
Dan pagi pun tiba..
Kini Riska sudah ada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. namun sebelum itu, ia melepaskan dulu ikatan yang semalam Akbar ikat di tangan nya baru mulai memasak di dapur.
Setelah itu, Akbar yang menyusul bangun pun kini beranjak dari kasur sambil memakai boxer nya.
"Ehm.. ternyata begitu rasa nya di puaskan lawan jenis, haha." Ucap Akbar.
Lalu Akbar pun melipat selimut dan kaget ketika melihat banyak nya bercak darah di seprai nya.
"Ehm.. apa ini artinya Riska memang masih.., ah tidak mungkin kan di foto itu sudah jelas." Ucap Akbar.
Lalu di saat Akbar bingung, Riska pun masuk ke dalam sambil membawa sarapan pagi untuk Akbar.
"Ris, tolong jawab pertanyaan gua." Ucap Akbar dengan dingin.
"Eh kamu sudah bangun ya?, okey silahkan mau bertanya apa?" Tanya Riska sambil menaruh sarapan itu di meja kamar.
"Bercak darah itu bukan lu yang buat-buat kan?" Tanya Akbar.
"Ya memang aku masih perawan Bar, foto itu dan semua nya itu bukanlah aku. aku berani sumpah tidak pernah menghabiskan malam ku kecuali dengan kamu." Jawab Riska.
"Gua masih tidak percaya Ris, lu pasti bohong kan??" Tanya Akbar lagi.
"Aku tidak berbohong Akbar, please kali ini percaya sama aku. aku kan Istri mu Bar, jadi kita harus saling percaya." Jawab Riska.
"Istri?, gua menikahi lu hanya untuk bersenang-senang saja, dan hanya untuk menuruti kemauan Bunda saja. setelah ini kita pun akan bercerai, lu bisa melanjutkan kuliah lu dan gua bisa melanjutkan bisnis gua." Ucap Akbar.
"Tapi Akbar.." Ucap Riska yang kemudian di selang lagi oleh Akbar.
"Tapi apa?, inilah nyata nya Ris. lu kan tau gua mau Istri yang sempurna tidak ada kurang sedikit pun. dan lu?, apa yang mau gua banggakan dari lu?" Sambung Akbar.
__ADS_1
Dan hal itu pun membuat Riska menjadi kecewa, hingga ia pun membelakangi Akbar dan memegang dada nya yang terasa sakit.
"Pernikahan itu sakral Bar, tapi jika memang itu keputusan kamu, maka aku akan menerima semuanya. terimakasih ya Akbar untuk tadi malam, kamu membuat aku merasa sempurna. fisik ku memang tidak sempurna, tapi setelah kamu memberikan hak ku, kini aku sudah merasa sempurna." Ucap Riska lalu membalikan tubuh nya dan langsung memeluk Akbar dengan erat.
"Aku mencintai mu Akbar, terimakasih sudah menjadikan ku Istri yang sempurna." Sambung Riska lalu melepas pelukan itu dan pergi.
Lalu Akbar yang kembali berpikir jernih pun mulai merasa bersalah untuk yang kesekian kalinya. hingga ia pun memutuskan untuk mengejar Riska walau sudah lenyap dari hadapan nya.
_Pembalap Itu Istri ku_
Di jalan, Riska melihat Kresna tengah berkumpul dengan genk nya. lalu Riska pun memutuskan untuk turun dari taxi dan langsung menghampiri Kresna.
"Hai Ris, kok lu di sini si?" Tanya Kresna.
"Boleh pinjam tubuh lu tidak 5mnit saja?" Balik tanya Riska.
"Tentu saja Ris." Jawab Kresna.
"Jawab gua" Ucap Kresna.
"Sudah kewajiban seorang Istri untuk tidak membuka aib Suami nya bukan?, maka gua bungkam untuk ini Res." Balas Riska.
Lalu Kresna pun tersenyum dan mengajak Riska untuk duduk. namun Riska menolak dan malah mengulurka tangan pada Kresna.
"Gua tidak punya uang bro, belum ada jatah hari nie." Ucap Kresna.
"Kalau lu belum ada jatah, yaudah sini biar gua dapetin tuh jatah." Balas Riska lalu mengambil kunci motor Kresna.
"Lah ngapain Pret!" Teriak Kresna.
"Pinjem bentar." Balas Riska.
__ADS_1
Lalu Riska pun langsung masuk ke arena balap dan ikut balap. namun kali ini dia balap di tempat resmi khusus balap bukan di jalan raya umum.
Walau begitu, Kresna pun melakukan banyak cara untuk menghentikan Riska, namun semua sia-sia saja. hingga akhirnya ketika Riska sudah sampai garis finish, lawan nya yang sama-sama kencang pun tidak sengaja menabrak motor yang di kendarai Riska hingga ia terpental dan terbentur pada dinding area balap.
"Riska!" Teriak Kresna.
Lalu Kresna pun menghampiri Riska dengan wajah panik nya. kemudian dia membuka helm Riska yang hancur terseret jalan.
"Ris lu harus bertahan." Ucap Kresna.
"Hehe gua baik-baik saja, kita menang kan?." Tanya Riska.
"Sudahlah Ris, lu tidak usah bilang begini. lu menang atau kalah gua tidak peduli, yang gua mau ya lu baik-baik saja." Jawab Kresna.
"Hehe, uang itu segalanya untuk orang kaya. dan orang kaya hanya ingin yang sempurna. gua banyak kurang, dan kalau gua mati pun tidak ada yang sedih kok, lu tidak usah khawatir." Ucap Riska dengan mulut dan wajah yang sudah penuh darah dan luka.
"Udah lu tidak usah banyak bacot, please lah Ris." Balas Kresna lalu menggendong Riska.
Dan ketika Krensa hendak menggendong Riska, ia melihat sudut mata Riska kembali mengeluarkan air mata namun bibir nya selalu tersenyum kecil dengan tatapan sayu yang kosong.
Dan sesampainya di pinggir area balap, sebuah mobil ambulan pun langsung membawa Riska dan Kresna menuju rumah sakit untuk segera di tangani.
Lalu ketika Kresna menemani Riska, dia pun langsung menelepon Akbar dan mengabari kondisi Riska.
"Hallo Bar, ke rumah sakit A, Riska dan gua menuju kesana." Ucap Kresna.
📞"Untuk apa Res?, apa yang terjadi?" Tanya Akbar yang mulai panik.
"Riska tertabrak saat balapan dan terseret jalan hingga kepala nya mengalami pendarahan dan punggung nya pun habis terseret jalan." Jawab Kresna.
📞"Hah!, gua on the way. tolong jaga Istri gua Res." Ucap Akbar yang kemudian bergegas pergi dengan mobil nya.
__ADS_1
Bersambung..