Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Akhir hidup Qasid.


__ADS_3

Hari mulai semakin larut malam.


Pesta pernikahan pun kini sudah selesai, dan para tamu undangan juga sudah bubar meninggalkan acara pernikahan Raihan dan Riska yang hampir saja gagal karena Akbar.


Lalu Raihan yang melihat Riska yang tersenyum bahagia pun tidaklah bisa di bohongi. karena ia tau kini Riska tersenyum bahagia pun hatinya masih kepikiran Akbar yang terus membuatnya masalah di hidup nya.


"Dek, kita pulang yuk.." Ajak Raihan.


"Sudah selesai kah semuanya Kak?." Tanya Riska.


"Sudah kok, semua biaya sudah di urus dan sekarang kita tinggal mengambil barang bawaan kita dan istirahat." Jawab Raihan.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Riska.


Kemudian Raihan pun mengobrol sejenak dengan pemilik gedung dan menyelesaikan semuanya di hari itu juga. Setelah itu Riska dan Raihan pun pulang dengan mobil di antar oleh sopir pribadi Raihan yang sudah menunggu Riska dan Raihan.


.....


Di sisi lain ketika Riska dan Raihan pulang, Akbar yang di bar pun menghabiskan dua sampai tiga botol minuman alkohol dengan kadar alkoholnya lumayan tinggi.


Namun itu belum bisa membuatnya benar-benar mabuk. tapi karena ia sudah janji pada Aidha, ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah istirahat.


Dan ketika ia hendak beranjak, Akbar pun di hentikan oleh Renata dan Salim yang sebelumnya membuntuti Akbar sedari acara pesta sampai ke Bar.


"Kalian ngapain di sini?." Tanya Akbar.


"Duduk lu." Titah Salim.


Lalu Akbar pun duduk kembali di kursi Bar, di susul oleh Renata dan juga Salim yang sudah membuntutinya sebelumnya.


"Lu itu harus bisa move on Bar, lu gak kasian apa sama Aidha?." Tanya Salim.

__ADS_1


"Pala lu, lu gak liat apa Riska tinggal dengan Raihan gak setahun dua tahun, dan sekarang dia menikah dengan Raihan tanpa izin gua." Jawab Akbar.


"Bukankah kalian sudah jatuh talak satu?, kalian sudah pisah ranjang tidak hanya bulanan, tapi tahunan. so menurut agama bukankah masa pernikahan kalian selesai." Ucap Renata yang mencoba menjelaskan.


"Tapi.. gua masih mencintai Riska." Balas Akbar.


"Bodoh!, kan gua sudah bilang move on ya move on njer!, dahlah ayo balik." Ucap Salim yang kehabisan kesabarannya.


Kemudian Akbar yang masih dalam pengaruh alkohol pun pergi di antar oleh Salim. sedangkan mobilnya di bawa oleh Renata yang mengikuti mobil Salim di belakang.


Namun kembali lagi pada Riska dan Raihan. kini mereka sudah sampai di rumah, lalu Raihan menggendong Riska yang terlihat sudah lelah.


"Kok aku di gendong?." Tanya Riska sambil menatap Raihan.


"Aku tau ayank lelah." Jawab Raihan.


"Ayank.. Hehe panggilan sayang baru kah?." Tanya Riska.


Akan tetapi Raihan hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari Riska. lalu ketika Raihan hendak ke kamar dengan Riska, Reival pun datang dan langsung menghampiri mereka.


"Memangnya ada apa?." Tanya Raihan.


"Kita sedang dalam bahaya, Mama sembunyilah, dia mengincar Mama. Aku takut Pah.. aku gak mau kehilangan Mama gak mau.." Jawab Reival yang ketakutan.


"Ayank tolong turunkan aku." Ucap Riska.


Kemudian Raihan pun menurunkan Riska. lalu Riska segera memegang kedua pundak Reival dan menatap nya.


"Siapa yang kamu lihat sekarang?." Tanya Riska yang kemudian mengusap kedua pipi Reival.


"Mama di depan kamu, mama juga gak akan meninggalkan kamu. semua akan baik-baik saja, dan kita tidak akan berpisah." Balas Riska yang kemudian memeluk Reival.

__ADS_1


Lali Reival pun membalas pelukan itu dengan erat, di ikuti oleh Raihan yang memeluk Riska serta Reival. namun kebahagiaan itu hanyalah sesaat.


Karena ketika villa di perketat keamanannya oleh Reival, Qasid dan semua anak buah nya pun sudah tiba untuk balas dendam yang kesekian kalinya.


"Keluar!!." Teriak Qasid di keramaian keeibutan.


Lalu Tuan Laurent yang sebelumnya di panggil pun sudah stay di depan villa pun langsung mengerahkan semua anak buah nya. kemudian Raihan pun turun tangan keluar.


Sedangkan Riska segera masuk kedalam kamar di temani Reival yang tidak mau meninggalkan Riska sedetik pun.


.......


Singkat cerita, kimi Qasid sudah berhadapan dengan Tuan Laurent yang tanpa basa basi langsung menodongkan pistol ke arah nya.


"Ku dengar kau pandai dalam taktik, dan ku dengar juga kau sudah merusak cucu perempuan ku. lalu sekarang ada masalah apa kau sampai menyerang keluarga kecil ku?." Tanya Tuan Laurent.


"Karena gua paling tidak suka ada yang ikut campur dengan urusan gua, anak lu sudah ikut campur dengan urusan gua, maka gua akan membalas apapun itu sampai gua puas." Jawab Qasid.


"Tapi aku rasa kau tidak akan bisa membalasnya lagi setelah ini. Ucap Tuan Laurent.


" Maksud lu?." Tanya Qasid yang bingung.


"Karena apapun yang mengancam keluarga kecil ku maka dia akan.." Jawab Tuan Laurent.


"MATI!!." Bisik Raihan yang langsung mematahkan tulang leher Qasid.


Kemudian Qasid pun mengeluarkan darah di mulutnya dengan mata yang terbelalak melotot. di ikuti dengan semua anak buah Qasid yang tumbang satu persatu pada duel hari itu.


Lalu setelah kejadian itu, Qasid kini resmi mati di muka bumi ini namun polisi tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya karena Raihan dan Tuan Laurent membuat semua seolah seperti kecelakaan mobil.


Bersambung..

__ADS_1


..."Jika kau memang pria sejati maka buktikan, namun jika kau tidak bisa membuktikan kalau kau pria sejati, maka kematian yang akan menghampiri"...


...#Raihan.....


__ADS_2