
Pagi hari tiba, Akbar yang benar-benar lelah tidak menyadari kalau Riska sudah siuman. begitupun dengan Riska yang memang sudah siuman namun ia tetap tertidur pulas karena kepala nya masih terasa sakit dan berat.
"Huam... ehm, masih belum bangun juga ya kamu sayang ehm." Gumam Akbar sambil mengelus tangan Riska.
"Maafkan aku karena sudah lalai menjagamu" Lanjut Akbar.
"Bangunlah ya, aku tidak bisa hidup tanpa hadir nya kamu." Lanjut Akbar lagi.
Lalu setelah itu Akbar pun mencium tangan Riska dan memeluk nya kembali. kemudian Riska yang mulai terusik dengan pelukan Akbar pun membuka mata nya dan mengelus tangan Akbar.
"Kenapa kamu takut sekali kalau aku tiada sayang?." Tanya Riska dengan lemas.
"Kamu sudah siuman?, alhamdulillah." Jawab Akbar.
"Hey, aku bertanya loh, kok malah di alihkan." Ucap Riska.
Kemudian Akbar pun melepas pelukan nya dan menatap Riska sambil mengelus pipi Riska. lalu ia pun mengecup bibir Riska dan menatap nya kembali dengan dalam.
"Kamu adalah pelengkap hidup ku, tanpa kamu ya aku bagai bunga tanpa akar. yang akan layu dan kering tanpa adanya kehidupan." Jawab Akbar.
"Maka dari itu, tetaplah jadi api ya sayang." Ucap Akbar.
"Kenapa api?, bukankah api itu akan membahayakan kamu di kemudian hari jika terbawa emosi." Tanya Akbar.
"Jika kamu api, maka aku angin. api dan angin akan menjadi kombinasi yang hebat jika bisa bekerjasama dengan baik. dan jikalau api tengah emosi, angin akan diam hingga api itu tidak akan semakin berkobar. namun jika api itu tengah terpuruk, angin akan datang berhembus kencang untuk membuat api itu berkobar dan menghancurkan apapun yang menghalangi nya bersama dengan angin yang selalu mendukung api." Jawab Riska.
Lalu Akbar pun terdiam mendengar jawaban Riska. kemudian Riska pun mengecup pipi Akbar dan beranjak walau masih di infus.
Namun Akbar yang tau kondisi Riska pun langsung menahan tubuh Riska dan membantu nya untuk berbaring dan istirahat sampai ia pulih.
"Tolong jangan banyak gerak sayang, kamu diam dan istirahat yang banyak." Ucap Akbar.
"Tapi kan kamu harus kerja, lalu jika aku tidak melakukan nya sendiri bagaimana sayang?, aku tidak mau merepotkan Bunda." Tanya Riska.
"Kamu tidak akan merepotkan siapa-siapa kok, kan aku izin tidak masuk kantor hari ini." Jawab Akbar.
"Sayang, kamu sudah banyak sekali meninggalkan kantor hanya untuk ku, aku tidak mau merepotkan kamu terus sayang." Ucap Riska.
"Sudah tugas suami untuk menjaga istri nya, jadi aku hanya menjalankan tugasku sebagai suami yang baik untuk mu sayang." Balas Akbar.
__ADS_1
"Tapi sayang.." Ucap Riska yang terhenti saat Akbar menempelkan bibir nya pada bibir Riska.
"Muach..., selamat istirahat sayang." Balas Akbar lalu keluar dari kamar.
Setelah itu Riska pun tersenyum sambil melihat punggung Akbar yang mulai tidak terlihat. lalu di saat ia tengah istirahat, ia pun mengambil laptop yang ada di dalam laci.
"Galuh bisa saja bebas hari ini juga, aku harus mengamankan semuanya termasuk keluarga ku." Ucap batin Riska sambil mengutak-atik laptop nya.
Lalu di saat Riska tengah mengutak-atik laptop nya, Akbar pun tiba-tiba masuk kembali sambil membawakan nampan yang sudah terdapat roti isi dan susu hangat di atas nampan itu.
Dan Riska yang kaget pun lantas langsung memasukkan kembali laptop nya ke dalam laci dan duduk manis sambil menunggu Akbar.
"Kamu habis ngapain sayang?." Tanya Akbar lalu duduk di atas kasur dan menaruh sarapan itu di atas nakas.
"Enggak kok." Jawab Riska yang mengelak.
"Oke deh, sarapan dulu ya biar cepat sehat kamu nya." Titah Akbar.
"Iya sayang, ehm.." Balas Riska sambil membenarkan posisi duduk nya.
