
Dan Riska pun semakin tidak percaya di buat nya, karena isi kotak yang di berikan Bunda Dele untuk Akbar itu adalah dua pasang cincin dengan ukiran yang sama dan tambahan berlian indah.
"Hah, astaga bisa salah paham lagi aja nih anak nanti." Ucap batin Akbar lalu menutup kembali kotak cincin itu dan beranjak.
"Kenaap di tutup Bar?, kalau lu mau melamar gua kenapa pakai acara drama segala." Ucap Riska dengan senyuman tipis yang mulai terukir.
Lalu para staff karyawan pun kaget sekaligus terharu karena atasan nya akan menikah, di sisi lain Bunda Dele dan Mr. Laurent pun menghampiri Akbar dan Riska.
"Sayang, sudah lama Bunda menunggu hal ini, kenapa kamu malah malu-malu begini." Ucap Bunda Dele sambil mengelus pundak Akbar.
"Aku memang sayang sama dia Bunda, tapi aku tidak mencintai nya." Balas Akbar dengan pelan tanpa menatap Bunda.
"Memang sekarang kamu tidak mencintai nya, tapi Bunda sangat menyukai gadis itu. Bunda percaya Riska yang terbaik untuk kamu sayang." Ucap Bunda Dele.
"Jika tidak suka ya tidak suka Bun, bisnis Bunda yang atur boleh, sekolah pun sama, tapi tidak dengan cinta ku juga Bun." Balas Akbar.
Lalu Riska yang mendengar hal itu pun seketika kembali hancur, karena untuk kesekian kali nya pria yang dia suka pasti akan menolak untuk menikah atau pun memiliki hubungan dengan nya.
Karena sebelum Akbar, ada Pria yang pernah mencampakkan Riska juga karena Riska yang berbeda mulai dari fisik, hobby dan sikaf nya.
Baiklah Flashback..
Ketika Sma dulu, Riska menjalin hubungan dengan seorang Pria kaya raya bernama Bram. namun semua itu harus kandas ketika Bram tau bahwa Riska memiliki penyakit dan syaraf di kepala nya juga punya masalah.
Hingga suatu hari ketika Riska tengah balapan. dia memenangkan balapan liar itu dengan uang yang sangat banyak, lalu dengan segera Riska pun pergi meninggalkan tempat balap menuju taman yang ia janjikan.
Lalu disana Riska pun terkejut ketika mendaapati Bram itu tengah bermesraan dengan Wanita lain.
"Ehm.., Bram siapa dia?" Tanya Riska.
"Gua pacar nya, lu siapa hah?." Jawab Wanita itu dengan sombong nya.
"Gua pacar dia, lu jangan ngada-ngada deh kalau lu pacar dia." Ucap Riska sambil mendoronh Wanita itu.
"Hey, jangan begini dong main nya. berani sekali kamu mendorong Pacar ku." Tegur Bram.
"Maksud kamu apa hah?!, terus jika dia pacar kamu, aku ini siapa!" Teriak Riska.
"Cuma mantan yang tidak berguna, penyakitan dan miskin. mengandalkan orang tua asuh untuk membiayai sekolah tapi nyatanya miskin tetap saja miskin. penyakitan ya tetap penyakitan, tidak akan bisa sembuh atau di ubah jadi lebih baik." Ucap Bram dengan penuh penghinaan dalam setiap kata nya.
"Maksud lu apa hah!" Tanya Riska lagi.
"Ya kita putus men, mau ngemis cinta lu sama gua hah!" Jawab Bram dengan kasar.
Dan Riska yang kaget, kesal, bahkan tidak percaya dengan apa yang di katakan Bram pun menjadi sedih, namun rasa sedih itu tertahan karena ego nya yang lebih tinggi berhasil mengalahkan rasa sedih nya.
__ADS_1
Lalu Riska pun menarik selingkuhan Bram hingga kini tangan Riska berhasil mencekik leher selingkuhan Bram.
"Wanita gila!, apa yang mau lu lakukan hah!" Teriak Bram sambil menahan tangan Riska.
