
Sesampainya di villa, Reival membawa Aidha ke kamar dan membiarkannya istirahat. di sisi lain itu, Reival yang masih khawatir segera ke dapur untuk membuat bubur di bantu Art di villa.
"Gimana ini bik?." Tanya Reival.
"Sudah ini tinggal di aduk-aduk saja Tuan muda." Jawab Art.
"Oke-oke, by the way Aidha suka ayam rebus seperti Mama gak ya?." Ucap nya sambil diam sejenak untuk berpikir.
"Sepertinya Nona muda memiliki selera makan yang berbeda dengan Nyonya, Tuan muda." Balas Art.
"Masa si Bik, kan Aidha itu anak Mama. ehm.. Yasudah kalau begitu menurut bibik apa yang enak untuk menemani bubur ayam ini?" Tanya Reival.
"Kita beri saja sosis dan juga ati goreng, pasti Nona muda menyukai nya." Jawab Art.
"Yasudah tambahkan ya Bik maaf, aku mau ke kamar dulu sebentar." Ucap Reival.
"Oke Tuan Muda." Balas Art.
Setelah itu Reival pun ke kamar nya untuk mengambil minuman soda. Sedangkan di sisi lain Haerilmi yang masih di kampus pun segera mensudahi jam kampus nya yang hanya berlangsung satu jam.
Lalu ia pulang ke rumah nya menemui Hana yang sudah menunggu nya untuk menyusun rencana balas dendam kepada Reival dan Raihan.
"Bagaimana Bun?." Tanya Haerilmi.
"Jika kita tidak bisa menerobos dari depan, maka ini planning B kita." Jawab Hana sambil menunjukkan arah di gambar yang sudah ia buat sebelum nya.
"Apa Bunda yakin kita akan berhasil dengan cara ini?, sedangkan Bunda tau kita tidak hanya sedang berhadapan dengan Reival, tapi Ayah, Ibu dan juga Tuan Laurent yang Bunda pun tau sekuat dan seganas apa dia." Ucap Haerilmi yang sedikit khawatir.
"Tenang saja sayang, kamu jangan khawatir. lagi pula kita tidak akan berdua saja, tapi ada.." Balas Hana yang terpotong oleh seseorang.
"Ada saya yang akan membantu kalian melancarkan semuanya." Ucap Salim.
"Lah Om bukannya Asisten Ayah nya Aidha ya?." Tanya Haerilmi.
"Ya memang saya asisten Ayah nya Ai, tapi bukan berarti aku akan berpihak pada Riska yang jelas ibu nya Aidha." Jawab Salim.
"Apa motif om sebenarnya?, kenapa om berada di pihak kita?" Tanya Haerilmi yang masih ragu.
"Saya memiliki dendam terhadap Riska dan Raihan. Karena Riska, sahabat saya seakan tidak bisa mengendalikan emosi nya. Dan karena Raihan semua client kami memutuskan kontrak dan berpindah pada perusahaan nya." Jawab Salim dengan tegas.
__ADS_1
"Hanya itu?." Tanya lagi Haerilmi yang masih belum yakin terhadap Salim.
"Kamu tidak perlu banyak tau, yang pasti alasan saya tidak hanya itu." Jawab Salim dengan tegas.
"Oke jika memang begitu." Ucap Haerilmi.
Kemudian setelah mereka bertiga bertemu, rencana pun kembali di susun dengan sangat rapih. karena Salim memang pandai menyusun rencana tanpa menerima kegagalan sedikit pun.
_Pembalap Itu Istri Ku_
Kembali pada Reival, ia yang sudah selesai membuat bubur yang di bantu Art Raihan segera membawa bubur itu ke dalam kamar. lalu membangunkan Aidha yang masih terlelap tidur.
"Ai, bangun dulu." Ucap Reival dengan lembut.
"Aku masih ngantuk Kak." Balas Aidha.
"Ayo bangun dulu, kamu harus minum obat tepat waktu." Bujuk Reival.
