
Setelah malam yang indah, bergantilah dengan pagi yang sangat dingin. karena hari itu, hujan tidaklah berhenti mengguyur alam yang rindu akan jatuhnya air keberkahan.
Namun rasa dingin itu tidaklah berlaku bagi Riska, ia yang trauma akan hujan hanya bisa menutup rapat-rapat semua jendela dan pintu tanpa ada celah yang tersisa.
Lalu ia mencoba ke dapur untuk memasak sarapan dengan menu yang sederhana dan simple pasti nya.
"Akbar suka tidak ya dengan omelet dan roti isi." Tanya batin Riska yang bingung mau membuat apa untuk Akbar.
Hingga tiba-tiba, sebuah tangan melingkar di pinggang Riska yang sontak membuat Riska kaget, namun ketika Riska hendak berbalik karena terperajat kaget, tangan itu pun semakin kencang memeluk pinggang Riska hingga ia tidak bisa bergerak.
"Ehm.., maaf sayang kamu kaget ya?." Tanya Akbar yang begitu manja pagi itu.
"Tidak apa-apa kok, kamu kebiasaan suka mengagetkan aku saja sayang." Jawab Riska dengan santai.
"Hehe, kamu lagi buat apa?." Tanya Akbar.
"Omelet dan roti isi, kamu suka gak?" Tanya balik Riska.
"Suka kok sayang, apapun yang kamu buat aku pasti makan." Jawab Akbar.
"Syukurlah, yasudah aku mau lanjut masak, kamu tunggu di ruang makan ya." Titah Riska.
"Baiklah, aku tunggu ya sayang." Balas Akbar lalu melepas pelukan nya.
Setelah melepas pelukan Riska, Akbar pun menerima telepon dengan nomor yang tidak di kenal.
"Halo siapa ini?." Tanya Akbar.
"Lu tidak perlu tau siapa gua, yang jelas gua tidak akan melepaskan Riska." Jawab pria misterius.
"Hey siapa anda hah!, jangan main-main dengan saya." Tanya Akbar sekali lagi dengan sedikit menaikkan nada suara nya.
"Riska itu milik gua, dia wanita gua dan pastinya sebelum lu gua lah yang sudah melihat seluk beluk Riska." Jawab Pria misterius itu.
"Jangan mengada-ngada ya anda, apapun ucapan anda saya tidak peduli. dan jangan harap anda bisa melukai atau mengambil apa yang bukan hak anda." Ancam Akbar lalu mematikan telepon nya.
__ADS_1
Lalu tidak lama kemudian, Riska pun menepuk pundak Akbar. hingga Akbar terperajak kaget dan langsung melempar telepon nya.
"Bletak!!" Nah loh suara telepon loncat.
"Aduh sayang, yah jadi rusak kan telepon nya." Ucap Riska yang langsung menaruh nampan berisi roti isi dan omelet itu.
"Sayang maafin aku ya." Ucap Riska lagi sambil meraih telepon itu dan mengusap-usap layar nya yang hancur.
"Tidak apa-apa sayang, aku bisa membeli yang baru kok kamu jangan khawatir. ayo kita sarapan saja ya, nanti keburu dingin omelet dan roti nya." Balas Akbar sambil meraih nampan itu dan menggandeng tangan Riska.
Kemudian, mereka pun ke ruang makan dan duduk berdua di kursi. lalu menyantap sarapan yang di buat oleh Riska sambil basa-basi.
"Aku tau banyak rahasia yang harus di pecahkan tentang mu sayang, tapi aku yakin kita bisa melewati nya bersama." Ucap Akbar dalam batin nya.
"Kok kamu diam saja sayang, apa ada yang membuat kamu kepikiran?" Tanya Riska sambil menatap Akbar.
"Tidak kok, kamu habiskan ya sarapan nya. setelah ini kamu minum obat lalu istirahat yang cukup." Jawab Akbar dengan santai.
"Tapi sayang, kamu kalau memang ada yang membuat kamu kepikiran langsung cerita saja ya. kan kita bisa berbagi satu sama lain." Ucap Riska.