Lalu Akbar pun mengambil meja kecil yang kemudian di taruh di atas kasur. setelah itu, ia menaruh sarapan Riska di atas meja dan menyuapi nya pelan-pelan.
"Aku tidak merasa di repotkan oleh kamu sayang, makan saja dan kamu jangan banyak bicara oke." Tegas Akbar.
Kini Akbar pun mulai tegas pada Riska karena ia selalu banyak bicara yang tidak Akbar sukai. hingga Riska hanya bisa diam dan menuruti apa perintah dari suami nya.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Hari pun semakin gelap setelah banyak nya waktu yang terbuang.
Terlihat Riska kini sudah tertidur di kasur sambil mendengarkan musik dari earphone nya. sedangkan Akbar yang sebelumnya memergok Riska tengah memainkan laptop, kini ia penasaran dengan apa yang sebenarnya Riska kerjakan di laptop itu.
Lalu Akbar yang penasaran pun mengambil laptop Riska dan membuka aktivitas terakhir yang Riska lakukan. hingga sebuah dokument yang bertema "For you my Husband" Pun ia klik.
Dan kemudian, munculah sebuah to do list keseharian Riska, mulai dari diary harian nya ketika hari pertama berumah tangga sampai misi-misi nya yang akan ia jalankan sebagai istri yang baik.
"Ehm.. jadi kamu menulis isi hatimu di sini sayang." Ucap batin Akbar.
Lalu Akbar pun membaca semua catatan yang ada di dokument itu. hingga akhirnya terlihatlah sebuah fakta mengenai balapan yang tempo hari Kresna tawari.
__ADS_1
...*Tanggal 01 April...
Sebentar lagi kita anniversarry, lalu Kresna menawarkan aku sebuah balapan di sqruit. hadiah nya aku sangat sukai, karena jika ku menang, ku kan dapatkan mobil yang kamu impikan dan juga uang untuk ku berikan sebagian nya pada anak yatim piatu dan juga toko bunga ku. semoga menang Riska, semangat.
...#Ariska (i love you my Husband)....
Setelah membaca bagian tersebut, Akbar pun meneteskan air mata. karena ia tau Riska pasti sangat hancur perasaan nya ketika ia di larang bahkan Sampai masuk rumah sakit hanya karena hal sepele yang bagi Akbar sangat beresiko besar.
Lalu ia kembali di kejutkan dengan sebuah misi rahasia yang kembali Riska tulis di dokument itu, yang membuat Akbar syok bahkan tangan nya sampai tremor.
...*Misi entah keberapa aku lupa hehe, maklum lah syaraf ku tidaklah baik. makan nya ku tulis semua di dokument agar saat ku lupa, ku dapay mengingatnya kembali....
Sebuah misi, jika Galuh nanti bebas, maka nyawa suami ku akan terancam. perusahaan, aset, keluarga, semua terancam. maka aku akan menumbalkan satu hal, yaitu membunuh atau menghentikan semua itu dengan kepergian ku. hehe, jika aku pergi, Galuh pasti tidak akan melakukan hal nekat apapun lagi pada suami ku.
..._Ariska (Bila ku pergi)....
Setelah membaca semua isi dokument itu, Akbar pun langsung menaruh kembali laptop dan membaringkan tubuh nya di atas kasur. lalu ia langsung membuka earphone dari telinga Riska dan mengecup pipi Riska.
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sayang." Ucap Akbar lalu menutup mata nya.
Dan Riska yang masih belum tertidur pulas pun langsung menyandarkan kepala nya di dada Akbar guna membuat Akbar merasa percaya diri dan tenang.
..."Pembalap Itu Istri Ku"...
Dua hari setelah semua drama yang dilewati.
Kini Riska sudah berangsur sembuh dan memulai aktivitas nya kembali bersama Akbar di kantor. namun saat ia hendak menulis sebuah laporan, tiba-tiba handphone nya berdering, lalu Riska segera menghentikan aktivitas nya dan langsung menjawab panggilan telepon itu.
Bersambung..
Wah kira-kira siapa ya yang menelepon Riska?., bahkan ia langsung menghentikan aktivitas nya dan segera merespon panggilan itu.
Uhuyyy makin seru dah udah dah dah haha.. Yok biar kalian tidak penasaran dan mup*ng karena menunggu kelanjutan nya. langsung Fav love lah ya biar nanti tidak tertinggal episode nya.
Oke cukup sekian segitu saja episode hari ini, semoga kalian dapat membaca nya dengan baik dan terbawa suasana wkwkw. jangan lupa like, koment, rate, vote/gift and...... share..
Thank you..
Hati-hati di jalan ya yang mudik dan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
__ADS_1