Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Hampir saja


__ADS_3

Namun di sisi lain, Rabella tengah menemui para suruhan nya di markas Galuh, Lalu ia pun sangat marah besar karena Akbar tidak jadi celaka akibat kesalahan suruhan nya yang lamban.


Dan kemudian, ia pun langsungkenapa menampar semua suruhan nya dengan sangat keras hingga nyaring terdengar oleh Galuh dan Aura.


"Pada gak becus lu semua hanya mengurus satu orang saja!, jika satu orang saja tidak bisa kalian taklukan, apalagi kalau dua orang hah!." Bentak Rabella.


"Kenapa si Bel?." Tanya Galuh.


"Gua tidak suka kegagalan Gal, hanya mencelakakan Akbar saja mereka gak becus!, apalagi membunuh orang!." Jawab Rabella yang penuh emosi.


"Kenapa lu mau mencelakakan Akbar?, bukan nya lu cinta sama dia hah?." Tanya Aura.


"Gua mau membuat Akbar celaka dan gua, so gua datang di saat yang tepat, lalu Akbar akan merasa berhutang budi bukan dengan gua?." Tanya balik Rabella.


"Lu yakin rencana lu berhasil?, so apa untung nya lu jika Akbar celaka.?." Tanya Aura.


"Kalau mereka berhasil membuat Akbar celaka, maka akan ada celah dimana gua bisa masuk dan Akbar berpindah hati dengan gua. lalu jika rencana gua ini berhasil, Galuh bisa mendapatkan Riska, dan lu bisa mendapat sebagian harta Akbar." Jawab Rabella.


Dan setelah mendengar penjelasan Rabella, Aura pun setuju dan berinisiatif untuk membantu Rabella untuk hal ini. namun di saat rencana Aura dan Rabella mulai di susun, tiba-tiba ada yang menghubungi Galuh.


"Iya ada apa?." Tanya Galuh.


πŸ“ž"Gal, Riska kini tengah mengandung anak Akbar. saran gua, lebih baik lu lebih berhati-hati karena nyawa Riska dan calon bayi nya sangatlah rentan." Jawab sahabat Galuh.


"Mengapa bisa begitu?." Tanya Galuh.


πŸ“ž"Riska tidaklah baik-baik saja, lu ingat semasa SMA dulu?, Riska sebukan sekali pasti tidak masuk sekolah dengan banyak alasan." Tanya balik sahabat Galuh.


"To the poin Wal." Ucap Galuh.

__ADS_1


πŸ“ž"Riska tidaklah sehat seperti yang lu lihat, akibat hukuman yang lu berikan dua bulan lalu itu membuat syaraf Riska semakin rusak di beberapa bagian. dan tanpa lu sadar, mata Riska pun kini tidaklah baik-baik saja namun ia tidak ingin banyak orang yang tau. biarkan Riska hidup dengan damai dan tinggalkan dia Gal." Jelas sahabat Galuh.


"Gua tidak peduli Wal, yang gua mau Riska jadi milik gua dan harta Akbar juga jadi milik gua." Balas Galuh lalu menutup panggilan itu.


Tapi, Karena Galuh hanya obsesi untuk memiliki Riska dan harta Akbar, ia pun tidak menghiraukan ucapan dari sahabat nya yang menelepon tadi.


..."Pembalap Itu Istri Ku"...


Tanpa terasa, pagi sudah berganti siang dan siang sudah berganti sore. kini Riska tengah bersandar di kasur sambil di periksa oleh Dokter karena kaki nya sempat cedera ketika ia tengah melangkah menuju kamar mandi.


"Apa terasa sakit Nona?." Tanya Dokter.


"Enggak" Jawab Riska.


"Anda yakin ini tidak terasa sakit?, tapi kaki anda membengkak Nona. anda serius tidak merasa sakit sedikit pun?." Tanya Dokter lagi untuk memastikan kondisi Riska.


"Ehm baiklah kalau begitu untuk sementara waktu Nona jangan banyak bergerak dulu ya, sampai pembengkakan pada kaki Nona membaik." Ucap Dokter.


"Baik Dok, tapi kandungan ku baik-baik saja kan?." Tanya Riska.


"Alhamdulillah janin anda baik-baik saja Nona." Jawab Dokter.


"Terimakasih Dok." Ucap Riska.


"Sama-sama, kalau begitu saya tinggal dulu ya Nona. untuk resep obat, akan saya berikan pada Nyonya Dele.


Lalu Dokter pun keluar dari kamar Riska dan segera menghampiri Bunda Del untuk menyampaikan keadaan Riska saat ini beserta kandungan nya.


Dan satu jam setelah Dokter memeriksa Riska, Akbar pun tiba dan segera masuk ke dalam rumah. lalu ia langsung menghampiri Bunda Del untuk menanyakan kabar Riska.

__ADS_1


"Bun, Riska baik-baik saja kan?." Tanya Akbar yang khawatir.


"Baik-baik saja kok." Jawab Bunda Del.


"Syukurlah.. Riska kok bisa cedera begitu Bun. dia sedang apa memang nya sampai bisa seperti itu?." Tanya Akbar.


"Dia hendak buang air kecil, lalu Bunda tidak sengaja meninggalkan Riska karena hendak menaruh piring bekas makan siang nya. namun tanpa dia sengaja, ketika ia hendak melangkah, kaki nya terpeleset bath math di depan pintu kamar mandi. namun beruntung nya, Riska refleks memegang gagang lemari furniture hingga tidak jadi terpeleset." Jawab Bunda Del.


"Alhamdulillah kalau begitu, terimakasih ya Bun sudah menjaga Riska dengan baik." Ucap Akbar lalu memeluk Bunda Del.


"Sama-sama Nak, maafkan Bunda juga ya, karena kecerobohan Bunda.. Riska dan Bayi kalian hampir saja terluka." Balas Bunda Del sambil mengelus rambut Akbar.


"Tidak apa-apa Bunda, yang penting sekarang mereka baik-baik saja." Ucap Akbar.


Setelah itu, Akbar pun melangkah menuju kamar nya sambil tersenyum dan menyembunyikan ke khawatiran nya. lalu, ia pun membuka pintu kamar dan masuk ke dalam untuk menghampiri Riska yang tengah tertidur.


"Selamat sore sayang,." Sapa Akbar lalu menaruh tas nya di sofa.


"Ehm.." Balasan Riska yang masih tidur


Kemudian, Akbar pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sedangkan Riska yang masih tidur pun bermimpi sesuatu.


Yaitu.....


^^^BersambungπŸ˜…πŸ˜…^^^


Maaf ya semuanya, aku baru bisa update, dengan alasan yang sama hehe. Karena tugas negara memang tidak bisa di hindarkan atau di skip πŸ™πŸ˜Š


Dan terimakasih untuk readers setia yang selalu menunggu update nya novel "Pembalap Itu Istri Ku", see you next time, jangan lupa like, koment, saran, rate and vote or gift.

__ADS_1


__ADS_2