Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Pertemuan pertama


__ADS_3

Hai gaes. Maaf ya novel nya jadi banyak ketinggala hari untuk up. Namun aku akan coba update lagi ya gaes.


Dan maaf sekali kalau author masih banyak lalai dalam penulisan sehingga masih kurang enak di baca ya. mari kita lanjut ceritanya dengan alur yang lebih maju ke depan.


........


Lima belas tahun kemudian..


Kini terlihatlah di sebuah apartement megah yaitu seorang wanita berusia tiga puluhan tengah memakai jaket nya lalu pergi menuju kamar utama dimana ada sosok pria yang tidak asing adalah Raihan.


"Kamu sudah siap?." Tanya Raihan.


"Sudah Kak." Jawab wanita itu yang ternyata adalah Riska.


Kini terlihat jelas dimana Riska sudah mengubah penampilannya menjadi lebih tomboy dengan rambut yang berwarna merah biru. dan tato yang semakin bertambah di bagian tangan dan pundak nya.


"Kamu jauh lebih segar sekarang." Ucap Raihan.


"Ya aku rasa begitu Kak, namun aku kangen dengan Aidha. pasti sekarang dia sudah besar." Balas Riska.


"Nanti kita jumpa dia ya, sekarang kita harus ke sirkuit karena balapan dua jam lagi akan di mulai." Ucap Raihan.


"Baiklah Kak." Balas Riska.


"Ehm.. Kalian melupakan aku kah?" Tanya seorang remaja Pria yang gagah.


"Haha mana mungkin Mama dan Papa meninggalkan kamu." Ucap Raihan.


"Ih Papa, oh ya boleh kita taruhan nanti Mam?" Tanya Remaja pria itu.


"Apa Raivan?." Tanya Riska.


"Mam, kalau nanti Mama menang, aku janji akan lulus dengan nilai tertinggi dalam gelar lulusan terbaik tahun ini. tapi kalau Mama kalah, aku ingin mobil baru." Jawab Raivan.


"Baiklah Deal." Ucap Riska sambil mengelus rambut Raivan.


"Yes" Balas Raivan dengan senang.


"Aih manja banget ni anak." Ketus Raihan.


lalu satu jam kemudian...


Kini Riska sudah ada di dalam lapangan studio sirkuit balap di temani Raihan yang sekarang menggantikan posisi Kresna yang biasa menemani Riska dan Raivan yang selalu hadir dalam setiap acara Riska.


Namun ketika Riska tengah bersiap di sirkuit,, terlihat seorang remaja wanita dengan dress cantik menghampiri Riska sambil membawa kaos yang berinisial Mom dan Dad.

__ADS_1


"Permisi Tante, boleh aku meminta tandatangan mu?." Tanya Remaja wanita itu.


"Boleh Nak." Jawab Riska sambil mengambil spidol dan menandatangani kaos putih itu.


"Terimakasih Tante." Ucap remaja wanita itu lalu beranjak pergi.


Namun ketika remaja wanita itu tengah melangkah, kaki nya pun terkilir dan hendak jatuh, namun Raivan menahan remaja wanita itu dan membantu nya duduk di kursi.


"Kamu gak apa-apa?." Tanya Raivan.


"Kaki aku sakit.. hiks.. hiks.." Jawab Remaja wanita itu yang memang cengeng.


"Jangan nangis, ini hanya terkilir." Ucap Raivan sambil mengolesi balsam dan memijat kaki remaja wanita itu.


"Sakit.." Pekik remaja wanita itu.


"Nanti juga enggak kok." Balas Raivan.


Lalu di saat Raivan membantu remaja wanita itu, Riska pun menghampiri mereka dan mengelus rambut remaja wanita itu.


"Cepat sembuh ya, jangan banyak gerak dulu. dan duduklah di sini dulu sampai aku kembali." Ucap Riska yang kemudian tersenyum.


"Mama balap dulu ya sayang." Sambung Riska pada Raivan dan mengecup kening nya.


Lalu Riska pun pergi ke sirkuit dan memulai balapan nya. sedangkan Raivan kembali memijat kaki remaja wanita itu dan mulai menenangkan nya.


"Apa masih sesakit tadi?." Tanya Raivan.


"Sudah meningan, makasih Kak." Jawab Remaja wanita itu.


