Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Saingan Akbar


__ADS_3

Setelah itu, Riska dan Akbar pun pergi dengan mobil Akbar. sedangkan motor sport Riska di bawa oleh Kresna menuju rumah Mr. Laurent.


(Sesampai nya di rumah Mr. Laurent)


Akbar pun menepikan motor nya di depan teras rumah, lalu mengantar Riska masuk ke dalam rumah.


"Ehm.. semoga Papah tidak akan marah jika gua membawa lu ke rumah nya" ucap batin Riska lalu mengetuk pintu.


Tuk.. Tuk.. Tuk..


Setelah pintu terbuka, Riska dan Akbar pun masuk di susul Kresna yang baru tiba di rumah Mr. Laurent. lalu di sambut hangat oleh Mr. Laurent yang sudah menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.


"Papah" Ucap lirih Riska pada Mr. Laurent.


"Sini sayang.." Balas Mr. Laurent.


Lalu Riska pun memeluk Mr. Laurent untuk mengutarakan kebahagiaan nya. setelah itu Akbar mencium jari jemari Mr. Laurent begitupun dengan Kresna.


"Bahagia selalu ya sayang, ehm.. Akbar, kapan kamu akan menikah resmi dengan Riska?" Tanya Mr. Laurent.


"Loh, jadi Papah sudah tau Akbar melamar aku?" Tanya Riska lalu melepas pelukan nya.


"Iya memang sudah tau, kan sebelum bertemu kamu Akbar bertemu Papah." Jawab Mr. Laurent.


"His Papah ini tidak seru ah." Ucap Riska.


Lalu Mr. Laurent pun hanya tertawa kecil melihat Riska merajuk. setelah itu, Akbar pun menenangkan Riska dengan cara menggenggam tangan nya.


"Sudahlah itu, ehm.. pak, kalau boleh saya meminta izin untuk menikahi Riska minggu depan apa itu tidak terlalu cepat?" Tanya Akbar pada Mr. Laurent.


"Puji Tuhan, lebih cepat lebih baik Akbar. jika memang kamu ingin pernikahan itu segera terjadi, maka aku akan siapkan semuanya minggu depan sesuai rencana yang kamu buat." Jawab Mr. Laurent.


"Terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu untuk pulang dan memberitahu Bunda." Izin Akbar pada Mr. Laurent.


"Silahkan Nak, terimakasih sekali lagi ya." Ucap Mr. Laurent.


Lalu Akbar pun hanya tersenyum membalas ucapan Mr. Laurent. setelah itu, Akbar pun menoleh pada Riska dan mengelus pipi Riska.


"See you sayang." Ucap Akbar lalu melepas genggaman tangan nya dan pergi.


Dan pipi Riska pun seketika menjadi merah merona karena ini baru pertama kali nya Akbar memanggil nya dengan sebutan "Sayang".

__ADS_1


Lalu Kresna yang menjadi saksi bisu Akbar melamar Riska sampai meminta izin pun segera menghampiri Mr. Laurent untuk izin pulang.


"Pah aku juga izin pulang ya, kan tugas ku menjaga Riska sudah selesai. oh ya Pah, kuliah Riska bagaimana?" Tanya Kresna.


"Papah sudah mengajukan surat pengunduran diri untuk Riska seminggu lepas, jadi Riska sudah tidak kuliah lagi semenjak itu." Jawab Mr. Laurent.


"Baiklah jika semua sudah di urus, aku pulang ya Pah hehe." Ucap Kresna.


"Dasar anak Papah ini." Balas Mr. Laurent.


Lalu Kresna pun pamit dan pergi juga. sedangkan Riska segera menyiapkan semuanya dengan Mr. Laurent karena pernikahan nya seminggu lagi.


Di sisi lain, Akbar yang tengah menyetir pun terus tersenyum iblis entah apa yang ia pikirkan.


"Entahlah, gua tidak suka dengan lu Ris, tapi Bunda berisi keras sekali untuk lu jadi menantu nya. maka lihatlah nanti permainan gua." Ucap batin Akbar.


Dan setelah itu, Akbar pun tidak sengaja betarbakan dengan mobil Galuh yang memang sengaja di benturkan oleh nya.


"Hey you!, keluar." Ucap Akbar lalu menepikan mobil nya.