Lalu Akbar pun menaruh sisa sarapan nya dan pindah ke kursi yang berada di samping Riska.
"Sayang, boleh kamu jawab pertanyaan suami mu ini?" Tanya Akbar sambil menggenggam kedua tangan Riska.
"Iya boleh sayang." Jawab Riska sambil menatap mata Akbar dan tersenyum.
"Apa kamu benar mencintai ku?." Tanya Akbar.
"Tentu saja, kalau tidak mencintai kenapa aku masih bertahan dengan mu yang awal nya menyiksa namun kini menjaga." Jawab Riska.
Lalu Akbar tersenyum dan kembali bertanya pada Riska tentang apapun yang ingin ia dengar dari mulut Riska.
"Sebelum aku, ada siapa di hatimu?" Tanya Akbar.
"Sebelum kamu hanya ada Papah Laurent di hati ku, walau aku punya mantan pun dia bukanlah cinta pertama ku. hubungan ku dengan nya juga tidak berlangsung lama, hanya bertahan satu bulan saja karena dia selalu menyiksa ku." Jawab Riska.
__ADS_1
"Menyiksa bagaimana?" Tanya Akbar yang kaget mendengar jawaban Riska.
"Ehm.. jika aku kalah balapan dan MMA, pasti dia selalu memukul ku dan tidak segan melukai ku dengan benda tajam. bahkan aku hampir saja.. ehm.." Jawab Riska yang terhenti.
"Kenapa sayang, lanjutkan lah." Ucap Akbar.
"A.. aku hampir ternodai, namun Kresna datang tepat waktu sebelum semua itu terjadi." Jawab Riska yang kembali mengingat kejadian masa silam nya yang kelam itu.
Lalu Akbar yang melihat Riska dengan wajah yang tertekan, bahkan menggenggam erat tangan Akbar puj segera melepas genggaman nya dan memeluk Riska.
"Sayang, jangan kamu ingat lagi apapun yang tidak harus kamu ingat." Ucap Akbar sambil mengelus punggung Riska.
"Tapi aku benci dengan diri ku, karena aku Ayah dan Bunda meninggal, karena aku Kresna juga pernah sekarat, karena aku juga banyak orang yang harus berkorban hanya untuk nyawa ku. aku ini anak tidak beruntung!" Teriak Riska yang depresi.
"Tidak sayang, kamu ini spesial. kamu pintar, kamu kuat dan kamu juga wanita hebat. tidak ada orang yang rela mengorbankan apapun jika tanpa alasan sayang, kamu ini adalah berlian yang harus di jaga. maka kami sebagai tameng mu harus pandai menjaga berlian itu agar tetap hidup dan berkilau." Ucap Akbar sambil menenangkan Riska.
Lalu Riska pun terus berteriak memaki diri nya, hingga Akbar mau tidak mau membawa Riska dengan paksa ke dalam kamar dan menelepon Dokter.
Dan sambil menunggu Dokter, Akbar pun terus menenangkan Riska yang teriak dan melukai diri nya tanpa henti.
Hingga dua puluh menit kemudian, Dokter pun tiba di villa dan langsung memeriksa kondisi Riska pelan-pelan.
"Tuan, apa anda mengizinkan saya untuk menyuntikkan obat penenang pada Nona muda?." Tanya Dokter.
"Silahkan Dok, tolong berikan yang terbaik untuk istri saya." Jawab Akbar yang masih memeluk Riska yang teriak-teriak.
Lalu Dokter pun menyuntikkan obat penenang pada Riska, hingga ia pun tertidur untuk beberapa jam. kemudian Akbar dan Dokter pun berbincang setelah membaringkan Riska dengan tenang di atas kasur nya.
Bersambung..
..."❤Berlian haruslah di jaga dengan hati-hati, karena salah sedikit kau bergerak pasti ia akan hancur tanpa sisa yang dapat utuh kembali.❤"...
..._penjaga hati😇_...
Jangan lupa like, koment, rate, vote and gift so fav love gaes..
__ADS_1
Thank you verry much❤