
Sesampainya di rumah, Riska langsung membuka kemasan rujak itu dan menyantap nya bersama Bunda Del.
"Enak Bun ehm.." Ucap Riska.
"Awas makan nya pelan-pelan, nanti keselek." Balas Bunda Del.
"Iya Bunda, oh ya aku mau telepon Akbar deh Bun." Ucap Riska.
"Loh ada apa sayang?, kalau butuh apa-apa kan bisa bilang ke Bunda." Tanya Bunda Del.
"Hehe, aku pengen makan paha ayam." Jawab Riska.
"Owalah cuma itu?, ya Bunda juga bisa dong masakakin buat kamu kalau hanya paha ayam." Ucap Bunda Del.
"Paha ayam nya tapi sebelah kanan ya Bun." Balas Riska.
"Hah paha kanan?, astaga bagaimana caranya Bunda tau kalau begitu nak." Ucap Bunda.
"Tadi katanya mau masakin buat aku, sekarang malah ngedumel gak tau. sebenarnya Bunda bisa masakin nya enggak si?." Tanya Riska.
"Hais, ya Bunda bisa memasak nya buat kamu. tapi bagaimana caranya Bunda bisa membedakan paha ayam kanan sama kiri nya sayang?" Jawab Bunda Del.
"Aish.. yasudah kalau begitu kita minta bantuan Akbar saja ya Bun." Ucap Riska yang kemudian menghubungi Akbar.
Lalu Akbar yang kebetulan tengah menikmati secangkir kopi pun langsung menaruh kopi nya karena kaget mendengar suara hanphone nya yang bagaikan toa masjid haha.
"Assalam" Kaget Akbar lalu menjawab panggilan itu.
"Hallo sayang, ada apa?." Tanya Akbar.
📞"Aku mau paha ayam Ay" Jawab Riska.
"Lah kan Bunda ada, kamu minta masakin Bunda saja." Ucap Akbar.
📞"Ish.. Bunda katanya bingung sama request ku." Balas Riska.
"Lah bisa gitu, memang nya kamu mau di masakin ayam yang seperti apa sayang?." Tanya Akbar.
📞"Paha ayam tapi sebelah kanan ya, tolong carikan." Jawab Riska.
Dan seketika, Akbar pun terbelalak kaget dengan permintaan Riska. hingga Riska pun kembali menegur nya yang diam tanpa suara.
📞"Oyy sayang!, weh malah diam saja." Tegur Riska.
__ADS_1
"Eh iya-iya, tadi kamu mau apa?." Tanya Akbar.
📞"Paha Ayam tapi sebelah kanan, nanti bawa ke rumah tapi mentah nya saja." Jawab Riska.
"Yasudah kalau begitu nanti pulang kerja aku carikan ya." Ucap Akbar.
📞"Lah kelamaan!, aku mau nya sekarang!." Balas Riska sambil teriak-teriak.
"Aish.. kalau sekarang kan aku lagi kerja sayang." Keluh Akbar sambil memegangi telinga nya.
📞"Aku mau nya sekarang!, pokok nya ya sekarang!." Ucap Riska lagi.
"Yasudah oke, aku ke pasar sekarang." Balas Akbar.
📞"Nah, gitu kek dari tadi." Ucap Riska.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ya, see you at home." Ucap Akbar.
Namun panggilan itu malah langsung terputus tanpa lagi ada balasan dari Riska untuk Akbar. hingga Akbar yang panik karena takut Riska malah lama menunggu, ia pun langsung mencari Salim yang tidak kunjung kelihatan batang hidung nya.
"Astaga Salim kemana ini pagi-pagi." Ucap Akbar sambil melangkah cepat ke kanan dan ke kiri.
Lalu di saat ia hendak ke ruang metting, Salim tiba-tiba menabrak tubuh Akbar hingga terjatuh ka lantai hingga berkas yang Salim bawa pun berserakan jatuh kemana-mana.
"Lu Bar yang salah, ngapain jalan gak pake mata." Balas Salim yang kesal.
"Ya maaf, lagian lu kemana saja sih?. gua nyariin lu kemana mana eh tau-tau nya malah di sini." Ucap Akbar.
