Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
paha ayam #2 dan rencana tiga sejoli


__ADS_3

Lalu Akbar pun hanya tertawa kecil mendengar penjelasan dari penjual ayam. dan setelah selesai memotong ayam itu, Akbar pun langsung membayar nya dan pulang dengan paha kanan ayam requestsan Riska hehe.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Di tengah perjalanan, Akbar di kejutkan dengan beberapa komplotan genk motor entah suruhan siapa. hingga ia terpaksa mempercepat laju mobil di atas rata-rata biasa nya.


"Jika ini suruhan Galuh, gua tidak akan segan-segan langsung membunuh nya!." Tegas Akbar sambil memukul streering Wheel (kemudi mobil).


Lalu terjadilah saling kejar mengejar anatara motor dan mobil. hingga akhir nya Akbar pun lolos dari kejaran mereka karena ia tau sudut per sudut jalan pintas kota.


"Syukurlah, thanks to Allah." Ucap Akbar.


Dan tidak lama kemudian, di saat Akbar tengah melanjutkan perjalanan. handphone nya pun kembali berdering, lalu ia dengan segera menjawab panggilan itu.


"Hallo" Ucap Akbar.


📞"Sayang, masih lama ya?." Tanya Riska.


"Enggak kok, sebentar lagi aku sampai." Jawab Akbar.


📞"Ehm sayang, jangan matikan telepon nya." Ucap Riska.


"Loh kenapa, kan aku masih di jalan. nanti juga kita juga ketemu kan." Balas Akbar.


📞"Tapi aku khawatir sama kamu sayang, entah kenapa aku juga tidak tau." Ucap Riska.


"Baiklah, aku tidak akan menutup telepon nya." Balas Akbar.


📞"Ehm.. Sayang, makasih ya cokelat nya." Ucap Riska.


"Sama-sama, kamu suka?" Tanya Akbar.


📞"Aku sangat suka sekali." Jawab Riska.


Lalu obrolan pun terus berlanjut hingga tanpa terasa kini Akbar sudah sampai di depan rumah Pratama.


"Alhamdulillah, sayang tunggu aku ya." Ucap Akbar.


📞"Iyaa.." Balas Riska.


Setelah memarkirkan mobil, Akbar pun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. lalu ia pun langsung menghampiri Riska yang tengah duduk di taman belakang rumah nya.


"Sayang, aku sudah sampai, tutup dong telepon nya." Ucap Akbar.


"Hehe iya sayang." Balas Riska.


Lalu setelah menutup telepon nya, Riska pun langsung beranjak dan memeluk Akbar dengan manja. kemudian Akbar pun mengecup kening Riska dan mengajak nya ke dapur untuk masak bareng.


"Paha ayam nya mau di masak apa sayang? Tanya Akbar.

__ADS_1


"Ehm.. bundaaaaaa" Teriak Riska.


"Haish, di tanya malah teriak-teriak hehe." Celetuk Akbar.


Dan setelah teriakan Riska yang bagaikan toak itu bergemuruh di dalam rumah, Bunda Del pun langsung menghampiri Riska dan Akbar di dapur.


"Ada apa sayang?, kok teriak-teriak." Tanya Bunda Del.


"Bun, paham kanan ayam nya sudah ada." Jawab Riska.


"Lalu?, ya tinggal di masak kan. terus mau di apain kalau bukan di masak, masa di pelototin!." Ketus Bunda.


"Hehe ya maaf, kan Bunda yang tau resep." Balas Riska.


"Yowes kita masak paha kanan nya di rendang saja ya, begitu juga dengan sisa nya." Ucap Bunda Del.


"Baiklah Bunda." Balas Riska.


"Hey, kamu ngapain di sini?." Tanya Bunda pada Akbar.


"Lah ya liatin kalian masak lah Bun, so mau ngapain." Jawab Akbar.


"Heleh, ngeribetin doang. dah sana pergi!, ganggu saja kau." Usir Bunda Del.


"Haish Bunda... gitu banget deh sama anak sendiri juga." Ketus Akbar


"Ih kok malah debat, sudah mening kamu tunggu jadi saja sayang. biar aku sama Bunda yang olah paha ayam sebelah kanan ini." Ucap Riska.


"Oke" Ucap Riska.


Lalu Akbar pun pergi ke ruang makan. sedangkan Bunda Del dan Riska tengah mengolah ayam mentah tadi menjadi rendang yang enak.


