
Lalu setelah itu Akbar pun melihat Riska tengah di tangani team medis. lantas Akbar kemudian memeluk tubuh Riska yang memucat.
"Pak, apakah dia istri anda?." Tanya Dokter.
"Iya Pak, dia tidak apa-apa kan?, apa yang terjadi sebenarnya??." Balik tanya Akbar.
"Istri anda mengalami gangguan jantung Pak, lalu apakah beliau memiliki penyakit lainnya Pak?." Jawab Dokter lalu kembali bertanya.
"Istri saya mempunyai kerusakan ginjal Pak, lalu syaraf otak nya juga mempunyai gangguan." Jawab Akbar sambil menahan tangis.
"Jika begitu, kita bawa saja langsung istri anda ke rumah sakit ya Pak, karena ini masalah serius." Ucap Dokter.
Namun saat team medis siap membawa tandu, Riska pun membuka mata nya dan langsung memegang tangan Akbar dan menatap nya.
"Aku tidak ingin di rumah sakit Bee, aku ingin di rumah saja dengan mu, Bunda, Aidha, Papah dan keluarga kecil kita." Ucap Riska dengan lemah.
"Tapi Bee, kondisi kamu tidaklah baik sayang." Balas Akbar sambil mengelus pipi Riska.
"Ehm.. Please kali ini saja Bee." Ucap Riska.
"Baiklah" Balas Akbar.
Lantas Akbar pun langsung menghampiri Dokter untuk tidak membawa Riska ke rumah sakit. dan setelah itu, Akbar menelepon team medis keluarga untuk menyiapkan segala keperluan medis di rumah.
Kemudian Akbar menggendong Riska dan membawa nya ke dalam mobil di antar Kresna dengan Aidha yang masih ia gendong.
"Kresna, thanks ya sebelumnya sudah menjaga Riska dan Baby Aidha. gua pamit pulang dulu untuk segera menangani semua ini." Ucap Akbar sambil mengambil Aidha pada gendongan Kresna.
"Sama-sama Bar, tapi izinkan gua ikut ke rumah ya, gua khawatir dengan Riska." Balas Kresna.
"Baiklah" Ucap Akbar.
Lalu Akbar pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi mengemudikan mobil nya. sedangkan Kresna mengikuti mereka dari belakang dengan motor sport nya.
^^^"Pembalap Itu Istri Ku"^^^
__ADS_1
Di sisi lain ketika Riska tengah dalam kritisnya, Rabella yang geram dengan perhatian Akbar yang semakin memuncak pada Riska pun langsung kembali memutar aksi nya.
"Bangs*t!, gua gak akan membiarkan lu hidup Riska!, lihat nanti apa yang akan gua lakukan.." Ucap Rabella dalam bentakkan nya.
"Gua akan membuat lu dan semua keluarga lu menderita!!!!." Bentak Rabella lagi.
Kemudian Rabella dengan sigap segera mengambil alih semua kelompok suruhannya dari berbagai penjuru dan memulai aksi nya.
Lalu satu jam kemudian, sudah terlihatlah kericuhan di rumah Pratama. kemudian saat Akbar, Riska dan Kresna sampai di rumah pun segera turun dari kendaraan mereka.
"Ehm Bee, jaga Aidha di sini." Ucap Akbar yang kemudian keluar dan langsung ikut menghajar penyusup itu dengan Kresna.
"Sayang, kamu akan baik-baik saja nak." Ucap Riska yang terus memeluk Aidha walau ia tengah sekarat.
Kemudian ketika Akbar hendak mematahkan leher salah satu penyusup itu, tiba-tiba Bunda Dele pun keluar bersama Kresna yang berhasil membantu nya.
Namun di saat Bunda Dele dan Kresna berlari, tiba-tiba tembakkan pun terlontar dan tepat mengenai jantung Bunda Dele dan Kresna.
"Anj*ng!," Teriak Akbar yang kemudian langsung mengeluarkan tembakkan nya.
