Pembalap Itu Istri Ku

Pembalap Itu Istri Ku
Reival vs Haerilmi (semakin memanas)


__ADS_3

Waktu terus berlalu..


Hingga malam pun bergitu cepat hadir, Reival yang tengah di acara kampus pun kembali berseteru dengan Haerilmi, Dimana persaingan pun terus terjadi. Namun kali ini Reival bermain santai dengan membiarkan Haerilmi bergerak sampai Haerilmi bingung dengan tingkah Reival.


"Kenapa?." Tanya Reival.


"Gak" Jawab Haerilmi.


"Okeylah.." Ucap Reival.


Setelah itu, acara pun terus berlanjut. hingga larut malam pun tidak terasa kini mulai hadir kala itu. lantas karena malam ssmakin laru, Reival pum memutuskan untuk ke tenda duluan dan mengabari Raihan tentang kegiatannya.


📩"Pah, sudah tidur kah?." Tanya Raihan.


📩"Belum Val, kenapa?." Tanya Raihan balik.


📩"Tidak apa-apa kok, cuma mau ngasih kabar saja kalau Reival pulang pagi nanti karena malam ini harus menginap di kampus. dan ya, bagaimana kabar Mam?." Jelas Reival..


📩"Oke no problem, hati-hati di sana dan jangan buat keributan. And jangan khawatir juga tentang Mam, karena sekarang Mamah mu tengah tertidur." Balas Raihan.


📩"Baiklah Pah, kalau begitu Reival offline dulu ya. sudah latut malam sekali." Izin Reival.


📩"Okey,, selamat istirahat."


Lalu Reival pun istirahat dan menikmati malam itu dengan tenang. sedangkan Aidha yang mogok makan di rumah kini tengah mendengarkan musik kesukaan nya sambil menjahit pakaian.


"Hehe.. Kak Reival pasti suka nih haha." Ucap Aidha pada diri nya sendiri.


"Ah iya.. aku lupa, kan bungkus kado nya masih di gudang." Sambung Aidha.


"Tapi bagaimana aku bisa kesana, kan aku lagi malas dengan Papah." Lanjut Aidha yang bicara sendiri.


Lalu Aidha pun tetpaksa turun dari kamar untuk mengambil kotak dan juga kertas kado yang sebelumnya ia taruh di dalam lemari di gudang. dan setelah menemukannya, Aidha segera ke kamar lagi dengan buru-buru lalu mengunci pintu kamar kembali.


Dan di saat Aidha tengah membuat kado kecil untuk Reival. Akbar yang sedari tadi melihat cctv Aidha bulak balik gudang pun hanya tersenyum karena setidaknya putri nya itu tidak mengurung diri di kamar terus.


"Maafkan papah ya nak, papah seperti ini karena papah terlalu sayang pada mu dan tidak ingin membagi kamu kepada siapapun termasuk ibu mu." Ucap batin Akbar.


......


Pagi pun tiba..

__ADS_1


Reival dengan buru-buru segeta pergi dari kampus dengan kecepatan penuh menuju rumah. namun di saat ia menurunkan kecepatan motornya, tiba-tiba Haerilmu dengan sengaja mengadukan body mobil nya pada motor Reival hingga Reival pun jatuh dan mengalami luka di bagian leher sampai ke dada nya.


"Woy!." Teriak Reival.


Namun karena Haerilmi terlalu cepat, Reival pun memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa berpikir lagi rumah sakit atau juga rasa sakit.


Hingga satu jam kemudian.. Reival pun sampai di depan rumah dengan bercucuran darah sambil mengetuk pintu dengan lemas. lalu Art villa yang membuka pintu pun langsung sigap membantu Reival untuk masuk ke dalam rumah sambil berteriak karena panik.


"Nyonya....nyah...." Teriak Art yang membantu Reival.


"Sebentar Bik." Balas Riska yang langsung turun dengan cepat.


Sesampai nya Riska di ruang tamu, Ia pun kaget melihat Reival yang sudah berlumuran darah. lalu karena panik, ia segera memerintahkan semua Art untuk mengambil peralatan medis yang ada dan juga infus.


Setelah itu, Riska yang memang sebelumnya sudah belajar seidkit tentang medis pun segera membantu Reival membuka kaos dan jaket nya. kemudian setelah itu Risak lanjut menginfus tangan Reival dan menjahit luka nya yang cukup dalam sedikit demi sedikit.


