
Hallo gaes, maaf ya aku baru bisa up hari ini, dan terimakasih bagi yang selalu sabar menunggu up novel ku.
Semoga sehat selalu dimanapun kalian berada ya. dan tanpa berlama-lama, yuk kita mulai saja next up nya..
...Happy reading......
"Kandungan anda baik-baik saja Nona. namun kami harus menangani nya lebih lanjut. Nona yang tenang dulu dan jangan banyak bergerak ya." Ucap Dokter.
"Sakit sekali Dok.." Pekik Riska yang terus meringis.
Lalu Dokter yang begitu prihatin dan sabar menangani Riska pun segera memeriksa kembali dengan sangat hati-hati. memasang infus vitamin di tangan Riska, dan juga mengompres pinggang dan paha Riska yang memar akibat benturan tadi.
Dan tidak lama kemudian, Riska pun kembali tenang walau masih merasa sakit di bagian perut dan juga luka memar di pinggang dan paha nya.
"Apa anda sudah merasa lebih tenang Nona?." Tanya Dokter.
"Ini jauh lebih baik Dok." Jawab Riska.
"Nona tidak usah khawatir, kandungan anda baik-baik saja. hanya kaget akibat benturan yang cukup keras mengenai paha dan pinggang Nona begitu juga tangan Nona." Ucap Dokter yang mencoba menenangkan Riska.
"Lalu kenapa saya di tangani di ICU Dok?, bukankah ini hanya luka biasa." Tanya Riska.
"Rumah sakit kami mempunyai donatur tinggi, salah satu donatur tertinggi kami yaitu tuan Akbar Pratama Sanu. dan kami selalu di perintahkan agar menangani anggota keluarga nya di ICU untuk berjaga-jaga takut ada hal serius yang menimpa mereka." Jawab Dokter.
"Tapi tidak harus seperti itu Dokter, kasihan pasien lain jika membutuhkan ruangan ini jika hanya untuk menangani saya yang memang tidaklah mempunyai luka serius." Ucap Riska.
"Memang luka anda tidak bisa kami lihat Nona, tapi kami tau kalau ginjal anda memiliki masalah sehingga kami mempunyai alasan untuk membawa anda ke ruang ICU, dan tulang di tangan anda pun mengalami cedera karena menahan perut anda agar tidaklah jatuh di posisi salah." Balas Dokter sambil tersenyum.
Dari situlah Riska mulai sadar kalau memang dia juga tidaklah sehat seperti wanita yang beruntung pada umum nya. setelah pemeriksaan selesai, Dokter pun keluar untuk mengabari sekertaris Riska yang setia menunggu.
"Dok, apa Nona muda baik-baik saja?." Tanya Sekertaris Riska yang masih panik.
__ADS_1
"Nona muda baik-baik saja kok Mbak, sebentar lagi kami akan membawa nya ke ruang rawat inap untuk istirahat sejenak." Jawab Dokter.
"Terimakasih Dok." Ucap sekertaris Riska.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Beberapa menit setelah Riska di pindahkan ke ruang rawat inap, Akbar pun tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke vip room setelah tau nomor ruang rawat inap Riska.
"Bee" Ucap Akbar yang langsung menghampiri Riska.
"Bee, kamu habis dari mana?." Tanya Riska dengan wajah pucat dan juga khawatir nya.
"Oh ya Nona, Tuan sudah datang, saya pamit ke toko bunga lagi ya Nona." Izin sekertaris Riska.
"Iya Kak, terimakasih ya." Balas Riska.
Lalu sekertaris Riska pun pergi, sedangkan Akbar yang sudah bertemu Riska. bukan nya ia khawatir dan menanyakan kondisi Riska, namun ia malah memarahi Riska karena kecerobohan Riska.
"Maaf Bee, tadi aku.." Jawab Riska yang langsung di selang Akbar.
"Apa hah?, apa kamu berpikir apa yang akan terjadi setelah kamu ceroboh begini hah?." Tanya Akbar yang semakin meninggikan nada suara nya.
