
Di saat Tuan Laurent menyesap sebatang rokok sambil duduk melihat Reival membabi buta lawan nya. sedangkan Qasid yang awalnya percaya diri, kini kepercayaan diri nya pun koyah ketika melihat ke brutalan Reival di ring.
"Bos ayo" Ajak salah satu anak buah nya.
"Ayo kemana?" Tanya Qasid.
"Bos ini MMA ilegal, lu bisa menantang mereka dengan taruhan. jika lu ingin balas dendam, ya lu tinggal tantang cowok itu." Jawab anak buah Qasid.
Lalu karena dorongan dari anak buahnya, Qasid pun bergegas mengeluarkan uang cash 25juta untuk menantang Reival hari itu juga.
Di sisi lain, Reival yang tengah istirahat pun di bisikkan oleh anak buah Tuan Laurent atas tawaran tantangan itu. namun saat ia akan menerima tantangan dari Qasid, tiba-tiba Riska datang menghampiri Reivan.
"Mam, kok Mama di sini?." Tanya Reival.
"Mama pusing, Ayah dimana?." Balik tanya Riska.
"Ayah belum pulang Mam, hanya ada Granfa di sini." Jawab Reival.
"Baiklah terimakasih. oh ya, jam segini kenapa masih bertarung?, bukankah mama sudah bilang jangan bertarung lebih dari dua jam." Tegur Riska.
"Sebenarnya aku mau sudahi Mam, namun ada yang menantang ku dengan taruhan yang cukup banyak." Jawab Reival.
"Berapa taruhan yang dia pasang?." Tanya Riska dengan dingin.
"25juta Mam, banyak bukan hehe." Jawab Reival sambil nyengir.
"Kamu ganti baju sekarang dan temani Opah, biar Mama gantikan dalam taruhan ini." Titah Riska.
"Are you serios?." Tanya Reival.
"Yes i'm serios" Jawab Riska.
"Allright, i'm go to grandfa and fighting Mam." Ucap Reival lalu mencium pipi Riska.
Setelah itu suasana pun berubah menjadi sedikit mencekam setelah tau Riska yang akan turun dalam taruhan ini. sedangkan di sisi lain Qasid merasa aneh karena tiba-tiba musik berganti dan yang naik ke atas ring juga bukanlah Reival melainkan seorang wanita yaitu Riska.
"Lah kenapa perempuan?, apakah Cowok itu takut dengan gua" Tanya Qasid yang sedang mempersiapkan diri nya.
__ADS_1
"Haha cemen sekali dia bos." Jawab salah satu anak buah Qasid.
Namun saat Qasid hendak melangkah menuju Ring. Tiba-tiba salah satu anak buah nya yang mengenal sosok Riska pun menghampiri Qasid dan menghentikan langkah nya.
"Bos" Panggil salah satu anak buah Qasid.
"Ada apa?." Tanya Qasid.
"Gua peringatkan sama lu lebih baik mundur dan cabut taruhan nya." Jawab salah satu anak buah Qasid.
"Untuk apa gua sudah memasang dan mencabutnya kembali hanya karena dia seorang wanita?, bukankah akan lebih mudah di banding cowok kekar yang gua hadapi?." Tanya Qasid dengan sombong nya.
"Tapi lu gak tau yang nanti lu hadapi itu siapa bos." Jawab salah satu anak buah Qasid.
"Gua tidak peduli." Ucap Qasid yang tak hirau.
Lalu Qasid pun melanjutkan langkah nya dan pergi ke atas ring menghampiri Riska yang masih lengkap dengan jaket nya. sedangkan Reival yang mengingat Qasid siapa pun segera berbalik arah.
Yang tadinya mau menghampiri Tuan Laurent, kini ia malah naik ke atas ring dan berbisik pada Riska dengan mata yang emosi mengingat kejadian sebelum nya yang menimpa Aidha.
"Mam, bolehkan aku yang turun?" Tanya Reival.
"Karena dia Aidha menjadi rusak. dan darah ku seolah mendidih ingin menghabisi nya saat ini Mam." Jawab Reival dengan amarah yang semakin menggebu.
"Ehm.. menangkan taruhan ini lalu ceritakan semua alasan kuat mu yang menyimpulkan Aidha rusak karena Pria itu pada Mama nanti." Ucap Riska yang menahan geram.
