
Hingga ia memutuskan untuk pergi ke kamar Riska dan terus bergantian sambil menjaga Aidha juga. hingga Reival pun mematikan lampu ruangan karena risih.
"Kenapa lampunya di matikan Nak?." Tanya Akbar.
"Aku tidak suka anda keluar masuk ruangan Mama, aku bisa menjaga Mama dengan baik. fokuslah pada Aidha karena kami tidak ada hubungan apapun dengan anda." Jawab Reival.
"Tapi saya suami Riska, dan saya berhak atas Riska." Ucap Akbar.
Lalu Reival pun kaget, karena pria yang selama ini ia cari itu ada di hadapan nya. karena Reival ingin membantu Riska bertemu putri Riska yang ternyata Aidha.
"Jadi anda Suami dari Mama?" Tanya Reival kaget.
"Ya, aku Akbar Pratama Sanu, lalu kenapa setelah kau tau nama ku kau begitu sangat syok?." Balik tanya Akbar.
"Karena selama ini saya mencari keberadaan anda dan Putri nya Mama, ternyata kini tanpa di cari pun kau sudah ada di hadapan ku. maka dari itu pergilah dari sini, karena anda tidak memperbolehkan Mama bertemu putri kandungnya bertahun-tahun, maka anda juga tidak ada hak lagi bertemu dengan Mama dan masa pernikahan kalian pun sudah jatuh talak karena anda tidak melakukan kewajiban anda selama bertahun-tahun sebagai suami." Jelas Reival dengan detail.
"Apa hak mu melarang ku hah!, dia istri ku, sampai kapan pun akan tetap menjadi istri ku." Ucap Akbar yang sedikit meninggikan suara nya.
"Pergilah, aku tidak ingin berdebat. pergi sebelum aku yang memaksa mu pergi dari sini." Balas Reival dengan tatapan tajam.
"Saya tidak akan pergi" Ucap Akbar dengan tegas.
Kemudian Reival pun mendorong paksa Akbar dan terjadi sedikit keributan. hingga Riska yang tadinya tidur karena pengaruh obat bius pun dengan ajaibnya terbangun dan langsung memanggil salah satu dari mereka.
"Val.." Panggil Riska.
"Mam.." Balas Reival yang langsung memeluk Riska.
"Ehm.., jangan ribut, ingat janji Val?, tidak akan nakal lagi dan melawan apa kata kata benar dari yang lebih tua." Ucap Riska sambil mengelus punggung Reival.
"Tapi orang itu memaksa ingin menemani Mama, sedangkan aku tidak ingin dia di sini." Balas Reival.
"Sini sayang." Panggil Riska.
Lalu Reival pun membantu Riska duduk bersandar, Kemudian Riska meminta Reival duduk di samping nya.
"Dengar Mama ya sayang." Ucap Riska.
__ADS_1
"Iya Mam" Balas Reival.
"Kamu harus tenang, tidak boleh banyak emosi. anak Mama harus bisa kendalikan emosi nya oke." Ucap Riska sambil mengelus pipi Reival.
"Tapi dia ehm.." Balas Reival yang kemudian menghentikan ucapannya.
Karena Riska langsung memeluk Reival dan mengecup rambut nya sambil di elus dengan lembut. dan setelah Reival tenang, Riska langsung angkat suara.
"Pergilah Bar, tolong tandatangani semua berkas dan selesaikan semua nya. setelah itu, aku akan pergi dan tidak akan lagi merepotkan kamu maupun bertemu Aidha seperti ingin mu" Ucap Riska.
"Dan seharusnya biarkan saja aku pergi, kenapa kamu menolong ku lagi setelah semua yang kamu ucapkan." Sambung Riska.
Kemudian Akbar yang mulai geram pun langsung mendekat pada Riska dan menatap Riska dengan tatapan tajam tanpa senyuman.
"Kamu tidak tau artinya balas budi ya?. andai kamu mati, apa kamu bisa menjamin aku tidak akan masuk penjara hah?." Tanya Akbar.