"Ya maaf Bar, gua cuma lagi beresin berkas yang ketinggalan tempo hari. makan nya gua ke sini deh." Balas Salim.
"Oh gitu, ehm by the way gua mau nitip kantor dulu sebentar." Ucap Akbar.
"Lah memang nya kenapa?." Tanya Salim.
"Riska nyidam Lim, so dia mau apa yang dia mau itu di turuti sekarang juga." Jawab Akbar.
"Wih alhamdulillah, kok lu gak bilang si kalau Riska lagi hamil." Ucap Salim.
"Bukan gak bilang Lim, tapi emang timming nya saja belum pas." Balas Akbar.
"Yasudah kalau begitu lu jalan dulu saja carikan apa yang Riska mau, kantor biar gua yang urus." Ucap Salim.
"Yo Lim, thanks ya." Balas Akbar.
__ADS_1
Lalu Akbar pun langsung beranjak keluar kantor dan segera ke tempat parkiran dimana sudah ada Pak Nasik yang tengah menunggu nya di depan mobil.
"Ehm Pak, saya mau ke pasar sendiri saja." Ucap Akbar.
"Baik Tuan muda, kalau begitu ini kunci nya Tuan." Balas Pak Nasik yang menyodorkan kunci mobil.
"Terimakasih Pak, oh ya tolong berikan ini pada Riska ya jika sudah sampai rumah." Ucap Akbar sambil memberikan coklat kesukaan Riska.
"Baik Tuan, hati-hati di jalan." Balas Pak Nasik yang kemudian meraih coklat itu ke genggaman nya.
Setelah Akbar selesai bicara dengan Pak Nasik, ia pun langsung mengemudikan mobil nya menuju pasar. sedangkan Pak Nasik, ia kemudian langsung pulang menuju rumah Pratama dengan taxi.
"Pembalap Itu Istri Ku"
Beberapa menit kemudian, Akbar sudah sampai di pasar. lalu ia pun membuka setelan jas dan kemeja nya, setelah itu ia ganti hanya memakai kaos yang memang selalu ia siapkan di box mobil setiap hari nya untuk keadaan darurat.
"Sumpah kalau tidak demi kamu, aku tidak mau ke pasar yang kotor ini." Keluh Akbar lalu keluar dari mobil.
Setelah ia keluar dari mobil nya, ia pun langsung pergi menelusuri pasar yang ramai sekali pembeli nya. hingga sampailah ia di tempat penjual ayam potong yang kebetulan ayam nya bisa kita pilih sebelum di semblih.
"Pak, saya mau ayam nya seekor, terus potong di sini ya." Titah Akbar.
"Oh siap Pak, mau yang mana ayam nya?." Tanya penjual ayam.
"Saya mau ayam yang terbaik, dari segi ukuran maupun kesehatan nya Pak." Jawab Akbar.
"Baiklah Tuan, saya pilihkan ya." Ucap Penjual ayam.
Lalu Akbar pun melihat si penjual ayam yang menangkap seekor ayam yang begitu besar untuk nya. yang kemudian langsung ia sembelih dan di bersihkanlah seluruh bulu ayam itu hingga siap potong.
"Mau di potong berapa Pak?, delapan atau dua belas?." Tanya penjual ayam.
"Potong delapan saja pak, tapi paha ayam kanan nya tolong di pisah ya." Jawab Akbar.
"Wah, pasti istri nya sedang hamil ya Pak?." Tanya penjual Ayam sambil memotong ayam sesuai dengan yang Akbar ingin kan tadi.
"Loh kok bapak bisa tau istri saya sedang hamil?." Tanya balik Akbar.
"Karena ya mana mungkin lah orang beli ayam tapi paha kanan nya di pisah, kan itu aneh. kalau tidak karena nyidam istri atau lainnya, pasti gak akan di pisah, kan paha kanan maupun kiri itu tidak ada bedanya hehe." Jawab si penjual ayam.
Lalu Akbar pun hanya tertawa kecil mendengar penjelasan dari penjual ayam. dan setelah selesai memotong ayam itu, Akbar pun langsung membayar nya dan pulang dengan paha kanan ayam requestsan Riska hehe.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, rate, vote or gift ya gaes.. Terimakasih sudah mampir.