"Sakit kah nak?." Tanya Riska sambil meniup luka Reival .


"Masih aman Mam, hanya sakit sedikit." Jawab Reival.


"Baiklah kalau begitu tahan ya." Ucap Riska.


"Oke Mam." Balas Reival.


"Kring.. Kring.."


"Bik.. angkat dulu teleponnya maaf" Titah Riska.


"Baik Nyonya." Balas Art.


📞"Iya hallo, bibik di sini, ada yang bisa di bantu?." Tanya Art.


📞"Owalah, Nyonya kemana Bik?." Balik tanya Raihan.


📞"Sedang menjahit luka tuan muda Tuan." Jawab Art.


📞"Kenapa lagi itu anak Bik?." Tanya Raihan dengan dingin.


📞"Belum tau saya Tuan, karena Tuan muda belum sempat cerita ." Jawab singkat Art.


📞"Astaga Reival, baiklah kalau begitu terimakasih Bik." Ucap Raihan.

__ADS_1


Dan karena khawatir, Raihan pun langsung pergi ke ruang asistennya dan langsung menyerahkan tugas nya untuk kesekian kali nya dan mengatur semuanya secepat mungkin.


"Semua dokument sudah selesai kan saya tandatangani?, apa masih ada yang belum selesai?." Tanya Raihan.


"Semua sudah selesai Tuan." Jawab Asisten Raihan.


"Baik, apakah ada jadwal metting hari ini yang masih belum terselesaikan?. " Tanya Raihan lagi.


"Tidak ada Tuan, semua sudah beres dan ter handle dengan baik." Jawab Asisten Raihan lagi.


"Syukurlah kalau begitu, by the way saya titip kantor lagi ya, soalnya saya harus pulang sebentar." Ucap Raihan.


"Apakah ada masalah Tuan?." Tanya Asisten Raihan.


"Yups that right." Jawab Raihan.


"Oh baiklah kalau begitu Tuan kasih arahan saja apa yang harus saya kerjakan selanjutnya, nanti saya akan handle sebaik mungkin." Ucap Asisten Raihan.


"Ok listen me.." Balas Raihan sambil mengarahkan pekerjaan lanjutan yang belum sempat ia kerjakan.


Setelah selesai berdiskusi sedikit tentang pekerjaan yang harus di handle, Raihan pun langsung keluar kantor dan berlari secepat mungkin menuju mobil. Kemudian setelah sampai parkiran, ia segera menaiki mobil itu dan melajukannya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Aduh.. kok jantung gua berdetak gak karuan gini astaga.." Keluh Raihan katena tidak tenang.


Namun di saat Raihan tengah mengebut, tiba-tiba ia berpaspasan dengan mobil Akbar. hingga keduanya pun saling tatap dari mobil satu ke mobil lainnya dan menghentikan mobil mereka secara bersamaan di jalan yang kebetulan sepi.


"Ehm.." Dehem Raihan yang langsung turun dari mobil.


"Sini lu." Ucqp Akbar.


"Ada apa?, belum puas?." Tanya Raihan.


"Gua cuma mau mengingatkan sama lu, tolong jangan selalu mengusik keluarga gua, apalagi sampai lu maupun istri lu bersosialisasi dengan anak gua." Jawab Akbar.


"Sorry, anak lu anak gua juga, dan mau sampai kapanpun akan selalu begitu. jadi tolong, jangan suka melarang anak lu bertemu keluarganya yang selain lu sebelum anak lu sendiri yang bakal menghancurkan lu dan hilang kepercayaan terhadaplu Bar" Ucap Raihan yang memperingati Akbar.


"Inget juga, lu cuma orang asing yang masuk di kehidupan isri lu dan keluarga gua. andai gua gak melakukan kesalahan, lu pun gak akan masuk dalam cerita ini." Balas Akbar yang kemudian masuk ke dalam mobil dan pergi.


"Tapi bodoh nya lu, lu gak bisa menjaga keluarga lu karena ego lu. jadi, bukan salah gua jika masuk ke dalam kehidupan wanita yang selama ini lu sakiti Bar." Balas Raihan walau tiada ada yang mendengar.


Lalu, setelah debat kecil selesai, Raihan pun kembali lagi melajukan mobil nya menuju ke rumah dengan perasaan yang campur aduk bukan lagi khawatir.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2