Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Sampai rumah Cleo


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobil nya, Akbar, Riska dan Cleo pun turun dari mobil menuju teras rumah megah itu.


Lalu mereka pun di sambut oleh para bawahan Ayah nya Cleo yang terlihat garang dan gagah pastinya ya. awal nya mereka seperti tidak suka dengan kedatangan Riska dan Akbar, namun ketika Cleo berdiri di antara Akbar dan Riska, para bawahan Ayah nya Cleo pun langsung nampak senang dan tunduk.


"Paman Jamal, Ayah mana?." Tanya Cleo pada ketua dari para bawahan Ayah nya.


"Nona muda, puji Tuhan akhir nya anda bisa kembali dengan selamat Nona. Tuan sedang di dalam rumah, mari saya antar ke dalam. tapi sebelum itu, siapakah dua orang ini Nona?." Tanya sang ketua.


"Ini Om Akbar, dan Tante Riska. mereka yang menyelamatkan ku dari penjahat itu Paman. ayo jangan banyak bicara, aku ingin mengenalkan Om dan Tante pada Ayah." Jawab Cleo.


Lalu sang ketua pun segera masuk ke dalam untuk mengantar Cleo, Akbar dan Riska. kemudian, saat mereka sudah sampai di hadapan Ayah Cleo, Riska pun terkejut karena Tuan Laurent sedang bersama Ayah Cleo.


"Lah Papah.. weh ngapain Papah di sini?." Ucap Riska yang refleks mengejutkan Tuan Laurent.


"Loh Nak, kalian kenapa bisa ada di sini?, bukankah kalian sedang berbulan madu kata Del." Balas Tuan Larent yang kaget.


"Papah dulu jawab pertanyaan aku." Ucap Riska.


"Lah kamu dulu, kan kamu Anak nya aku Ayah nya." Balas Tuan Laurent.


"Hais Papah lah.." Ucap Riska.


"Kamu lah Nak." Balas Tuan Laurent.


"Papah" Ucap Riska lagi.


"Sutt.. ih Uncle La dan Tante Riska kenapa malah berantem, aku kan cuma mau ketemu Ayah." Ucap Cleo yang menengahi perdebatan itu.


Lalu Tuan Johan (papah nya Cleo) pun langsung kaget dan senang ketika melihat Cleo ada di hadapan nya setelah satu bulan lama nya menghilang.


"Puji Tuhan, sayang kamu baik-baik saja Nak.?" Tanya Tuan Johan.


"Aku baik-baik saja Ayah, karena aku di tolong oleh Om dan Tante yang baik juga." Jawab Cleo.

__ADS_1


Lalu Tuan Johan pun memeluk erat Cleo dan menggendong nya. kemudian ia pun menghampiri Tuan Laurent, Riska dan Akbar.


"Nak terimakasih sudah membantu putri ku dan mengantar nya pada ku." Ucap Tuan Johan.


"Ini bukan masalah besar dalam dunia bisnis Tuan, karena dalam bisnis pasti ada persaingan anatara satu orang atau lebih sehingga bisa menyebabkan orang di sekeliling kita ini dalam bahaya." Balas Akbar dengan kata-kata yang bijak.


"Benar sekali Tuan kata-kata anda." Ucap Tuan Johan.


"Alhamdulillah" Balas Akbar.


"Oh ya Jo, inilah menantu yang selalu saya ceritakan pada mu." Ucap Tuan Laurent.


"Oh inilah sang perfectsionis itu, pantas kamu begitu bangga dengan menantu mu La." Balas Tuan Johan.


"Haha kalau tidak bijak ya bukan menantu saya lah nama nya." Balas Tuam Johan.


"Eh nanti-nanti, kalian kan saling kenal, lalu Papah, siapakah Paman ini sebenar nya?." Tanya Riska.


"Bukan masalah lupa Pah, kan otak ku punya kelainan, kau pasti paham lah jika aku berkata begini." Jawab Riska.


"Oh ya maaf sayang Papah lupa, jadi Tuan Johan ini adalah tangan kanan Papah jikalay papay tengah sibuk sesibuk-sibuk nya." Jelas Tuan Laurent.


"Aku lupa Pah, pokok nya siapapun anda, terimakasih sudah menemani Papah di sini ya, dan jangan lupa untuk lebih memperhatikan putri anda supaya tetap aman." Ucap Riska mengingatkan Tuan Johan.


"Siap Nak, ngomong-ngomong kamu sudah besar ya. maaf kemarin saat kalian menikah aku tidak bisa hadir." Ucap Tuan Laurent lalu memeluk Riska dan Akbar.


"Tolong jaga Riska, jangan sakiti dia dan bahagiakan dia ya nak." Ucap Tuan Johan.


"Insyaallah akan ku jaga Riska dengan baik dan berusaha membahagiakan nya sampai lupa akan tangisan." Balas Akbar.


"Dan untuk sayang ku yang paling pintar, jangan gampang menyerah hanya karena insecure ya sayang. karena kamu pasti sembuh dan setiap penyakit pasti ada obat nya." Ucap Tuan Johan.


"Insyaallah Paman, tolong doakan aku." Balas Riska.

__ADS_1


"Pasti Paman selalu mendoakan kamu Nak," Ucap Tuan Johan.


"Oh ya Paman, Papah, kalau begitu kami izin pamit duluan ya, karena masih ada urusan yang harus kami urus." Ucap Akbar.


"Cepat sekali Bar, apa ada masalah di kantor atau bagaimana?." Tanya Tuan Laurent.


"Ada sedikit problem Pah, sebenarnya aku bisa si menghandle nya sendiri, but aku tidak bisa meninggalkan Riska di rumah sendiri Pah." Jawab Akbar.


"Kalian kan sedang menikmati bulan madu kalian, urusan kantor biar Papah dan Bunda Del yang mengurus ok." Ucap Tuan Laurent.


"Tidak usah Pah, kami tidak mau merepotkan Papah dan Bunda." Balas Riska.


"Tidak apa-apa Nak, kalian kan sama-sama sibuk, jarang ada waktu bersama juga. apa salahnya Papah dan Bunda Del membantu kalian sementara bukan." Ucap Tuan Laurent yang sedikit memaksa Akbar dan Riska.


"Baiklah kalau Papah memaksa, kami serahkan tugas kami untuk dua hari ini pada Papah dan Bunda ya jika tidak keberatan." Balas Akbar.


"Tentu Papah tidak akan keberatan Nak, intinya Papah mau kalian menghabiskan waktu bersama dulu untuk melepas stress saat kerja juga bukan." Ucap Tuan Laurent.


"Baiklah Papah, kalau begitu kami pamit kembali melanjutkan urusan kami ya Papah, Paman dan Cleo." Ucap Akbar dan Riska bersamaan.


"Baiklah hati-hati ya Akbar dan Riska." Balas Tuan Laurent dan Johan bersamaan.


"Iya Tante sama Om hati-hati ya di jalan." Sambung Cleo.


"Aku pasti akan merindukan kamu Cleo, see you next time and muach." Balas Riska lalu membungkukkan badan nya dan mengecup pipi Cleo.


"Muach Tante, see you too." Balas Cleo yang kemudian membalas mengecup pipi Riska.


Kemudian, Akbar dan Riska pun pergi meninggalkan Rumah Tuan Johan dan Cleo. lalu Riska yang memang sangat penyayang anak kecil pun meneteskan air mata saat ia harus berpisah dengan Cleo.


Bersambung..


Thanks gaes, episode hari ini sudah selesai. jangan lupa like, koment, vote/gift and rate.

__ADS_1


__ADS_2