"Kalau gua saja berani lu hina dan lu sia-sia kan, maka wanita ini pun harus merasakan bagaimana sakit nya di tinggal mendua atau pergi dengan keadaan luka." Ucap Riska dengan dingin dan tatapan tajam.
Setelah itu, Riska pun mencekik dengan keras selingkuhan Bram dan menjatuhkan nya tepat di kaki Riska.
"Ingat baik-baik, lu berdua jangan pernah lagi muncul di hadapan gua, atau terima akibat dari perbuatan kalian!" Ancam Riska lalu menampar keras pipi tampan Bram dan pergi dengan motor nya.
Flashback off...
Dari situlah Riska menjadi trauma akan cinta. namun ketika bertemu Akbar, hati nya kembali menumbuhkan buih cinta bahkan semangat menjalankan lembaran baru.
Namun kini semua itu kembali kandas ketika Akbar yang mulai dia sukai pun tidak memiliki perasaan yang sama dengan Riska walau hampir setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama di kantor.
"Pah, pulang yuk." Ajak Riska.
"Nanti dulu sayang, kita masih belum selesai." Balas Mr. Laurent.
"Aku tidak mau di anggap sampah oleh Pria lagi Pah, aku ini berlian yang harus nya di hargai dan di jaga. bukan mengemis hanya karena cinta." Ucap Riska.
Lalu ucapan Riska pun di gubris oleh Akbar yang salah paham dan tersinggung dengan kata-kata Riska.
"Maksud lu gua itu tidak bisa menjaga perasaan wanita hah!?" Tanya Akbar dengan sedikit berteriak.
"Eh, lu itu harus nya bersyukur karena gua masih baik sama lu, gua hargai lu dan kinerja lu. dan lu banyak izin karena penyakit lu juga gua bisa maklumi semua itu kan tanpa memecat lu karena banyak mengambil cuti." Ucap Akbar.
Dan untuk kesekian kali nya, Riska pun mendengar hinaan tentang fisik nya yang mengidap penyakit. hingga membuat Riska pun bukan lagi kesal, tapi meneteskan air mata dalam diam.
"Untuk kedua kali nya lu menghina fisik gua Bar. sebelum kita tanda tangan kontrak, gua kan sudah izin pada lu dan Bunda kalau gua tidak bisa kerja maksimal, gua harus check up dan tidak bisa banyak mengambil lembur juga." Ucap Riska yang mengepalkan tangan nya sambil menunduk meneteskan air mata.
"Nak, please sudah ya tidak usah di gubris, tolong maafkan anak Bunda ya." Ucap Bunda yang perlahan menenangkan Riska.
"Aku hanya ingin bicara pada Anak Bunda kalau aku memang punya penyakit, aku tidak secantik para gadis lain nya ataupun sempurna baik fisik maupun mental." Balas Riska.
Lalu Riska pun berteriak pada semua orang yang ada di pesta malam itu, dan sambil mengangkat kepala nya dengan mata yang meneteskan air mata dan senyuman tipis dari Riska, dia pun berkata.
"Aku mencintai diri ku sendiri, aku suka hobby ku, dan aku bangga menjadi aku yang sekarang. aku memang penyakitan, tapi kalian tidak tau kan kalau aku sakit, kenapa?. karena aku ini kuat, aku tidak lemah di saat sakit harus tetap bekerja demi perusahaan ini tetap maju. janji ku kala Bunda menawari ku bekerja, aku sudah penuhi. yaitu membuat Perusahaan Pratama Acour ini semakin maju tanpa ada celah kata di tikung perusahaan lain." Ucap Riska dengan tegar.
Lalu Riska pun menghampiri Akbar dan merapihkan dasi nya sambil membuka kancing jas Akbar seperti yang selalu dia lakukan di kantor.
"Lu lebih terlihat tampan jika begini, dan gua minta maaf ya kalau selama ini kinerja gua mengecewakan lu sampai lu selalu mengungkit cuti gua selama check up dan haha.. sudah lah tidak usah lu pikir kan." Ucap Riska.