"Tidak Bee, bukan begitu. aku tadi hanya.." Jawab Riska yang lagi-lagi di selang Akbar.
"Apa??, hanya apa??!. banyak sekali alasan mu hanya untuk membela diri." Ucap Akbar dengan wajah yang kini mendatar.
Lalu Riska pun hanya diam ketika Akbar tidak mau mendengarkan sedikit saja alasan Riska. namun saat Riska Diam, bukannya Akbar mereda, namun ia malah kembali ngedumel.
"Punya istri tidak becus hanya menjaga kandungan nya. di tinggal sebentar saja tidak bisa diam." Pekik Akbar sambil melirik sinis Riska.
Kemudian Riska pun mengangkat suara ketika Akbar merendahkan nya. ia yang masih merasa sakit di perut, paha dan pinggang nya pun mencoba duduk dan bersandar.
__ADS_1
"Kenapa kamu bicara seperti itu Bee?." Tanya Riska yang masih meringis.
"Memang fakta nya begitu bukan?, kamu tidak becus dan juga apakah kamu pantas menjadi seorang ibu?, jika hanya menjaga bayi dalam kandungan saja kamu hampir gagal." Tanya Akbar yang terendam emosi.
Dam Riska yang mendengar semua ucapan Akbar pun menatap Akbar dengan mata yang mulai berkaca-kaca. lalu bibir nya juga gemetaran karena menahan air mata yang hendak jatuh dari kelopak mata indah Riska.
"Andai kamu berpikir, kenapa aku bisa seperti ini jika tanpa alasan. lalu andai kamu tidak pergi tanpa izin aku pun tidak akan mencoba mengejar kamu." Ucap Riska.
"Aku memang tidaklah di besarkan secara langsung oleh Ayah dan Bunda. tapi aku di besarkan oleh Papah walau hanya di ajarkan banyaknya keberanian dan pembelaan. namun walau begitu, aku juga bisa kok menjaga calon bayi ini." Sambung Riska.
"Bagaimana hah?, hanya di tinggal sebentar saja kamu sudah menyakiti bayi itu. bagaimana kalau aku tinggal lama, bisa-bisa bayi itu mati sebelum lahir." Pekik Akbar.
Lalu Riska yang mendengar Akbar mulai meragukan nya pun menurunkan kaki nya ke lantai dan mencopot infus nya. kemudian ia menghampiri Akbar namun hanya berdiri di belakang nya sambil berjaga jarak.
"Kenapa kamu meragukan aku Bee?, kamu bilang aku bisa melahirkan bayi ini walau aku mempunyai kelainan ginjal. dan kamu bilang bayi kita kuat dan tidak akan mudah di tumbangkan. lalu kenapa sekarang kamu bicara seperti itu?." Tanya Riska.
"Jika memang begitu, kenapa aku harus mengandung jika kamu saja tidak percaya kalau aku bisa menjaga dan melahirkan calon bayi kita Bee?, dan kenapa kamu memberi harapan kalau aku bisa jika kamu sekarang meragukan aku?," Tanya Riska lagi.
Namun Akbar hanya diam karena tidak bisa menjawab pertanyaan Riska di saat emosi nya yang terus meluap-luap. sedangkan Riska kembali membuka suara untuk kesekian kali nya.
"Baiklah aku minta maaf karena sudah ceroboh menjaga kandungan ku, dan maaf sudah banyak merepotkan kamu. aku cukup sadar diri jika aku memang tak pantas kamu banggakan." Ucap Riska yang kini melangkah pelan-pelan menuju pintu.
Lalu Akbar pun menarik tangan Riska dan melangkah. sedangkan Riska pun melangkah lebih cepat menyusul langkah Akbar yang panjang. setelah itu, Akbar membayar administrasi dan mendorong Riska masuk ke dalam mobil.
Dan dengan emosi, Akbar langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. hingga membuat Riska syok dan merasa tidak nyaman dengan perlakuan Akbar.
Bersambung..
Bab ini telah selesai, see you next up gaes..
Jangan lupa terus dukung karya ku ya dengan cara like, koment, rate, vote or gift ok. Papayo🤗
__ADS_1