"Baiklah Kak." Balas Aidha.
Kemudian Aidha membuka mata dan duduk bersandar. Sedangkan Reival segera menyuapi Aidha. namun ketika Aidha menyuap untuk keempat kali nya, bubur itu menempel di ujung bibir Aidha, ia pun mencoba membersihkan nya.
"Kakak kenapa?." Tanya Aidha.
"Tidak apa-apa Ai, habiskan dulu ya makan nya." Jawab Reival sambil menyodorkan bubur kembali.
Namun Aidha tidak menghiraukan sodoran bubur itu, melainkan ia menatap Reival dan menaruh tangan nya di dada Reival.
"Jantung Kakak berdetak sangat kencang, dan dia bersuara begitu merdu." Ucap Aidha yang langsung menyandarkan kepala nya di dada Reival.
"Aku tidak apa-apa Aidha." Balas Reival yang langsung menaruh kembali sesendok bubur itu dan mengelus rambut Aidha.
"Ehm.. suara jantung ini berbeda dengan suara jantung ku." Ucap Aidha sambil memegang dada nya.
Lalu ketika ia memegang dada nya, Aidha pun meraih tangan Reival dan menempelkannya juga di dada Aidha. namun seketika Reival pun meneteskan air mata.
"Kakak kok nangis." Ucap Aidha.
"Jangan menangis." Sambung Aidha sambil mengusap air mata Reival yang jatuh.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa." Balas Reival sambil mengusap air mata nya.
"Kakak sedih karena kondisi aku ya?." Tanya Aidha.
"Enggak Ai, aku it's oke. Udah makan lagi yuk abis itu kamu minum obat." Jawab Reival yang berbohong.
Kemudian Reival pun kembali menyuapi Aidha yang merenung memikirkan Reival yang menangis. Sedangkan Reival hanya mampu bicara dalam hati nya yang sedih.
"Detak jantung mu begitu sangat lemah Ai, tapi aku janji suatu hari nanti aku pasti akan mengganti jantung itu dengan jantung baru." Ucap Reival dalam batin nya.
"Aku tau hati mu bicara Kak, namun aku akan pastikan tangisan kakak gak akan lagi terlihat karena aku hanya ingin melihat Mamah, Papah Han, Papah Akbar dan Kakak bahagia." Ucap Aidha pula dalam batin nya.
Lalu waktu pun terus berlalu, kini hari sudah mulai senja. Akbar yang khawatir akan Aidha yang belum pulang pun mencoba menghubungi nya.
Yang pasti langsung di jawab oleh Aidha yang tidak ingin Papah nya khawatir akan diri nya.
📞"Hallo Papah" Ucap Aidha.
📞"Dimana kamu sayang, kenapa belum pulang. ini sudah sangat sore, tolong cepat pulang ya." Balas Akbar dengan lembut.
📞"Sebentar lagi aku pulang Pah, jangan khawatir ya, aku baik-baik saja." Ucap Aidha.
📞"Baiklah hati-hati ya sayang." Balas Akbar.
Dan setelah itu, Akbar pun kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa sambil menunggu Aidha pulang. sedangkan Reival yang tengah memakai jaket nya pun langsung menghampiri Aidha.
"Papah kamu ya?." Tanya Reival.
"Iya Kak, aku pulang dulu ya, salam nanti untuk Mamah dan Papah Han." Jawab Aidha.
"Nanti aku salamin, tapi kamu pulang aku antar ya." Ucap Reival.
"Jangan Kak, nanti di marahin Papah lagi." Balas Aidha.
"Pria sejati itu kalau mengajak ya dia juga harus mengantar kembali wanita ke rumah nya dengan selamat seperti ia membawa nya sedia kala." Ucap Reival.
Lalu Aidha pun hanya bisa menurut saja. Kemudian setelah mereka bersiap, Reival dan Aidha pun pamitan dengan Art nya lalu pergi dengan mobil Reival.
_Pembalap itu istri ku_
__ADS_1
Bersambung..