"Baguslah kalau begitu, oh ya siapa nama kamu?." Tanya Raivan sambil mencuci tangan nya.


"Aidha" Jawab Remaja wanita itu.


Ya benar sekali, remaja wanita itu adalah Aidha kecil kita yang sebelumnya di tinggal oleh Riska pergi lalu Akbar mengurusnya hingga menjadi wanita peminim dengan wajah yang amat cantik dan tenang.


"Wah nama yang indah, oh ya nama aku Reival," Ucap Reival.


"Oh ya Kak, kamu putra nya tante Riska kah?." Tanya Aidha yang penasaran.


"Iya Ai" Jawab singkat Reival.


"Enak ya Kak jadi anak tante Riska, pasti bahagia banget karena yang aku lihat dia itu tidak hanya wanita yang karir nya bagus, namun penyayang juga." Tutur Aidha.


"Mama memang wanita yang luar biasa Ai, namun mama tetaplah manusia biasa yang kerap di balik layar tidak seceria di depan kita." Balas Reival.

__ADS_1


"Ehm.. kenapa begitu Kak?, maaf aku kepo." Tanya Aidha yang penasaran.


"Mama selalu menangisi putri nya yang entah sekarang kabar nya bagaimana. mungkin jika nanti Mama bertemu ya dia seumuran kamu Ai." Jawab Reival.


"Wah, kok bisa kebetulan gitu ya. aku juga tidak tau sosok Mama aku seperti apa." Ucap Aidha sambil nyengir kuda.


"Memang nya Mama kamu kemana Ai" Tanya Reival.


"Mama pergi meninggalkan aku dan Papa saat usia aku dua tahun. dan aku tidak tau sosok mama seperti apa karena Papah tidaklah membiarkan aku tau sedikitpun foto mama baik dari dompet atau memajang satu foto Mama di dinding saja itu gak ada Kak." Jawab Aidha sambil tersenyum.


"Ehm.. Sabar ya Ai. aku yakin kamu pasti akan bertemu Mama kamu suatu hari nanti." Ucap Reival untuk menangkan Aidha.


"Aamiin, terimakasih Kak." Balas Aidha sambil tersenyum.


Lalu di saat Aidha dan Reival mengobrol, tanpa terasa kini Riska sudah masuk putaran terakhir di sirkuit dan memenangkan balap di event hari itu.


Setelah selesai pembagian hadiah, Riska langsung pergi meninggalkan area balap dan tempat foto. lalu menghampiri Reival dan juga Aidha yang masih duduk manis menunggu Riska.


"Selamat ya Mama." Ucap Reival sambil memeluk Riska.


"Terimakasih sayang, jangan lupa tepati janji kamu oke." Balas Riska sambil tersenyum.


"Haha iya siap" Ucap Reival sambil tertawa kecil.


Setelah memeluk Reival, Riska langsung berlutut dan memberikan piala serta memakaikan medali emas pada leher Aidha.


"Aku melihat mu seperti melihat putri ku, seketika hatiku begitu bahagia dan juga khawatir ketika kamu terluka. maka dari itu, simpanlah piala dan medali nya ya nak, anggap saja ini kenang-kenangan dari ku." Ucap Riska.


"Aku terharu mendengarnya tante, terimakasih banyak. aku janji akan menyimpannya dengan baik." Balas Aidha.


"Baiklah kalau begitu aku harus pamit dulu ke toko bunga dengan kakak ku. Val, tolong antar gadis ini ya." Titah Riska.


"Permisi tante, nama aku Aidha." Ucap Aidha yang langsung memperkenalkan diri.


"Aidha??, kenapa bisa kebetulan begini." Ucap batin Riska.


"Tante kenapa bengong?." Tanya Aidha yang mencairkan bengong Riska.


"Tidak nak Aidha, aku hanya teringat seseorang. Val tolong segera antar Aidha ke rumah nya setelah mendapatkan medis dengan baik." Jawab Riska sambil memperintahkan Reival.


"Baik Ma, hati-hati ya." Balas Reival yang kemudian menggendong Aidha ala briday style.


Lalu Riska pun pergi dengan Reihan menuju ruang ganti dan melanjutkan kesibukan mereka. sedangkan Reival mengantar Aidha menggunakan mobil sport nya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2