
Beberapa jam kemudian..
Mereka kini sudah tiba di rumah Galuh. lalu Tuan Laurent pun langsung menyusup di ikuti yang lain nya. namun saat ia hendak masuk ke dalam, tiba tiba lima orang penjaga rumah Galuh pun menyerang.
"Kalian masuklah terlebih dahulu, biar ini jadi urusan ku" Ucap Akbar.
"Lu yakin Bar?." Tanya Salim.
"Ya" Jawab singkat Akbar.
Lalu Salim pun mengikuti perintah Akbar bersama yang lain nya untuk segera masuk ke dalam rumah. sedangkan Akbar berkelahi di teras rumah dengan lima orang penjaga sekaligus.
"Brukk.. bogm.. bang..."
"Brak!! banggggkk,, bugh.."
Pukulan dan tendangan pun tak terhindarkan, hingga Akbar yang memang jago beladiri pun kini berhasil menumbangkan lima orang itu dan langsung bergegas menyusul yang lainnya ke dalam rumah.
Sedangkan di sisi lain..
Kini Riska sudah di periksa oleh Dokter secara detail. lalu Dokter meminta untuk Galuh menjaga Riska dengan baik dan tidak boleh lagi menggunakan alat setrum itu pada Riska.
Kemudian Galuh pun mengiya kan apa yang Dokter perintahkan, setelah itu, Dokter pun keluar dari kamar Galuh. sedangkan Galuh kini naik ke kasur dan membuka kaos nya. lalu ia pun berbaring di samping Riska dan menutupi tubuh nya memakai selimut.
Lalu di saat Dokter itu mau ke ruangan nya, ia pun harus terkapar karena pukulan keras dari Renata mengenai kepala nya.
"Ehm.. kita langsung masuk ke dalam atau bagaimana Tuan?." Tanya Renata.
"Iya tapi.. awas!." Teriak Tuan Laurent lalu kembali berkelahi dengan penjaga rumah Galuh.
"****!!, banyak sekali yang berjaga di sini. " Keluh Kresna sambil membantu Tuan Laurent.
__ADS_1
Dan suasana pun kembali mencekam karena perkelahian itu, sedangkan Akbar yang baru saja tiba di depan kamar Galuh pun segera membantu Tuan Laurent, Kresna dan Salim.
"Bar, mening lu masuk ke dalam dan selamatkan Riska. lalu Renata, pergi ke ruangan kerja Galuh untuk mengambil berkas yang ia curi karena ada satu halaman penting di sana." Teriak Salim.
"Ya Akbar, cepat selamatkan Anak ku, di sini biar kami yang urus." Lanjut Tuan Laurent.
Lalu dengan arahan dari Tuan Laurent dan juga Salim, Akbar pun masuk ke dalam kamar yang ternyata tidak di kunci. dan di saat ia masuk ke dalam, Akbar pun kaget karena melihat Galuh telanjang dada dan Riska yang tengah dalam satu selimut dengan nya.
"Bangs*t!." Teriak Akbar sambil menarik paksa Galuh.
Dan Galuh pun terjatuh ke lantai karena Akbar menarik nya dengan kencang. lalu Riska yang mendengar suara Akbar pun lantas membuka mata nya.
"Akbar" Ucap Riska dengan lemas.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?." Tanya Akbar sambil mengelus pipi Riska.
"Kepala ku sakit sayang." Jawab Riska dengan lemas.
"Sakit??!!." Kaget Akbar sambil menatap kembali Galuh dengan tajam.
"Tutup mata mu." Ucap Akbar lalu mengusap wajah Riska.
Lalu Riska pun mengangguk dan menunggu Akbar sambil mendengarkan musik yang Akbar putar di hanphone nya. sedangkan Akbar yang dilanda emosi, langsung baku hantam dengan Galuh saat itu juga.
"Bruk!!."
"Brak!!, bughm!!."
Aksi baku hantam antara Galuh dan Akbar benar-benar berlangsung lama, karena tingkat pertahanan kedua nya imbang sama-sama kuat.
"Tidak semudah itu hanya untuk menumbangkan gua Bar!." Teriak Galuh di telinga Akbar.
__ADS_1
"Dan tidak semudah itu lu hancurkan strategi gua!." Balas teriak Akbar yang kemudian membalikkan keadaan.
"Lu pikir bisa dengan mudah menjatuhkan gua hah?!., Gak lah!" Teriak Akbar lalu memukul kepala Galuh dengan keras.
"Ashtt!!!." Pekik Galuh.
Dan di saat Akbar mulai hilang kendali, Kresna, Tuan Laurent, Salim dan Renata pun berhasil memisahkan kedua nya. lalu Akbar pun mencoba menahan amarah nya sambil di bantu oleh Tuan Laurent.
"Tarik nafas, buang. ehm.. jangan gegabah nak." Ucap Tuan Laurent lalu menepuk pundak Akbar.
"Maaf Pah, aku tadi kebablasan." Balas Akbar.
Lalu Tuan Laurent pun tersenyum dan langsung membantu Akbar berdiri menghampiri Riska yang tengah tertidur sambil mendengarkan musik full volume.
Sedangkan Galuh di bawa paksa keluar dari kamar nya oleh Salim dan Kresna menuju mobil polisi yang sebelum nya sudah di hubungi Renata atas perintah Tuan laurent.
"Ayo masuk!." Tegas Polisi sambil membawa paksa Galuh ke dalam mobil.
"Tunggu pembalasan gua Bar." Ucap Galuh dalam hati nya.
Setelah itu, Galuh pun di bawa ke kantor polisi. sedangkan Riska segera di bawa ke rumah Akbar, karena Akbar tidak mau lagi nanti kecolongan kalau dia tinggalkan Riska di rumah sakit.
"Akbar, setelah ini tolong jaga Riska dengan baik ya." Ucap Tuan Laurent.
"Aku berjanji akan menjaga Riska lebih hati-hati lagi Pah, maafkan aku karena sudah lalai menjaga Riska." Balas Akbar penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa Akbar." Ucap Tuan Laurent.
Dan ketika suasana genting ini berubah menjadi tegang. Bunda Del yang tidak tenang di rumah pun langsung menyiapkan segala kebutuhan medis di rumah.
Lalu ia juga menyiapkan obat Riska di nakas di bantu Bik Ambar dan Pak Nasik yang memang saat itu di perintahkan Bu Del untuk tetap stay di rumah.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa koreksi nya ya gaes and jangan lupa pula like, koment, rate, vote and gift.