Lalu setelah berpikir sejenak, Riska pun mundur dan langsung turun dari atas ring menuju Tuan Laurent. sedangkan Reival segera mengambil posisi nya dengan ekspresi wajah yang kembali santai.
Kemudian, Qasid yang melihat hal itu pun menjadi senang. karena hari ini ia akan melawan Reival yang sebelumnya ia remeh kan. sedangkan Riska yang menahan amarah nya pun kini duduk di samping Tuan Laurent dengan manja nya.
"Kenapa sayang?, kamu ada masalah?." Tanya Tuan Laurent sambil mematikan rokok yang ia sesap sebelum nya.
"Tidak ada masalah Pah, namun aku ingin membunuh pria yang kini ada di hadapan val." Jawab Riska dengan dingin dan tatapan mata yang tidak berpaling dari Qasid.
"Apa masalah kamu dengan nya sehingga kamu ingin membunuh pria asing itu sayang?." Tanya lagi Tuan Laurent yang masih bingung.
"Aku tadi bertemu Aidha, namun dia drof. lalu karena Akbar, Aidha kini membenci ku. itu sudah membuat ku sangat sedih." Jawab Riska.
__ADS_1
"Namun aku semakin kecewa karena Akbar tidak bisa menjaga Aidha dari Pria brengsek itu." Sambung Riska.
"Maksud kamu apa sayang?." Tanya Tuan Laurent yang masih tidak mengerti.
"Sudahlah Pah, kita nikmati saja dulu pertarungan terakhir Val hari ini, barulah Val akan ceritakan semuanya nanti sampai Papah mengerti." Jawab Riska.
Lali Tuan Laurent pun menuruti keinginan Riska, sedangkan Reival memulai pertarungan nya dengan Qasid.
Di sisi lain, Akbar yang menunggu Aidha pun menelepon Salim untuk berganti menjaga Aidha. sedangkan Akbar segera pergi mencari Riska untuk bicara.
Hingga Riska yang mendapat telepon dari Akbar pun segera izin pergi juga kepada Tuan Laurent.
.....
Bebapa menit kemudian..
Akbar dan Riska bertem di sebuah villa, namun Riska hanya menatap Akbar tanpa bicara sepatah katapun.
"Kenapa kau hadir lagi setelah ku memastikan Aidha akan baik-baik saja hah?." Tanya Akbar.
"Kenapa kamu hadir!!, jawab aku!!" Teriak Akbar.
Namun Riska tetap diam tanpa menjawab sepatah katapun pertanyaan dari Akbar. sampai akhirnya Akbar menodongkan pistol tepat ke dada Riska.
"Aku kecewa dengan mu Riska, dan sangat sulit bagiku untuk melupakan kamu, tapi kenapa kamu selalu hadir di setiap langkah ku." Tutur Akbar dengan tatapan dingin.
"Dan jikalau memang hadir mu itu hanya membuat ku tersiksa dan Aidha juga tersiksa, untuk apa kamu masih hidup ehm.." Sambung Akbar.
Kemudian, Riska mendekat pada Akbar dan mendekatkan pistol itu tepat ke dada Riska sambil menekan pelatuk pistol pelan-pelan.
"Aku memang bukanlah istri yang baik untuk kamu, dan aku juga tidak di beri kesempatan untuk menjadi ibu yang baik bagi Aidha, namun aku tetap semangat hidup hanya untuk melihat Aidha walau sebentar saja." Ucap Riska yang terus menekan pelatuk pistol itu perlahan.
"Tapi setelah mendengar kalau aku itu perusak kebahagiaan kamu dan Aidha, lalu jika ku hidup itu hanya menyiksa kalian, yasudah untuk apa kamu menunda?, tekan saja pistol nya." Sambung Riska yang kemudian menekan pelatuk itu dengan tempo yang lebih cepat.
"Enggak Riska, bukan begitu maksud ku" Ucap Akbar yang berusaha menarik pistol itu sambil menggelengkan kepala nya.
Namun Riska terus menahan pistol itu sampai akhirnya sebuah peluru pun berhasil menembus dada Riska hingga menembus ke punggung karena peluru itu bukan peluru biasa.
__ADS_1
Kemudian Riska pun terjatuh lemas di pangkuan Akbar sambil tersenyum. sedangkan Akbar, ia panik dan langsung menggenggam tangan Riska.
Bersambung..