Lalu Galuh pun menepikan mobil nya dan turun dari mobil. setelah itu, Akbar pun sudah tidak heran lagi dengan Galuh yang memang musuh bebuyutan nya. namun dia tidak tau bahwa selama ini pengagum rahasia Riska itu adalah Galuh.


"Oh lu lagi, kenapa si lu selalu membuat ulah dengan gua hah?" Tanya Akbar dengan nada santai.


"Tidak mungkin jika hanya karena uang, gua tidak sebodoh itu Sob haha." Ucap Akbar.


"Yah ketauan deh, baiklah gua ngaku." Balas Galuh.


"Ngaku apa hah?" Tanya Akbar lagi.


"Ya inti nya apapun yang lu punya harus di jaga ketat, karena gua pasti akan merampas semua hak lu termasuk Riska." Jawab Galuh lalu masuk ke dalam mobil dan pergi.


"Woy apa maksud lu bawa-bawa Riska dalam hal ini" Teriak Akbar lalu menendang ban mobil.


Setelah itu dia pun masuk ke dalam mobil dengan perasaan campur aduk. namun batin nya penuh dengan tanda tanya yang selalu menyelimuti nya.


"Apa Riska selama ini memang mempunyai hubungan ya dengan Galuh?, jika memang tidak, tidak mungkin kan Galuh bicara seperti itu." Ucap batin Akbar.


"Baiklah akan gua tanyakan nanti saja. sekarang lu harus fokus dengan tujuan lu." Ucap batin Akbar lagi lalu menancap gas lebih laju.


... Pembalap Itu Istri ku...

__ADS_1


Malam hari pun tiba..


Kini Riska dan Akbar sudah semakin dekat dan mempunyai kebiasaan yang meningkat dari sebelum nya. chat rutinitas bahkan Akbar sangat perhatian dengan Riska.


Lalu tibalah Akbar mengajukan pertanyaan tentang Galuh, dimana Riska engan menjawab tapi mau bagaimana pun dia harus menjawab nya dengan jujur.


"Sayang, kamu dan Galuh saling kenal kah.?" Tanya Akbar.


"Memang nya kenapa Bar?." Jawab Riska dan balik tanya.


"Aku hanya bertanya, karena Galuh ingin memiliki mu dan selalu mengancam ku tentang bisnis dan sekarang kamu." Jawab Akbar.


"Keterlaluan kau Galuh." Ucap batin Riska.


"Ehm.. sebenar nya Galuh bicara seperti itu ke kamu memang kami sebelum nya satu SMA dan sudah lama juga Galuh menyimpan rasa tapi aku tidak pernah ingin dengan nya." jawab Riska.


"Jadi memang Galuh itu ingin memiliki mu?" Tanya Akbar lagi.


"Begitulah Bar, dan sudah beberapa kali Galuh mencoba menjatuhkan perusahaan mu dengan curang, tapi untung nya aku bisa mengatasi itu tanpa harus memberitahu mu." Jawab Riska.


Lalu Akbar pun kaget, dan pertanyaan Akbar tentang Galuh yang dulu pernah merampas satu cabang perusahaan nya namun kini tidak pernah lebih unggul dari nya semenjak ada Riska.


Kini sudah terjawab lah kalau Riska memang pandai dalam berbisnis, hingga Galuh pun tidak bisa menerobos dinding keamanan pembuatan nya.


"Pantas saja Galuh tidak bisa lebih unggul dari ku, jadi kamu sayang yang sudah membuat keamanan perusahaan lebih ketat strategis nya?." Tanya Akbar.


"Hehe demi kamu." Jawab Riska.


"Terimakasih sayang." Balas Akbar.


Lalu pesan chatting pun terus di lanjutkan hingga tak terasa hari semakin malam dan akan menjelang pagi.


Bersambung...


"Aku memang seorang yang pendiam, namun percayalah jika aku memiliki cara untuk menjaga mu walau kadang kau remehkan cara ku dengan menghina ku."


_Riska Gundala Putri_


Thanks semuanya yang selalu setia membaca karya ku yang satu ini.


Jangan lupa selalu dukung karya ku dengan cara like, koment, rate, gift dan vote jika kau suka. so fav love jika kau sungguh sungguh tidak ingin tertinggal cerita.

__ADS_1


See you gaes happy nice day.


__ADS_2