Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Perhatian


__ADS_3

Dan setelah Riska bertemu Gunawan di alam bawah sadar, Riska pun kembali pada raga nya lalu membuka mata nya.


Kemudian, Akbar pun segera meminta Salim untuk pergi memanggil Dokter. dan tidak lama kemudian, Dokter pun langsung masuk ke dalam ruangan Riska dan segera memeriksa nya secara detail.


"Dok, apa Istri saya baik-baik saja?" Tanya Akbar.


"Alhamdulillah, keadaan Pasien kini mulai membaik, hanya saja kami harus kembali melanjutkan pemeriksaan syaraf dan ginjal untuk memastikan Pasien baik-baik saja." Jawab Dokter.


"Syaraf dan ginjal?, apa sebenar nya penyakit yang di derita Istri saya Dok?, bukankah hanya luka ringan saja karena benturan itu." Tanya Akbar lagi.


"Pasien sebenar nya.." Jawab Dokter yang tertahan, karena Riska kini tengah memegang tangan Dokter.


Lalu Dokter pun menoleh pada Riska yang menutup mata nya lalu kembali membuka nya pelan-pelan.


"Maaf Tuan, kami harus memeriksa Pasien yang lain. kami permisi dulu." Ucap Dokter lalu pergi di ikuti dua Suster.


Setelah itu, Akbar pun kembali duduk dan mengelus tangan Riska. lalu mengecup nya dan menatap mata Riska dengan penuh penyesalan.


"Ris, kenapa lu tidak mau memberitahu gua tentang penyakit lu sebenar nya?, dan kenapa lu bungkam dengan gua?." Tanya Akbar.


"Aku ingin kamu bahagia Akbar, aku juga ingin kamu selalu tersenyum tanpa aku yang pasti akan jadi beban mu." Jawab Riska dengan lemas.


"Lu bukan beban Ris, lu Istri gua berarti tanggung jawab gua." Ucap Akbar.


Lalu Riska membuka pentilator oksigen nya dan bertanya pada Akbar yang kini menunjukkan perhatian nya.


"Apa kini kita sudah bisa berbagi Bar?, dan apakah kini kita sudah bisa..." Balas Riska namun terhenti karena bibir Akbar kini sudah menempel pada bibir Riska.


Lalu Renata dan Salim yang melihat moment itu pun hanya bisa tersenyum dan memutuskan untuk menunggu di luar supaya tidak mengganggu mereka.


Sedangkan Riska dan Akbar kini melepas ciuman singkat itu dan menempelkan kening mereka.

__ADS_1


"Maafkan gua Ris, dan tolong jangan tinggalkan gua. gua baru sadar kalau gua tidak bisa hidup tanpa lu, dan di saat lu sakit gua juga merasakan itu." Ucap Akbar.


"Aku sudah memaafkan kamu sejak kamu menyesal Akbar. dan sebagai wanita, aku harus bisa menjaga keluarga ku karena Istri adalah tulang rusuk keluarga." Balas Riska.


"Terimakasih Istri ku." Ucap Akbar lalu memeluk Riska dan mengelus punggung nya.


Lalu Riska yang baru pertama kali di panggil Istri pun tersenyum dan membalas pelukan Akbar.


"Pembalap Itu Istri Ku"


Waktu terus berlalu..


Kini Akbar dan Riska semakin dekat, bahkan Salim dan Renata pun kini sudah kembali lagi ke kantor karena mereka rasa Akbar dan Riska perlu waktu berdua tanpa harua ada campur tangan mereka dikala Akbar atau Riska butuh.


Namun di sisi lain, Galuh tengah menyiapkan sebuah strategi tergila nya. dimana ia berniat kembali mengambil para claient Akbar saingan terberat nya.


"Kali ini pasti gua yang akan memenangkan nya Akbar." Ucap Galuh.


Setelah itu, Galuh yang tengah merancang strategi pun harus menunda nya sejenak, karena ada telepon dari utusan nya yang menginfo kan bahwa Istri Akbar tengah di rawat di rumah sakit.


Namun di sisi lain, Akbar mendapat telepon dari Renata. lalu mau tidak mau, Akbar pun langsung ke mobil nya untuk mengambil laptop dan segera membuka nya.


"Astaga Nata, apa kalian tidak bisa meng-handle nya?" Tanya Akbar sambil mengetik dengan cepat di laptop nya.


"Maaf Kak, mereka hanya ingin metting ini di pimpin oleh Kak Akbar dan Riska." Jawab Renata.


"Hadeh, jam berapa metting nya?" Tanya Akbar.


"Dua jam lagi." Jawab Renata.


"Baiklah, siapkan semua kebutuhan untuk metting. aku dan Riska akan siap satu jam sebelum metting." Ucap Akbar.

__ADS_1


"Laksanakan sesuai perintah Kak." Balas Renata.


Lalu Akbar pun menaruh laptop nya dan menelepon supir untuk membelikan baju di mall atau butik terdekat dari rumah sakit.


Kemudian Riska yang melihat Akbar tidak tenang dan mood nya hancur berantakan, dia pun memanggil Akbar dengan pelan.


"Akbar.." Panggil Riska.


"Iya Ris." Balas Akbar lalu menghampiri Riska.


"Kamu kenapa tidak tenang begitu?." Tanya Riska.


"Ada client yang ingin metting tapi harus di pimpin oleh aku dan kamu." Jawab Riska.


"Tumben bilang aku kamu hehe." Ucap Riska.


"Kita kan mau membuka lembaran baru Ris, jadi kita harus mengubah apa yang tidak baik menjadi lebih baik." Balas Akbar.


"Terimakasih ya Akbar, maka dari itu aku akan memberikan satu hadiah untuk kamu." Ucap Akbar.


"Apa itu Ris?" Tanya Akbar yang bingung.


"Sebelum itu aku ingin alat rias dulu supaya wajah ku tidak terlalu pucat." Jawab Riska.


"Tidak usah repot-repot Ris, biar aku saja yang ikut metting, kamu istirahat saja." Ucap Akbar.


"Dalam bisnis, kita harus bisa mengikuti apa yang client pinta Bar. supaya derajat perusahaan semakin bisa naik dan all client akan betah jika pelayanan kita juga bagus." Balas Riska.


"Tapi kan kamu lagi sakit Ris, aku tidak mau hanya karena client ini kamu jadi terbebani pikiran nya." Ucap Akbar.


"Aku baik-baik saja Akbar." Balas Riska.

__ADS_1


Lalu Akbar pun meng-iyakan keinginan Riska. kemudian, Akbar pun membuka laptop dan mempelajari apa yang akan di metting kan bersama Riska.


Bersambung..


__ADS_2