Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Riska yang aneh


__ADS_3

Dan saat motor itu hendak menabrak Akbar, Riska pun segera mendorong Akbar hingga ia tertabrak dan jatuh tepat di samping Akbar.


"Ris lu gak apa-apa?" Tanya Akbar sambil mengusik tubuh Riska dengan pelan.


"Gua tidak apa-apa. lu sendiri tidak apa-apa kan." Jawab Riska.


"Ya gua emang gak apa-apa, tapi lu yang kenapa-kenapa" Ucap Akbar.


"Sudahlah hehe, gua udah biasa mendapat luka dan yaudah anggap aja ini hanya goresan. ayo lu sebaik nya duduk dulu deh minum air putih baru on the way lagi" Ucap Riska.


Lalu Akbar pun mengikuti arahan Riska. dan setelah itu, Riska mengintruksikan karyawan nya untuk menjaga toko, sedangkan ia pergi ke dalam ruangan kecil tempat Riska kerja.


"Ini toko bunga lu Ris?" Tanya Akbar.


"Iyaps, silahkan duduk Bar. maaf ya kalau tempat nya sempit dan gak semegah tempat kerja lu mungkin hehe" Jawab Riska.


Setelah di persilahkan duduk, Akbar pun duduk di sofa kecil sambil menikmati secangkir jus yang di buat karyawan toko.


Sedangkan Riska, dia mengambil kotak obat dan menyiramkan alkohol pada luka nya. sedangkan Akbar yang melihat Riska kesulitan membersihkan luka di lengan nya pun segera bangkit dari duduk nya.


"Kalau butuh bantuan itu bilang, jangan sok bisa" Tegur Akbar lalu meraih kanpas dan alkohol itu.


Dan ketika Akbar mulai mengobati luka Riska, pantulan bayangan mereka di cermin pun terlihat jelas hingga Riska mulai berpikiran aneh lagi.


"Andai ada pangeran seperti lu Bar, mungkin gua akan hidup bahagia." Ucap batin Riska.


"Woy!, lu kenapa weh?" Tegur diri Riska sendiri.


"Eh iya ya, ngapain gua jadi mikirin si Akbar ini" Balas batin Riska.


Lalu Akbar yang melihat Riska melamun pun, segera menepuk jidat Riska dan tidak sengaja mengenai luka nya yang berdarah tadi.


"Njir, sorry Ris gua gak sengaja" Ucap Akbar yang langsung mengambil kanpas baru.


Dan membuka perban di kening Riska dengan pelan-pelan, lalu membersihkan darah segar itu dan memerban nya kembali dengan rapih.

__ADS_1


"Lu kenapa diam saja Ris?, emang nya tidak sakit ya?" Tanya Akbar.


Namun Riska diam saja tidak menghiraukan pertanyaan Akbar. hingga Akhir nya Akbar pun menyuruh Riska istirahat di ruang kerja nya sejenak.


"Break dulu Ris sampai pening yang lu rasakan mulai mereda ya" Ucap Akbar.


"Okey, lu kalau mau liat-liat toko bunga gua silahkan ya Bar, gua mau istirahat dulu coba ya 10 menitan" Balas Riska.


"Oke" Ucap Akbar.


Lalu Riska pun istirahat dengan tenang di ruang kerja nya. sedang kan Akbar melangkah keluar dan melihat-lihat dari sudut ke sudut toko bunga milik Riska di temani oleh Karyawan Riska.


"Luas juga ya toko nya" Ucap Akbar.


"Begitulah Pak. oh ya Pak, apakah anda seorang Ceo?" Tanya Karyawan Riska.


"Iya, saya seorang Ceo" Jawab Akbar.


"Pantas rapih sekali hehe" Ucap Karyawan Riska lagi.


"Boleh saya bertanya sedikit?" Tanya Akbar.


"Apa Riska kalau terluka emang tidak pernah meringis kesakitan atau menangis Mbak?" Tanya Akbar.


"Memang Nona Ar itu begitu Pak, dia sudah mati rasa dengan luka. bahkan saat dia patah tulang di kaki nya pun tidak meronta kesakitan, kalau saya mungkin sudah nangis kejer kali hehe" Jawab Karyawan Riska.


"Kira-kira kenapa ya dia bisa sampai segitu nya dengan luka?" Tanya Akbar lagi.


"Nanti juga Bapak tau" Jawab Karyawan Riska sambil tersenyum dan pergi.


Lalu Akbar hanya bertanya-tanya pada diri nya, hingga tidak sadar kalau ada Riska yang sudah berdiri tepat di hadapan nya. lalu Akbar pun menabrak Riska.


"Eh maaf lu gak apa-apa?" Tanya Akbar yang heran melihat Riska masih berdiri tegak tanpa jatuh ketika di senggol atau di tabrak Akbar.


"Tidak apa-apa, lu ngapain jalan sambil melamun gitu" Jawab Riska lalu balik bertanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Kok, ehm.. lu bukan nya istirahat Ris" Ucap Akbar.


"Gua gak biasa istirahat terlalu lama, lu sendiri masih di sini aja haha kirain udah cabut" Balas Riska.


"Heleh ngusir aja terus" Ucap Akbar.


"Haha enggak kok Bar, lu baperan amat" Balas Riska.


Lalu mereka pun terus mengobrol dan mulai semakin akrab. hingga tidak terasa tiga jam sudah Akbar membuang waktu nya dan melupakan metting di kantor nya.


Hingga handphone Akbar pun berbunyi nyaring membuat Riska pusing. lalu Akbar yang peka pun segera menjawab panggilan itu.


"Iya hallo" Ucap Akbar.


"Hais Bar, lu dimana?, lupa ya sama metting dengan clien dari singapura?" Tanya Salim.


"Oh iya gua lupa Lim, waduh udah jam segini lagi" Jawab Akbar yang baru sadar bahwa metting nya terlewat kan.


"Nah kan, metting udah gua handle jadi lu santai aja, yang penting ku cepet ke kantor dan selesaikan semua berkas yang sudah menumpuk dan tertunda di meja lu sedari kemarin." Tutur Salim.


"Di toko bunga, by the way sorry ya Lim gua jadi merepotkan lu. gua segera kesana oke tunggu sebentar" Balas Akbar.


"Yaudah gua tunggu lu sekarang tidak pakai saos ya" Ucap Salim.


"Beg*, di kata gua lagi beli bakso kali" Balas Akbar.


"Haha, udah cepet kesini hih tixak pake lama" Ucap Salim lagi dan mematikan sambungan telepon nya.


"Ok" Balas singkat Akbar lalu menaruh handphone nya di saku jas nya.


Setelah itu, Akbar pun berpamitan pada Riska lalu pergi meninggalkan toko bunga menuju kantor nya. sedang kan Riska yang menunggu Akbar pergi pun dengan segera mengganti baju nya lalu on the way ke sebuah tempat.


Bersambung.....


Segini dulu yak episode kali ini. semoga kalian semua suka😘

__ADS_1


Thanks atas dukungan nya, jangan lupa follow author nya haha, eh maksud nya jangan lupa di tav love favorite novel nya yak.


So like, koment, saran, voteor gift, and rate. thank you


__ADS_2