baik-baik saja, bahkan adiknya Hirlan disekolahkan disalah satu sekolah favorit disana. Nenek dan bapaknya juga terlihat sehat dan baik-baik saja.


Pak Jonathan dan bu Ana memaksa Nadin untuk menjadi penyanyi karena menurut David, suara Nadin sangat bagus. Nadin pun menurut, dan mengikuti apapun yang dikatakan bu Ana.


Nadin juga sudah tahu tentang kebakaran yang terjadi dirumahnya, dan dia tahu semua orang mengira dia sekeluarga sudah meninggal. Oleh sebab itu bu Ana memberinya identitas baru sebagai Salsa. Nadin tidak tahu apa sebenarnya tujuan bu Ana melakukan hal itu. Apa hanya karena dia ingin Nadin menjadi menantunya? Atau ada alasan lain.


Flashback off.


Selama ini baik pak Jonathan, bu Ana dan David memperlakukan Nadin dengan baik, tapi tetap saja mereka seperti mengendalikannya, dan masih melarang Nadin menemui keluarganya, sampai hari pernikahan mereka tiba.


Nadin tidak mau menikah dengan David, karena dia tidak mencintainya, hanya Panji satu-satunya lelaki yang dia cintai. Nadin sempat berfikir akan menemui Panji dan meminta tolong padanya, tapi kapan dia punya kesempatan melakukan itu, karena anak buah David selalu mengawasinya, bahkan David menyadap ponselnya.


Ini membuktikan kalau Nadin dan keluarganya benar-benar masih hidup. Panji semakin bersemangat untuk mengungkap jati diri Salsa, yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.


Panji terus berusaha menemui Salsa ataupun David, tapi sejak malam itu keduanya tidak pernah lagi terlihat. Panji dan anak buahnya sudah mencari mereka kemana-mana, tapi mereka tidak berhasil menemukan atau mengetahui keberadaan mereka.


Panji mulai frustasi, dia sudah sedekat itu dengan Nadin, tapi sekarang dia tidak tahu David membawa Nadin kemana. Menurut kabar angin, Salsa sedang berada di negeri jiran, menghadiri undangan bernyanyi di negara itu. Tapi setelah anak buah Panji menyusul dan mencarinya disana, mereka tidak menemukanya.


Satu bulan berlalu, Panji belum juga tahu dimana keberadaan Nadin, sampai akhirnya dia mendengar kabar yang sangat mengejutkanya. Kabar tentang acara pernikahan David dan Salsa yang akan dilaksanakan minggu depan. Panji sangat shock mendengar kabar itu.


"Enggak mungkin. Mereka gak boleh menikah. Nadin calon istriku, dia harus jadi istriku. Tidak ada satupun yang boleh memilikinya selain aku." Gumam Panji.


Panji pergi ke rumah Salsa tapi dia tidak bisa masuk, karena penjagaan yang begitu ketat. Dia ingin melaporkan David, tapi Panji belum punya cukup bukti.

__ADS_1


David ternyata sangat pintar dan licik. Panji nekat menemui David, dan hari itu David bersedia menemui Panji. "Lo gak akan bisa nikahin Nadin. Nadin calon istri gue. Lo atau siapapun gak akan bisa dapettin dia." Sarkas Panji yang sudah sangat emosi.


"Nadin? Siapa maksud kamu?. Aku memang tidak akan menikahi Nadin, karena gadis yang aku nikahi itu Salsa, bukan Nadin." Sahut David santai, membuat Panji semakin emosi. Dia ingin menghajar David, tapi anak buah David menghalanginya.


David tersenyum hangat ke arah Panji, membuat emosi Panji semakin memuncak, karena merasa David sudah mengejeknya.


David mengeluarkan satu lembar undangan, dan memberikanya pada Panji.


"Ini surat undangan spesial buat anda, bapak Panji. Saya harap anda bersedia datang di acara resepsi kami." Ujar David, seraya menyelipkan kartu undangan itu ke dalam saku jas Panji.


David lalu meminta anak buahnya membawa Panji keluar. Panji yang dikuasi emosi terus meronta dan berusaha melepaskan diri dari cekalan anak buah David yang berjumlah lima orang. Adam tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak diperbolehkan masuk, dan hanya bisa menunggu Panji diluar.


Adam segera membawa Panji dari sana. Panji membaca surat undangan yang ada disaku jasnya. Dia tak percaya kalau David dan Salsa sudah melangsungkan akad nikah satu minggu yang lalu, di Surabaya.


Panji memaki Adam karena dia dan anak buahnya tidak bisa melacak David ataupun acara pernikahan David dan Salsa. Panji merobek surat undangan itu, dan melemparkanya begitu saja.


Dia merasakan sakit yang teramat dalam, mengetahui Nadin kekasihnya telah resmi menjadi istri David. Dia menangis dalam hati, merutuki kebodohnya.


Tapi Panji tidak mau menyerah apalagi kalah. Dia bertekad akan merebut Nadin dari tangan David. Iya, dia akan merebutnya. Panji bertekad akan datang ke acara resepsi itu, dan akan membawa Nadin dari sana.


.


.


.


Bersambung🤗

__ADS_1


__ADS_2