"Kau pikir jika kau mati semua akan selesai?, gak!!" Sambung Akbar.
Lalu ketika Riska hendak menjawab pertanyaan Akbar, Reival pun beranjak dan langsung menarik kerah Akbar. kemudian dengan kasar, Reival pun mendorong Akbar keluar dan menutup pintu dengan rapat tanpa mengucapkan satu patah kata pun.
Sedangkan Akbar yang melihat emosi Reival pun hanya bisa diam dan pergi meninggalkan Riska di ruangan bersama Reival.
"Val.." Panggil Riska.
"Iya Mam." Balas Reival.
"Sini boboan" Ucap Riska.
Kemudian, Reival mengirim alamat rumah sakit pada Raihan. dan setelah itu, Reival berbaring di samping Riska dan memeluk pinggang Riska.
"Aku pikir, aku akan kehilangan Mama." Ucap Reival.
"Aku tidak akan meninggalkan Val, jangan sedih ya sayank." Balas Riska sambil mengelus rambut Reival.
"Aku takut Mam, aku tidak bisa hidup tanpa Mam." Ucap Reival sambil meneteskan air mata.
"Ehm.. Mama kan sudah janji akan selalu bersama Val. jikapun nanti Mama pergi, Mama tetap akan selalu ada di hati Val." Balas Riska sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tapi aku tetap tidak mau Mama meninggalkanku. jika nanti Mama pergi, Val ikut." Ucap Reival yang langsung duduk sambil menatap Riska.
Lalu Riska pun mengecup pipi Reival dan mengelus pipi nya sambil menatap Reival dengan baik. tersenyum dan kembali mengecup pipi Reival dalam diam.
"I love you my chicks" Ucap Riska sambil menatap Reival.
Kemudian, Reival pun mengecup pipi Riska dan memeluk nya. sedangkan tanpa mereka sadari, Raihan sedari tadi sudah ada di balik pintu sambil meneteskan air mata karena melihat Riska yang mampu menaklukan hati rapuh nya Reival.
Sepuluh menit kemudian, Reival pun tertidur dalam pelukan Riska. yang kemudian langsung di baringkan oleh Riska di samping nya. dan setelah itu, Riska pun memanggil Raihan yang memang dia sadari kedatangan nya.
"Masuklah Kak Rai." Panggil Riska.
"Ehm.. sejak kapan kamu menyadari aku di sana?." Tanya Raihan.
"Aku mafia Kak, mana mungkin kelolosan dengan hadirnya orang yang mendekat pada nya." Jawab Riska.
"Dasar" Balas Raihan yang kemudian mendekati Riska.
Setelah itu, Raihan memeluk Riska dan mengecup pucuk rambut nya. sedangkan Riska hanya diam dalam pelukan hangat Kakak sepupu nya itu.
"Bagaimana keadaan mu?." Tanya Raihan.
"Aku baik-baik saja Kak." Jawab Riska.
"Ehm.. Maaf aku datang telat." Ucap Raihan.
"Its oke Kak." Balas Riska.
"Oh ya Kak, tolong besok jika ada panggilan pengadilan namun aku masih belum pulang, tolong wakilkan aku kesana ya Kak." Ucap Riska.
"Apapun akan Ku lakukan untuk mu." Balas Raihan.
"Terimakasih Kak." Ucap Riska yang semakin mengeratkan pelukan nya.
Lalu Raihan pun hanya tersenyum dan mengelus Riska tanpa berkata apa-apa lagi. dan setelah itu, cerita pun bersambung ..
Hehe, 😅😅kamu nanyea.. Kamu bertanya tanya.. Kenapa episode nya cepet banget habisnya.. Begini gaes,, Author nya itu tidak stabil keadaanya baik fisik maupun sikon pada lingkungan nya.
__ADS_1
Jadi maaf ya jika up nya lama bahkan bisa sampai berminggu-minggu gak up.