Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
di balik sikap Akbar yang egois.


__ADS_3

Namun setelah Riska dan Raihan pergi, Hana pun langsung membawa Haerilmi ke rumah sakit.


"Tahan dulu ya sayang." Ucap Hana sambil menggenggam tangan Haerilmi.


"Tidak perlu repot begini Bun." Balas Haerilmi yang lemas.


"Keadaan mu cukup serius sayang, tolong jangan membantah." Ucap Hana..


"Baik Bun." Balas Haerilmi.


Lalu Hana yang penuh amarah pun langsung bersumpah dalam hati nya.


"Aku tidak akan melepaskan kalian sampai kapan pun, dan aku berjanji akan membalas semua nya dengan setimpal." Sumpah Hana dalam hati.


....


Sementara itu, kita ke rumah Pratama dulu.


Dimana Aidha kini sedang ada di taman dengan Akbar sambil mengobrol dan menikmati pemandangan tumbuhan segar dan juga danau kesukaan Riska saat dulu.


"Maafkan Papah ya sayang." Ucap Akbar.


"Tidak apa-apa Pah." Balas Riska.


"Ehm.. kamu sekarang mau apa?, biar Papah belikan ya." Tanya Akbar untuk memperbaiki kesalahannya.


"Aku tidak ingin apa-apa Pah, aku cuma mau Mamah." Jawab Aidha sambil bersandar di dada Akbar.


"Maaf ya Nak, bukan Papah tidak mengizinkan kamu bertemu Mamah mu, namun Papah hanya tidak ingin ketika kamu sudah dengan nya maka kamu akan melupakan Papah di sini." Ucap Akbar dalam hatinya.


"Pah, kok diam saja, ada yang salah ya dengan kata-kata ku?" Tanya Aidha dengan wajah sedih nya.


"Tidak kok sayang, nanti jika sudah waktunya tiba juga Papah izinkan kamu bertemu dengan Mamah." Jawab Akbar sambil tersenyum tipis.


"Yey benar kah Pah?, tapi kapan?." Tanya Aidha yang tidak percaya dengan jawaban Akbar.


"Iya Papah serius, tapi tidak untuk saat ini." Jawab Akbar.


"Baik Pah, yang penting suatu hari Aidha bisa ketemu Mamah." Ucap Aidha dengan penuh bahagia.


Lalu hati Akbar pun sejuk melihat Aidha yang murung kini kembali ceria dengan canda tawa dan senyum seri di wajah nya.


"Yasudah, Papah harus kembali ke kantor. Ai di rumah dulu ya istirahat." Ucap Akbar.


"Oke Pah, tapi besok Ai sudah boleh ke kampus kan Pah?." Tanya Aidha.


"Tentu saja jika Ai sudah sehat ya." Jawab Akbar dengan lembut.

__ADS_1


"Oke terimakasih Pah, Papah hati-hati di jalan ya, Semangat kerjanya" Ucap Aidha.


"Terimakasih sayang" Balas Akbar sambil mengecup kening Aidha.


Kemudian Akbar pun pergi meninggalkan Aidha yang masih nyaman duduk di kursi taman dengan cemilan yang selalu ada di samping paha kanan nya..


....


Kembali pada Riska dan Raihan.


Kini mereka sudah sampai di rumah, lalu karena mereka begitu khawatir dengan keadaan Reival, mereka pun langsung memeriksa keadaan Reival sekali lagi.


"Rei.." Panggil Riska.


"Iya Mam" Jawab Reival sambil beranjak duduk.


"Sudah mendingan sakit nya?" Tanya Riska yang kemudian duduk di samping Reival.


"Rei baik-baik saja, Mama jangan khawatir ya." Jawab Reival.


"Kamu yakin semua baik-baik saja?, coba makan ini." Ucap Raihan sambil memberikan steak daging.


"Aih, masa cuma makan itu saja tidak bisa Pah, kan ini makanan biasa yang kita suka makan jika sedang berlibur." Balas Reival.


