
Setelah itu, Akbar pun pergi meninggalkan Riska di rumah dengan Bunda Dele. namun baru saja Akbar pergi, perut Riska pun terasa sakit.
Lalu ia beranjak dari kasur mencoba meminta bantuan, namun sayang tidak ada yang mendengar. bahkan Akbar yang sempat ia hubungi pun tidak menjawab telepon nya karena sedang berada di jalan menuju kantor.
"Ya Tuhan... Bik!!, Bunda!!." Teriak Riska yang menahan sakit di perutnya.
Lalu Bunda Dele dan Bik Ambar yang mendengar rintihan suara Riska pun segera menghampiri Riska.
"Ya Allah, air ketuban kamu pecah Nak!, Bik cepat panggil Pak Nasik untuk menyiapkan mobil." Titah Bunda Dele.
"Baik Nyonya." Balas Bik Ambar yang langsung lari menghampiri Pak Nasik.
Kemudian Bunda Dele yang panik pun segera menghubungi Tuan Laurent yang kebetulan tengah diperjalanan menuju Pratama house.
"Laurent kamu dimana?." Tanya Bunda Dele.
📞"Aku di jalan menuju rumah mu Del, sebentar lagi aku sampai." Jawab Tuan Laurent.
"Syukurlah.. cepatlah kesini karena putri kita akan segera melahirkan." Ucap Bunda Dele yang sedikit merasa lega.
📞"Hah?!!, oke aku kesana sekarang."
Lalu dengan cepat Tuan Laurent pun menancap gas menuju Pratama house.
Sedangkan di sisi lain..
Akbar yang tengah menuju kantor pun merasa gelisah tiba-tiba. namun saat ia ingin memastikan kegelisahan nya itu hanyalah angin, ia pun mendapat panggilan dari Salim yang baru ia sadari ketika hanpdhone nya mulai berdering berkali-kali.
"Astaga, iya Lim." Jawab Akbar.
📞"Masih dimana Bar?." Tanya Salim.
"Di jalan, sebentar lagi gua sampai kok di kantor." Jawab Akbar yang tetap fokus dengan jalan nya.
📞"Baiklah Bar, kalau begitu lu sedikit percepat ya karena Client kita memajukan jam metting." Ucap Salim yang tentu membuat Akbar panik.
"Si anj*r!, kenapa dadakan begini!." Balas Akbar yang sedikit menaikkan nada suara nya.
📞"Gua juga baru di kabari tadi oleh Renata Bar." Ucap Salim yang ikut panik.
"Oke-oke, lu tolong handle dulu semuanya dengan tenang sampai gua tiba di sana ok!." Ucap Akbar dengan tegas.
__ADS_1
📞"Baik" Balas Salim.
Lalu panggilan itu pun berakhir. hingga Akbar yang belum menyadari panggilan telepon Riska yang sedari tadi ia lewatkan pun mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Hingga pada akhirnya Akbar pun sampai dengan tepat dan berpapasan dengan Client nya yang dari Pakistan itu.
"Hallo Mr. Akbar." Sapa Client Pakistan.
"Oh hallo too Mr. Ahmed." Balas Akbar.
"Apa kabar anda?, maaf saya memajukan metting hari ini ya Mr. Akbar, karena Istri saya tengah melahirkan di Pakistan. dan saya harus segera pergi ke negara saya untuk menemani istri saya." Ucap Tuan Ahmed yang memang pasip berbahasa indonesia.
"Alhamdulillah baik, dan apa kabar anda Mr. Ahmed?. dan tabrakaallah jika istri anda tengah melahirkan, semoga di lancarkan persalinan nya." Balas Akbar.
"Alhamdulillah baik juga Mr. akbar, dan terimakasih atas Doa nya." Ucap Tuan Ahmed.
"Baiklah mari kita masuk ke dalam Mr.. Ahmed." Ajak Akbar.
"Terimakasih" Balas Tuan Ahmed.
Kemudian Akbar dan Tuan Ahmed pun melanjutkan metting lebih lajut di dalam kantor. sedangkan Tuan Laurent kini sudah sampai di Pratama house dan segera menggendong Riska menuju mobil nya.