Lalu Akbar yang tidak terima pun segera membidik semua penyusup itu dan menembak mereka satu per satu dalam hitungan detik. kemudian setelah semua nya tewas, Akbar segers menghampiri Bunda Dele dan Kresna di ikuti Riska, Galuh dan Tuan Laurent.
"Ti.. tidak usah sayang, memang ini sudah waktu nya, dan Bunda harus pergi." Ucap Bunda Dele dengan terbata-bata.
"I.. Iya Bar, gua rasa ini sudah waktu nya gua pergi juga." Sambung Kresna.
"Bun, Res, kalian ngomong apa si!, ayo kita ke rumah sakit." Balas Akbar sambil meneteskan air mata.
"Ehm.. Nak, tolong janji pada Bunda kamu akan membahagiakan Riska. dan Riska janjilah untuk selalu menemani Akbar." Ucap Bunda Dele yang kemudian menghembuskan napas terakhir nya.
"Bunda!!!!!!!!" Teriak histeris Akbar.
"Bunda jangan tinggalkan aku Bunda" Ucap Akbar sambil memeluk tubuh Bunda Dele.
Kemudian Tuan Laurent dan Galuh pun menenangkan Akbar. namun Kresna dalam sekarat nya pun memegang pipi Riska dan tersenyum.
__ADS_1
"Lu tau?, lu adalah wanita hebat. gua yakin semua cita-cita lu akan terkabul. lu harus kuat ya, janji pada gua kalau lu akan tegar dan sembuh secepat nya ya." Ucap Kresna.
"Maafkan gua kalau gua suka jahil dan membuat lu dalam masalah ya. gua sayang lu Riska." Sambung Kresna yang kemudian ikut menghembuskan napas terakhir nya.
Lalu Riska pun menahan air mata nya dan mengecup tangan Kresna. kemudian Riska memberikan Aidha pada gendongan Galuh.
Setelah itu, Riska beranjak dan pergi menghampiri pintu dan menarik satu orang penyusup yang belum tewas ke hadapan Akbar, Galuh dan juga Tuan Laurent.
"Siapa yang menyuruh lu?" Tanya Akbar dengan tenang.
"Gua gak akan memberitahu kalian." Jawab penyusup itu.
"Ehm.. Rabella yang menyuruh lu?." Tanya Riska.
"Oke baiklah, lu terlalu bodoh dan tidak sayang nyawa. jadi ini hukuman lu Binatang!." Teriak Riska yang kemudian menembakkan pistolnya ke kepala penyusup itu.
^^^"Pembalap Itu Istri Ku"^^^
Setelah tragedi itu, Bunda Dele dan Kresna pun di makamkan. lalu Riska yang masih di landa emosi pun pergi ke rumah Rabella sendirian dengan motor sport nya.
Lalu di saat Riska sampai di rumah Rabella pun, ia langsung menyusup diam-diam lewat pagar. kemdian ia langsung menaruh 3 bom sudut-sudut rumah Rabella.
Setelah itu, Riska masuk dan langsung menyergap Rabella dengan pakaian yang sama seperti sebelum nya ketika Riska menyamar.
"Anj*ng, karena lu mertua gua dan kawan gua mati, maka lu juga harus mati." Ucap Riska yang kemudian menodongkan pistol nya.
Gua tidak akan melukai lu, namun gua rasa bom lah yang akan menyakiti diri lu." Balas Riska.
Setelah itu Riska pergi sejauh mungkin dan langsung menekan tombol merah sehingga menghacurkan Rumah Rabella beserta isi nya dalam sekejap.
Bersambung..
Maaf ya aku baru sempat update, karena hati dan otak tidak sinkron.
Terimakasih semua yang masih menunggu up novel ku. See you next episode.
__ADS_1
*Ibu adalah segalanya, dia seperti bidadara, maka jagalah ibu kalian dan buat ia tetap tersenyum. Karena doa ibu dan senyuman ibu adalah surga kita untuk akhirat kita*
#Ar29.