Namun di sisi lain, di sebuah markas. terlihatlah Galuh dan Rabella pun tengah bersama Aura duduk di sofa sambil meminum teh.


"Ehm, so menurut lu rencana kita akan lancar?." Tanya Rabella.


"Mungkin, karena Riska dan Akbar bukanlah orang biasa, wanita seperti kalian itu cumalah angin untuk Riska. karena Pria kekar saja bisa ia tumbangkan, apalagi kalian yang bertubuh mungil." Jawab Galuh.


"Terus kalau seperti itu, rencana kita tidak akan mulus dong Gal?" Tanya Aura.


"Haha, jika kita bersatu, pasti rencana kita akan berhasil." Jawab Galuh.


"Memang apa si yang lu inginkan jika Akbar dan Riska pisah hah?." Tanya Rabella.


"Ya jelas gua mau Akbar lah, tapi kalau di suruh memilih uang atau dia ya gua lebih milih uang." Jawab Aura.


"Dasar cewek matre, terus guna nya lu dapetin Akbar itu apa?" Tanya Rabella.


"Ya harta nya bod*h." Jawab Aura.

__ADS_1


"Heleh, gua pikir lu tulus mencintai Akbar, nyatanya cuma karena harta toh" Celetuk Rabella.


"Terus lu sendiri kenapa ngejar Akbar?, mau harta juga gitu?." Tanya Aura.


"Ya jelas bukan cuma harta lah, harta si gua sudah bergelimah dimana-mana. tapi cinta itu sulit untuk terbalaskan walau segala cara sudah di lakukan." Jawab Rabella.


"Lu sendiri Gal, apa untung nya lu kalau mereka cerai?." Tanya Aura.


"Gua bisa mendapatkan Riska, karena gua sudah menyesal meninggalkan nya dulu. sekarang dia sangat cantik dan gua selalu ingin menerkam nya jika dekat. jadi gua mau dia kembali, lalu menikah dan hidup bersama." Jawab Galuh.


"Lu serius cinta sama Riska Gal?, wah gila lu kalau beneran cinta sama dia." Tanya Aura lagi untuk memastikan.


'Iyalah, ngapain gua main-main." Jawab Galuh dengan penuh keyakinan.


Kemudian Aura dan Rabella yang mendengar penjelasan Galuh pun geleng-geleng kepala. karena mereka tau Riska itu seperti apa dan sulit untuk di taklukan.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Kembali lagi kita di kediaman Pratama. setelah lama menunggu, akhir nya rendang ayam pun sudah siap. kini Bunda dan Riska pun menghidangkan nya di meja makan, hingga membuat Akbar terkesima karena penampilan penyajian nya itu begitu rapih.


"Wow, pasti rasanya juga enak." Ucap Akbar.


"Iya dong, kan masakan Riska. yuk kita makan." Balas Bunda.


Lalu Bunda Del pun menyindukkan nasi untuk nya, Akbar dan Riska. kemudian mereka pun duduk dan menyantap rendang ayam itu.


Dan di saat Akbar menyuap, mata nya pun melotot dengan mulut yang masih terus mengunyah rendang ayam plus nasi itu.


"Lah sayang, rasanya aneh kah?." Tanya Riska yang khawatir dengan Akbar yang tidak berkedip.


"Emang ada yang aneh ya, Bunda coba dulu deh." Ucap Bunda lalu mencicipi rendang ayam itu.


"Rasanya enak kok, tapi kenapa Akbar sampai terbelalak gitu ya nak?" Tanya Bunda Del.


"Gak tau nih Bun, coba aku kejutkan deh." Jawab Riska.


Lalu Riska pun langsung mengejutkan Akbar, hingga ia pun terkejut dan mulai nerespon apa yang Riska tanya.


"Ada yang aneh sama masakan aku ay? " Tanya Riska.


Dan kemudian, Akbar pun mulai menarik nafas. lalu ia pun menatap mata Riska dengan serius dan mulai berkomentar tentang masakan nya. lalu hasil nya pun....


Bersambung, 😅😅


Cie di gantung wkwkw. penasaran bukan?, jangan lupa di rak fav love ya novel nya agar tidak tertinggal setiap episode nya.


Selamat pagi, siang dan malam, so selamat beraktivitas dan istirahat. see you next time.


Jangan lupa like, koment, fav love, rate and vote or gift.

__ADS_1


Thanks all


__ADS_2