Lalu Tuan Laurent, Bunda Dele dan juga Riska pun pergi menuju rumah sakit yang kebetulan tidaklah jauh dari rumah mereka.
Satu jam perjalanan mereka tempuh, kini Riska, Tuan Laurent dan Bunda Dele pun sampai di rumah sakit. lalu Perawat pun membawa kursi roda yang akan di tumpangi Riska menuju Ruang bersalin.
Dan setelah Riska sudah duduk di kursi roda, ia pun langsung di bawa menuju tempat persalinan untuk melahirkan.
(Menegangkan)
Setelah sampai di depan ruang persalinan, Riska langsung di baringkan di atas brangkar. lalu memposisikan tubuh nya dan membuka kaki nya lebar-lebar untuk mempermudah calon bayi nya keluar.
"Ini baru pembukaan ke tiga." Ucap Dokter.
"Apa masih lama Dok?, sakit sekali perut ku.." Pekik Riska.
"Kita tunggu sampai bayi anda mulai bereaksi ya Nona muda. dan untuk sementara ini atur nafas sejenak.. ya baik tarik nafas lalu buang, tarik!! lalu buang." Ucap Dokter untuk mengarahkan Riska agar tetap tenang.
Dan kemudian Riska pun mengatur nafas nya dengan perlahan. lalu satu jam kemudian ia pun kembali meringis kesakitan dan Dokter yang stand by segera memeriksa kondisi Riska.
"Baik sekarang semua sudah siap. oke Nona muda, aku minta sekarang anda atur nafas dan dorong sekuat yang anda bisa." Arahan Dokter.
__ADS_1
"Tapi aku ingin di dampingi suami ku." Ucap Riska sambil meringis.
"Tolong panggil Tuan muda kesini Sus." Titah Dokter.
"Baik Dok." Balas perawat.
Lalu salah satu perawat pun keluar ruangan untuk menanyakan keberadaan Akbar. namun hanya ada Tuan Laurent, Bunda Dele, dan juga Galuh yang menyusul.
"Permisi Nyonya, Tuan besar, apakah Tuan muda sudah datang?." Tanya perawat.
"Akbar belum sampai Sus, ada apa?." Balik tanya Bunda Dele yang panik.
"Nona muda ingin di temani Tuan muda Nyonya. dan kami bingung harus melakukan apa karena calon bayi Nona muda sudah mulai breaksi dan siap untuk melihat dunia." Jawab Perawat yang mencoba menjelaskan.
"Ya Allah, baiklah kalau begitu biar saya yang ke dalam." Ucap Bunda Dele.
"Lakukan yang terbaik Del, tolong semangati Putri ku karena aku tidak ingin dia kenapa-kenapa." Pesan Tuan Laurent.
"Akan ku pastikan putri kita baik-baik saja La." Balas Bunda Dele yang kemudian masuk ke dalam.
Lalu Bunda Dele yang sudah di dalam ruangan pun menggenggam tangan Riska dan mengelus rambut Riska untuk menyemangati nya.
"Bunda, Akbar mana?." Tanya Riska.
"Dia belum sampai Nak." Jawab Bunda Dele.
"Tapi Bunda ada di sini. kamu harus semangat dan lahirkanlah jagoan kalian." Ucap Bunda Dele.
"Tapi aku ingin di temani Akbar." Balas Riska.
"Kamu jangan khawatir, Kresna sedang menyusul Akbar. sebentar lagi pasti dia datang kesini oke." Ucap Bunda Dele.
Kemudian Riska mengangguk dan mulai mengatur nafas nya. lalu ia membalas genggaman Bunda Dele dan mengejan untuk mendorong bayi nya dengan sekuat tenaga.
Bersambung..
Hallo gaes, happy ied adha mubarrak. semoga berkah selalu dan sehat selalu semuanya di bulan penuh berkah ini.
aamiin...
maafkan othor ya klo banyak salah selama ini, banyak lama up juga selama ini karena memang Othor nya kalau gak sibuk kerja ya pastinya badan nya gak sinkron. dan terimakasih bagi yang selalu mampir untuk membaca novel ku ini, semoga kalian di berikan kelancaran dalam segala aktivitas nya.
__ADS_1
terimakasih semua, see you next episode..