"Ok silahkan." Ucap Raihan lagi.


"Nah kan.. masih bilang baik-baik saja hah?" Tanya Raihan.


"Ah Papah Jahil." Jawab Reival sambil menahan sakit di luka jahitan pada leher nya.


"Ayank... ih malah jahil, nah kan jahitannya lepas." Ucap Riska yang kemudian teriak kecil.


"Bik, ambilkan p3k please" Titah Riska dengan lembut.


Dan singkat cerita, kini Riska sedang mengobati luka Reival dengan baik dan membenarkan kembali jahitan luka Reival dengan hati-hati dan sesuai standart prosedur rumah sakit.


"Ehm sudah, sekarang Rei istirahat dulu ya, nanti Mama antarkan makan malam untuk Rei." Ucap Riska.


"Terimakasih Mam, Rei pamit ke kamar dulu ya Mam, Pah." Balas Raihan yang kemudian meminta izin dengan sopan.


"Oke, selamat istirahat Val." Ucap Raihan.


"Huh, awas ya nanti kalau Val sudah sembuh." Balas Reival yang langsung melangkah pergi.


"Haha.. lagian munafik si, sudah tau sakit tapi bilang baik-baik saja, kena batu nya kan." Ucap Raihan sambil tertawa.


"Ih Ayank jahat." Balas Riska sambil menepuk paha Raihan dan ikut tertawa.

__ADS_1


.......


Waktu pun terus berlalu, kini hari demi hari mulai berganti, hingga tak terasa sudah dua hari setelah insiden itu terjadi.


Kini Reival kembali berangkat kampus di temani Riska dan Raihan yang mengantar dia, karena untuk sementara waktu Reival tidak di izinkan naik motor dulu oleh Riska yang khawatir.


"Aku kampus dulu ya Mam, Pah." Ucap Reival sambil mengecup tangan Raihan dan Riska.


"Oke Rei, take care and fighting my chicks." Balas Riska sambil membalas kecupan Reival.


"Always Mam, don't worry to me" Ucap Reival dengan senyuman.


"Hei.. cepat masuk, nanti telat." Titah Raihan.


"Nanti Pah, Val sedang menunggu seseorang." Balas Reival.


"Siapa?, kamu sudah punya pacar kah?, dimana dia?." Tanya Raihan yang penasaran.


"Bukan pacar, tapi dia adalah wanita yang aku sayang setelah Mama." Jawab Reival.


"Aih.." Ucap Raihan sambil memutarkan kedua bola mata nya dengan malas.


Dan tidak lama kemudian, datanglah Aidha yang langsung menghampiri Reival. lalu dengan senyuman pun Aidha segera mengecup tangan Riska dan Raihan.


"Pagi Mah, Om Papah." Ucap Aidha.


"Owalah, ini toh wanita yang kamu sayang setelah Mamah itu, haha." Ejek Raihan.


"Aih, jangan dengarkan Papah ya Ai, biasalah dia suka mengejek." Ucap Reival dengan tatapan sinis dan hati yang menahan malu.


"Haha tidak apa-apa Kak." Balas Aidha sambil tertawa kecil melihat tingkah Raihan dan Reival.


"Ih udah ah malu becanda terus hehe, Ai jaga Kaka Rei ya dan jangan nakal di kampus." Pesan Riska.


"Baik Mah." Balas Aidha.


Kemudian Riska pun mengecup kening Aidha dan masuk ke dalam mobil di susul Raihan. sementara itu Aidha hanya bisa terdiam dan senyum bahagia melihat sifat hangat Riska.


"Dadah.." Ucap Raihan dan Riska.


"Dadah.." Balas Reival.


"Yok Dek" Ajak Reival sambil menggandeng Aidha yang langsung kembali sadar dari lamunan nya.


Kemudian Raihan dan Riska pun melanjutkan perjalanan menuju kantor setelah memastikan Reival dan Aidha masuk ke dalam kampus dengan baik tanpa hambatan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2