"Dan Bunda, terimakasih ya sudah mempercayakan aku untuk jadi skertaris nya, bahkan kamu punya niat indah untuk menjadikan ku menantu mu. tapi Bunda, sekali lagi maaf ya kalau aku mau mengundurkan diri saja dari status ku dan.. maafkan aku Bun." Ucap Riska lalu membalikkan tubuh nya dan berlari pada pelukan Mr. Laurent.
__ADS_1
Setelah itu, Mr. Laurent pun membalas pelukan Riska dan menatap Akbar penuh amarah karena dia telah berani menyakiti hati putri kesayangan nya.
"Akbar, saya kecewa pada mu. Del, kurasa sampai sini sudah perjodohan anak kita. aku pikir Anak mu itu sopan dan bisa menjaga ucapan nya seperti aku, aku tau aku memang mafia, tapi walau begitu Riska tidak pantas di hina hanya karena penyakit nya." Ucap Mr. Laurent.
"Tapi Ren, berikan satu kesempatan lagi untuk Anak ku. dan tolong maafkan dia." Balas Bunda Dele.
Namun Mr. Laurent pun tidak menggubris kata-kata Bunda Dele. lalu Riska pun kembali pingsan dengan fisik yang lemah namun harus di paksa kuat demi prinsip nya yang selalu mendahulukan tanggung jawab di banding kondisi nya.
"Riska" Ucap lirih Akbar yang hendak mendekat pada Riska.
"Saya bisa sendiri Bar, terimakasih untuk pesta malam ini." Ucap Mr. Laurent lalu menggendong Riska dan pergi dari acara itu.
Beberapa saat kemudian setelah Mr. Laurent dan Riska pergi..
Pesta pun menjadi kacau dan Akbar berhasil mempermalukan Riska dengan sempurna sampai pada akar nya tanpa di niat kan. namun Bunda Dele yang kecewa dengan Akbar pun membubarkan acara pesta itu dan langsung menarik tangan Akbar ke dalam ruang kerja Akbar.
"Duduk!" Titah Bunda.
Akbar pun duduk di kursi sambil menundukkan kepala nya. sedangkan Bunda Dele langsung duduk di hadapan nya dan bertanya pada Akbar dengan penuh malu dan kecewa.
"Apa si mau kamu Nak?, sejauh ini Bunda selalu memikirkan kebahagiaan mu, bahkan Bunda rela melakukan apapun untuk kamu. tapi kenapa di saat Bunda hanya ingin menantu yang tepat sekaligus istri terbaik untuk mu malah kamu permalukan." Ucap Bunda Dele.
"Coba buka mata mu sedikit saja, Riska itu wanita baik walau dia sedikit keras. dan coba kamu hargai dia sedikit saja apa kamu tidak pernah melakukan itu selama ini?" Tanya Bunda.
Lalu Akbar pun kembali mengingat-ingat semua moment selama Riska menjabat menjadi Skertaris nya.
Bersambung..
..._memiliki fisik yang sempurna itu memang keinginan banyak manusia pada umum nya, tapi tidak semua apa yang kita ingin itu bisa sesuai dengan yang di harapkan_...
..._Ar, (aku memang berbeda) ...
Thanks semuanya❤. ku pikir segini saja dulu ya episode kali ini, kepala ku sudah sakit hehe.
And terimakasih untuk para pembada setia baik Authors maupun Readers sejati. and so, entah harus dengan kalimat apa aku jelaskan.🤗
Aku hanya bisa mengutarakan rasa bersyukur ku, karena tanggal 6 januari kemarin si imuet ku ulang tahun, si jelek juga sudah pulang dari Rs, so hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun calon ku juga tepat tanggal 07 januari.
Senang ku berlipat ganda, terimakasih Tuhan karena masih bisa memperlihatkan banyak nya keindahan walau kadang harus di rusak oleh banyak nya keadaan.
And sayang,
Selamat ulang tahun ya, doa ku hanya sedikit saja, aku ingin kamu bahagia, kamu sehat dan bisa cepat mengucapkan ikrar suci itu di depan penghulu ya. ❤ aamiin.
..._jikala ku nanti harus melepas tangan mu, tolong lepas aku dengan senyuman dan kita akan bertemu di rumah Tuhan yang indah tiada tanding nya._...
__ADS_1
..._Ar (aku mencintai mu) ...